What's Wrong With Destiny?

What's Wrong With Destiny?
Episode 13



Dean lebih dulu sampai dari pada Anna dan James. Dean segera memasuki kelasnya dan mendaratkan bokongnya di kursi yang biasa ia duduki.


Tak lama Anna dan James sampai di parkiran. Banyak yang menatap tidak suka ke pada Anna, apalagi ketika ia baru saja turun dari motor milik James.


"Makasih ya Jimmy" Anna mengucapkan nya dengan tulus.


James mengangguk, "loe duluan aja ke kelas nanti gue nyusul".


"Loe nggak berniat bolos kan?" Anna bertanya penuh selidik sambil memicingkan matanya.


"Ya nggak lah" James mengacak kupluk Anna yang menyebabkan rambut Anna nyembul keluar sedikit tapi Anna buru buru merapikannya sehingga James tak melihat rambut Anna sedikitpun.


"Gue duluan, dadah" Anna berjalan melenggang ke kelasnya. Dia sudah sangat merindukan kekasihnya itu. Dari tadi malam Anna tidak bisa tenang. Anna melihat Bella yang tengah cemberut kepada Dean.


"Kalau loe nggak berani melakukan nya, gue yang akan bertindak Dean" samar samar Anna mendengar ucapan Bella ke pada kekasihnya itu.


Bella berlalu dari hadapan Dean begitu dia melihat Anna sudah duduk manis di bangkunya. Tak lupa Bella menatap tajam Anna sehingga membuat yang ditatap merasa heran.


Kok firasat gue nggak enak ya


Tak lama guru pun datang, pelajaran berlangsung dengan serius. Ketika istirahat, Anna menghampiri Dean untuk menanyakan sebab Dean tak membalas pesan nya semalam. Jujur saja Anna penasaran dengan hal itu.


"Dean" Dean hanya melirik Anna sekilas namun tak lama Dean membuang pandangannya ke arah lain seakan ingin menghindari kontak mata dengan Anna.


"Dean, gue mau nanya sesuatu sama loe"


"Kenapa loe nggak ngangkat panggilan gue semalam?" Anna menepis rasa sakit yang menggerogoti Hatinya. Yang terpenting untuk saat ini adalah menanyakan alasan Dean. Jika Dean jujur kepada Anna barangkali Anna bisa memaafkan Dean namun bukannya jawaban yang di dapatkan Anna. Justru Dean meninggalkan Anna berdiri sendirian di dekat bangkunya.


Anna menitikkan air matanya namun ia menepisnya secepat kilat. Sementara itu Dean menuju rooftop sekolah karena James mengirimkan pesan kepada nya.


Anna duduk di kursinya dan membenamkan wajahnya di kedua tangannya.


***


Sepulang sekolah tanpa aba aba, AnnaΒ  pulang duluan. James sedikit heran dengan tingkah Anna semenjak selesai istirahat, Anna lebih sering melamun dan bahkan kurang fokus memerhatikan guru dan menjawab seadanya, padahal biasanya dia suka berdebat dengan James.


Sesampainya di halte Anna celingukan menunggu bus lewat. Begitu bus berhenti di halte itu, Anna langsung masuk dan duduk di salah satu kursi yang dekat dengan kaca. Anna menyandarkan kepalanya di kaca itu, tak terasa air matanya mengalir deras.


Hal itu tak luput dari pandangan Dean yang tengah mengikuti bus itu dengan mobilnya. Dean bahkan mengikuti Anna sampai ke apartemen nya. Setelah dirasa Anna masuk ke apartemen nya barulah Dean pulang ke mansion keluarganya.


Begitu sampai di apartemen Anna langsung mandi lalu memakai pakaian santainya. Setelah itu Anna memasak coklat panas. Begitulah Anna jika dia merasa depresi maka coklat adalah pelariannya.


Anna menenggak habis coklat panasnya. Setelah dirasa sedikit baikan Anna menuju kamarnya dan memejamkan matanya setelah ia naik ke atas ranjang.


BERSAMBUNG πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚


Budayakan RLCS ya readers! πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! πŸ€—πŸ€—πŸ€—