
Bugh
Arya meninju lagi tetapi Dean tidak mengelak. Arya hendak meninju lagi namun di tahan oleh Papa Dean.
"Arya udah nak" Papa Dean mengusap bahu Arya dengan pelan seakan ingin mengurangi emosi Arya.
Arya menatap Dean dengan tatapan benci, Arya mencari keberadaan Anna tetapi tidak ada. Arya berlari ke pintu keluar. Dean juga ikut berlari mengejar Anna. Bella emosi melihat tiga pria tampan itu begitu peduli pada Anna.
James memasangkan helm kepada Anna. Arya menghampiri mereka di susul Dean. "Arya kami duluan ya" James menghidupkan motornya.
"Iya, hati hati" Arya melihat Anna mengusap air matanya berulang kali.
"Anna" Dean memanggil Anna dengan suara serak khas orang menangis. Anna tidak memedulikan panggilan Dean. Anna naik ke atas motor James dan memeluk tubuh James dengan erat seakan menyalurkan perasaan nya saat ini.
Kali ini Dean tidak merasa marah kepada Anna meskipun Anna memeluk pria lain di depan nya. Motor James meninggalkan kawasan pesta. Arya masuk ke dalam pesta dan berpamitan kepada Papa Dean.
Dean menelepon bawahan nya agar mengikuti motor James.
James melirik Anna dari kaca spion. Anna terlihat berulang kali mengusap air matanya. James merasakan sesak melihat Anna menangis. James melajukan motornya dengan kencang.
Anna mengusap pelan wajah nya yang terkena air panas tadi. Anna meringis kecil saat pipi nya terasa pedih kena terpaan angin. James mempercepat laju motornya.
Motor James berhenti di depan sebuah rumah yang begitu mewah. Anna mengernyit heran. "Kok loe nggak ngantarin gue ke apartemen?" Anna membuka helm nya dan menyerahkan ke tangan James.
"Ini mansion gue, loe nginap di sini aja dulu, gue takut loe berbuat hal hal aneh kalau loe sendirian"
"Lebay loe" Anna melangkahkan kakinya ke dalam mansion itu. Terlihat ruangan yang luas dengan gaya klasik di tambah warna silver membuat bangunan itu benar benar luar biasa.
"Ini hasil keringat gue By" Anna tidak terlalu ambil pusing dengan jawaban James. Ucapan Mama Dean kembali terputar di dalam otak nya membuat Anna menangis dalam diam. James melihat semua itu.
"Gaby, loe mandi ya! Gue siapin air hangat dulu" wajah Anna memerah menahan tangis. James meninggalkan Anna yang terisak di sana.
Anna mencari keberadaan James tetapi tidak ada. "Gaby, air nya udah gue siapin" Anna beranjak dari tempat duduknya. Baru beberapa langkah Anna dihentikan oleh suara James.
"Gaby, jangan lupa keramas" Anna tersenyum sebagai jawabannya.
James menelepon Arya agar mengantarkan baju dan seragam Anna ke mansion nya. Tak berapa lama Arya datang menenteng paper bag di tangannya.
Anna keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi hanya menggunakan selembar handuk dan rambut yang basah, "Jimmy gue nggak bawa baju kesini" Anna terkejut melihat keberadaan Arya di sana. Sementara dua laki laki itu memandang ke arah lain. Telinga Arya memerah melihat penampilan Anna.
James menelan salivanya dengan kasar, Anna mendekati mereka membuat James waspada.
"Kok kalian nggak mau lihat gue? Ini gue loe Anna Gabriella"
James mendekati Anna dan menyerahkan paper bag yang di bawa Arya. "Bukannya kami nggak mau melihat loe, kami hanya sedang menahan diri, ya, menahan diri" James memejamkan matanya.
Anna mengambil paper bag itu dan masuk ke salah satu kamar yang ada di sana. Baju yang di pakai Anna begitu pas di tubuh Anna.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗