What's Wrong With Destiny?

What's Wrong With Destiny?
Episode 21



Dean merasa darahnya semakin mendidih. Dean mendaratkan bogeman nya lagi membuat wajah James memar tak karuan. "Jauhin Anna" Dean berkata sambil menggertak marah.


"Harusnya gue yang bilang itu ke loe" James duduk di kursinya ketika ia melihat guru datang. Semua siswa kembali ke kursi masing masing mendengarkan penjelasan guru. Bella merasa iri karena Anna menjadi rebutan di kelasnya.


"Apa sih bagusnya Anna, ya nggak Mel?" Bella bertanya dengan nada yang tidak suka. Amel hanya menjawab tak acuh.


Sepulang sekolah James membawa tas Anna sesuai dengan permintaan gadis itu. James mengendarai motornya di ikuti oleh Dean di belakangnya. James tidak tau kalau Dean mengikuti nya.


Dean mengernyit heran, setau Dean ini bukan jalan menuju rumah James tapi apartemen Anna. Benar saja, James turun di depan apartemen Anna. Dean memperhatikan mereka dari belakang.


Tok tok tok


"Gaby, ini gue" James mengetuk dengan tidak sabaran. James takut terjadi sesuatu pada Anna mengingat gadis itu sepertinya baru patah hati.


Ceklek


Anna membuka pintu apartemen nya. "Muka loe kenapa Jim?" Anna bertanya dengan khawatir sambil mengusap lembut bibir James.


James menggeleng sebagai jawabannya. "Apa Dean yang menyebabkan wajah loe seperti ini?"


James tetap bungkam. Anna menarik tangan James agar masuk ke apartemen nya. Meskipun di dalam apartemen, Anna masih memakai kacamata tebalnya dan kupluk jadul.


Dean membanting setir mobil melihat kejadian yang baru saja dia lihat. "Gue aja sebagai pacar nggak pernah masuk ke apartemen nya" Dean bergumam.


Dean sibuk mengetik sesuatu di ponselnya dan mengirim tombol send.  Dean mengemudikan mobil nya dengan cepat meninggalkan kawasan apartemen Anna.


Ting


Ponsel Anna berdenting. Anna meraih ponselnya sambil membuka botol alkohol dan menuangkan nya ke kapas. Anna melihat satu pesan dari Dean.


From : Dean


Pacar loe aja belum pernah masuk ke apartemen loe, enjoy your time


Jantung Anna berdetak kencang. Ekspresi kaget yang terpancar dari wajah Anna membuat James merasa ada yang tidak beres.


"Loe nggak salah kok Jim, gue yang harusnya minta maaf sama loe, karena gue wajah loe makin jelek"


Mereka tertawa bersama. Anna membalas pesan Dean dengan cepat.


To :Dean


Jimmy teman gue, nggak seharusnya loe cemburu sama dia


Anna menekan tombol send. Tak berselang lama balasan dari Dean langsung muncul.


From :Dean


Jimmy? Wah udah punya panggilan kesayangan ya, btw congrat ya


Anna terbelalak melihat pesan itu. Anna juga tidak sadar karena emosi menguasai dirinya sehingga dia menyebut nama Jimmy di depan Dean. James merebut ponsel dari tangan Anna dan membaca pesan itu.


"Nggak usah di balas By" James mematikan ponsel Anna.


"Sini gue obatin" Anna menuangkan alkohol ke kapas yang baru. James mendekatkan wajahnya ke wajah Anna. "Jimmy terlalu dekat" Anna mendorong kening James pelan.


James membuka kacamata Anna. "Nanti nggak kelihatan" Anna terkekeh.


"Loe cantik kalo nggak pake kacamata By, apalagi aaaaa" Anna menekan luka di bibir James. "Loe mau bikin wajah gue rusak ya?"


"Makanya diam" Anna melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda. "Walaupun wajah gue berdarah kayak gini tapi gue tetap tampan kan?" Anna berniat menekan luka James lagi tapi James memegang tangan Anna.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂


Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉


Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗