
James sedikit heran dengan tingkah Anna yang mau memeluknya tanpa di suruh, bahkan Anna menyandarkan kepalanya di punggung James. "Jimmy" Anna mengeratkan pelukan nya. "Ya?" James sedikit berteriak.
"Gue putus sama Dean"
"..." Hening itulah yang di dapatkan Anna. Tanpa terasa buliran air mata jatuh kembali membasahi pipi Anna.
"Gue udah lama cinta sama Dean" Anna terisak di punggung James. Hal itu terlihat oleh James dari kaca spion. "Mungkin dia bukan yang terbaik buat loe Gaby, Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik dari ini, yakinlah!" James menaikkan kecepatan motornya.
Sesampainya di mansion James, mereka turun dari motor dan langsung bersiap siap. Setelahnya James mengantar Anna ke apartemen Anna untuk mengambil barang Anna.
"Hallo"
"Apa?" Arya sengaja membuat James kesal.
"Biasa aja jawabnya" James melirik Anna yang masih membereskan barang nya.
"Iya"
"Antarin gue sama Gaby dong!"
"Kemana?" Arya mengernyit heran meskipun James tidak bisa melihat ekspresi Arya saat ini.
"Gue mau ke Amerika, antarin ke bandara doang kok"
"Gue sibuk James"
"Ya ampun, sibuk banget sih, buat teman sendiri nggak mau berkorban"
"Jam berapa kambing?"
James terkekeh, "Bentar lagi, tunggu di mansion gue" James langsung memutuskan panggilan telepon mereka. James berbalik mencari keberadaan Anna.
"Udah siap Jim" Anna menyeret koper miliknya. James mengambil alih koper itu dan memasukkan ke mobil milik James.
"Arya nungguin kita di mansion gue" Anna mengangguk sebagai balasan nya.
Sesampainya di mansion James, Arya sudah berdiri sambil memasukkan tangan nya ke dalam saku. Arya tidak pernah memakai kacamata itu lagi semenjak ulang tahun nyokap Dean. Berbeda dengan Anna, dia masih memakai kupluk dan kacamata itu.
"Kok loe ke Amerika sih Na?" Arya benar benar penasaran dengan James dan Anna sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. "Bokap gue nyuruh balik Arya" Anna menatap James meminta persetujuan yang di balas anggukan oleh James.
"Om Adam bokap loe?" Anna merasa heran.
"Loe kenal sama bokap gue?" Anna tidak bisa menyembunyikan raut penasaran.
"Kita punya kontrak kerja sama" James menjawab dengan tenang seperti seorang ceo pada umumnya. Anna tersentak kaget.
"Kalian berdua udah jadi pengusaha?" Anna menatap James sehingga mereka berdua menjadi salah tingkah.
"Gue dan James udah masuk ke dunia bisnis semenjak sekolah menengah atas Na" Anna menganga mendengar ucapan Arya.
"Di usia semuda ini?"
James mengangguk, tersirat kesedihan di gurat wajahnya, namun sebisa mungkin James menutupi kesedihan itu. "Gue udah lama kontrak sama Om Adam" Anna mengangguk mendengarkan penjelasan James.
"Kita udah sampai" Arya mematikan mesin mobilnya. James keluar dari mobil dan mengangkat koper Anna dan kopernya sendiri.
"Hati hati ya!" Arya menurunkan kaca mobilnya. "Loe juga hati hati" Anna reflek mengalungkan tangannya di lengan James. Arya menatap tangan Anna, "Cepat balik ya!" Arya menaikkan kaca mobilnya dan melaju meninggalkan kawasan bandara.
"Ayo!" James sebenarnya tau kalau Arya sakit hati terhadap nya.
Mereka naik ke dalam pesawat dan Anna memilih duduk di dekat jendela. James hanya bisa pasrah. Setelah lama dalam perjalanan Anna tertidur di bahu James.
James menarik tubuh Anna agar lebih dekat kepada nya dan memeluk tubuh Anna.
Anna tidak merasa terganggu dengan hal itu, bahkan Anna mencari kenyamanan dalam pelukan James membuat James terkekeh.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗