
James mengantarkan Anna hingga ke depan apartemen Anna.
"Loe ke pesta naik apa?"
"Belum tau" Anna menyerahkan helm kepada James.
"Gue jemput ya?" mengambil helm dari tangan Anna.
"Nggak ngerepotin Jim?" Anna memperbaiki kacamata nya.
"Nggak lah"
"Oke"
"Gue jemput jam 19.00 ya?"
Anna mengangguk. James menghidupkan motornya dan melaju meninggalkan kawasan apartemen Anna.
Anna melirik jam dinding setelah selesai bersiap siap. Sesuai dengan permintaan Dean gadis itu memakai gaun yang sudah di siapkan untuknya. Gaun itu begitu pas di tubuh Anna.
Anna mendengar bunyi motor menderu, Anna bergegas membuka pintu apartemen nya, "Udah siap By?" James mematikan mesin motornya. "Gimana gue naik motor loe Jim? Gue kan pake gaun" Anna mengangkat gaun nya sedikit.
"Loe pake denim aja deh"
Anna masuk ke dalam apartemen tanpa membantah ucapan James. Anna mencari denim nya, setelah ketemu dia langsung memakai denim short itu.
Anna keluar sambil membawa tas, "Mana helm gue?" Anna menengadahkan tangannya. James terkekeh. "Ini helm gue kali" James berbicara dengan nada pura pura angkuh membuat Anna tersenyum kecil.
Mereka mengendarai motor James dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di pesta, Anna langsung di tarik oleh Dean, Anna terseok seok mengikuti langkah kaki Dean apalagi dia memakai stileto. "Dean bisa pelan pelan nggak sih? Kaki gue sakit tau" Anna mencoba menahan tangan Dean agar mengurangi kecepatan.
Dean tidak menghiraukan ucapan Anna dan terus menyeret Anna hingga ke dekat toilet.
"Loe ada hubungan apa sih sama cowok itu?" Dean membentak Anna sedikit keras. Badan Anna bergetar mendengar bentakan Dean.
"Ja-james cuma teman gue, nggak lebih" Anna menunduk.
"Mana ada pertemanan antara laki laki dan perempuan tanpa ada yang memendam rasa" Dean bersedekap. Anna semakin gemetar melihat emosi Dean yang belum turun bahkan akan semakin naik.
"Loe masih pake kupluk ini ke pesta Na?" Anna mendongakkan kepalanya mendengar ucapan Dean yang sepertinya jijik kepada Anna.
"Apa mau loe sebenarnya?" Anna menaikkan nada bicaranya. Dean tergelak, tapi gelaknya itu begitu menyeramkan di telinga Anna.
Dean memegang pipi Anna dengan kasar dan mencium paksa bibir Anna.
Anna yang mendapat serangan tiba tiba tidak dapat berpikir dengan jernih. Dean melepaskan ciuman mereka.
"Itu yang gue mau" tersenyum sinis.
"Loe nggak pantas nyium gue" Anna mengusap bibirnya dengan kasar. Kali ini mata Anna memancarkan kebencian kepada Dean, "Terus siapa yang pantas? Jimmy?" Dean menatap tajam ke arah Anna.
Buliran kristal memenuhi pelupuk mata Anna.
Anna berlari ke dalam toilet meninggalkan Dean. Begitu sampai di dalam toilet Anna menghidupkan kran agar suara tangisan nya tersamarkan dan tidak terlalu terdengar keluar. Tanpa mereka ketahui James mendengar semua percakapan mereka dengan mengepalkan tangannya kuat.
Selesai menangis Anna memperbaiki penampilan nya dan keluar dari toilet secepat mungkin. "Gue belum selesai ngomong Anna" Dean mengikuti langkah Anna tapi James menahan tangan Dean.
Dean menatap sinis kepada James lalu bergegas meninggalkan James setelah terdengar pembawa acara memulai acara malam ini.
Anna melihat acara pesta nyokap Dean yang begitu mewah, Anna juga melihat banyak wartawan dan kameramen yang menyoroti acara itu.
"Anna" Anna mencari sumber suara.
"Arya?" Anna tidak mengenali Arya yang tersenyum manis kepadanya.
"Iya" Arya menunduk malu.
"Loe tampan banget malam ini" Anna memuji Arya dengan tulus. Di binar mata Anna terlihat tidak ada kebohongan. Telinga Arya memerah mendengar pujian yang keluar dari bibir Anna.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗