What's Wrong With Destiny?

What's Wrong With Destiny?
Episode 14



Krriinngg krriingg krrriiinnngggg


Bunyi gemuruh dari alarm membangunkan Anna yang tengah tidur lelap di balik selimutnya. Anna meraih alarm di atas nakas dan langsung mematikan nya.


Anna mengucek matanya seraya mengumpulkan kesadaran. Anna menghela napas berat ketika Dean terlintas di benaknya. Anna benar benar tidak ada mood untuk berangkat ke sekolah.


Anna menyibakkan selimutnya dan turun dari ranjang. Tak lama terdengar bunyi gemericik air pertanda Anna tengah mandi. Selesai mandi Anna memakai seragam sekolahnya.


***


Di sekolah Anna tidak terlalu banyak bicara, dia hanya menanggapi hal hal yang menurutnya penting. Seperti saat ini, Anna tengah duduk berkelompok, ibu guru menyuruh mereka membuat kelompok untuk mengerjakan Surat Lamaran Pekerjaan.


Sementara itu, Amel tak henti hentinya mengoceh.


"Loe tau nggak na? Fatan nembak gue semalam" Amel bercerita dengan antusias. Anna hanya mengangguk sambil membuat tugas mereka. Anna memilih Amel sebagai teman kelompoknya sementara Dean sekelompok dengan Bella.


Semenjak pagi Anna memang tidak menyapa Dean. Anna bahkan tidak peduli Dean sekelompok dengan siapa hal itu mengundang rasa penasaran bagi Dean. Anna jarang bersikap seperti itu kepada nya. Anna bukannya ngambek sama Dean, Anna hanya sedang berusaha memecahkan teka teki tentang perlakuan Dean kemarin kepadanya.


"Fatan juga bilang kalau gue adalah cinta pertama dia" Amel berlagak seperti tuan putri yang merasa sangat terharu karena pangeran berkuda nya menyatakan cinta padanya.


"Menurut loe Fatan itu serius nggak sih na?" Anna tak menjawab pertanyaan Amel membuat Amel kesal bukan kepalang. "Anna loe dengerin gue nggak sih?" Amel bertanya dengan nada kesal yang tidak di buat buat.


"Gu-gue dengar kok mel" Anna mendongakkan kepalanya ke depan melihat Amel.


"Loe nggak suka gue jadian sama Fatan?" Amel bertanya dengan nada tidak suka. Anna bergetar hebat mendengar pertanyaan Amel. Bukannya Anna tidak suka Amel berhubungan dengan Fatan hanya saja Anna benar benar belum tau karakter Fatan meskipun mereka sudah sekelas hampir dua tahun.


"Alah, loe juga suka kan sama Fatan?" Amel langsung berdiri dan meletakkan kedua tangannya di depan dada dengan gaya yang angkuh. Sementara itu Dean membelalakkan matanya ke arah Amel dan Anna yang tengah bersitegang. Dean nggak rela kalau Anna suka sama Fatan.


"Kok loe nanya gitu sih?" Anna membentak Amel tak kalah kuat seperti yang di lakukan Amel kepada nya. Ya, Anna memang dari pagi sudah sangat sabar. Dan sekarang Anna tak bisa menahan emosi yang bergejolak di dadanya.


"Dari tadi loe nggak dengerin gue Anna" Amel mengungkit kesalahan Anna.


"Loe nggak harus bersikap kayak gitu sama gue Mel, gue ini sahabat loe, kita udah bersahabat lama, masa loe bersikap kayak gini cuma gara gara Fatan yang notabenenya baru satu malam dekat sama loe" Anna meninggalkan kelas dengan wajah memerah menahan emosi.


Anna pergi ke toilet untuk mencuci mukanya dan menenangkan sarafnya sejenak. Karena Anna tau bahwa Emosi bisa mempengaruhi kesehatan tubuh, jika dibiarkan terus berlarut-larut maka tulang punggung akan terasa sakit.


Anna mencoba manarik napas dalam dalam dan mengeluarkan nya dengan pelan, Anna melakukannya berkali kali sampai Anna benar benar rileks kembali.


Ketika Anna hendak keluar dari toilet, Anna tak sengaja mendengar percakapan dua orang perempuan yang berdiri di dekat toilet.


"Iris, loe tau nggak, Anna sama Dean itu pacaran loh"


Bukannya itu suara Bella, kok dia bisa tau kalau gue sama Dean pacaran, apa Dean yang ngasih tau Bella? Mereka sedekat itu ya batin Anna


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂


Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉


Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗