What's Wrong With Destiny?

What's Wrong With Destiny?
Episode 32



"Kok ke Amerika?" James mengernyit heran, keningnya berkerut mengekspresikan pikiran nya. "Bokap gue nyuruh balik" Anna memegang ujung seragam nya. "Om Adam bokap loe?" James memegang tangan Anna yang gugup.


Anna mengangguk ragu, Dean mengepalkan tangannya kuat melihat James dan Anna yang bermesraan di depan matanya. James memandang wajah Anna yang sedikit cemas. "Perlu gue temenin?" James menatap intens ke arah Anna.


Anna mendongak menatap James. "Sekolah loe gimana?" Anna mengutarakan pemikiran yang mengganjal di dalam otaknya. "Libur" James nyengir kuda. "Ya udah, kita siap siap dulu yuk!" Anna memegang lengan James.


Dean langsung menarik tangan Anna dan membawanya dari hadapan James. "Apaan sih?" Anna melepaskan tangan nya dari Dean dengan kasar. "Kita butuh bicara" Dean bicara dengan lembut.


"Loe duluan aja, nanti gue nyusul" Anna bicara kepada James yang di balas anggukan oleh James.


Anna berjalan mendahului Dean, Anna tau tujuan Dean saat ini yaitu rooftop, begitu sampai Anna langsung berkata dengan nada sedikit sedih, "Mau ngomongin apa?" Anna tidak menatap mata Dean, takut sewaktu waktu dia akan menangis di depan Dean.


"Anna gue mau nawarin sesuatu sama loe" Dean memegang tangan Anna dengan lembut. "Apa?" Anna masih bersikukuh untuk tidak menatap Dean. "Loe mau nggak jadi yang kedua buat gue?" Dean bicara dengan mantap.


"Maksud loe?" kali ini Anna menatap mata Dean, "Gue nggak mungkin batalin pertunangan ini Na" Dean berusaha mencari alasan yang logis.


Air mata Anna meluncur bebas di pipi mulus itu. "Maksud loe gue jadi selingkuhan gitu?" Anna mengusap air matanya dengan kasar. "Bu-bukan gitu... "


"Udahlah Dean, nggak ada wanita yang sepenuhnya ikhlas membagi"


"Jangan egois Na"


"Loe bilang gue egois?" Anna mendecih membuat Dean heran. Selama ini Anna tidak pernah bersikap seperti itu. Selalu menjaga sopan santun di depan semua orang termasuk teman temannya.


"Loe udah berubah Na semenjak loe dekat sama James"


"Gue nggak peduli Dean, gue mau mulai dari saat ini kita putus, kita nggak ada hubungan apa apa lagi, kedepannya nggak usah sapa gue kalau loe malu, gue nggak pantas bersanding dengan loe, keluarga loe keluarga yang terpandang"


"..."


"..."


"Gue harap nggak ada dendam di antara kita"


"EGOIS" Dean berujar dengan keras membuat mata Anna yang semula sudah kering berair kembali.


"Gue pikir lebih egois seseorang yang sudah punya seseorang di sisinya tapi masih ingin mengekang orang yang lain"


Dean tersadar dari ucapan yang baru saja dia ucapkan.


"Gue duluan" Anna berjalan meninggalkan rooftop sambil sesekali mengusap air matanya. Dean mengusap rambutnya frustasi. Di satu sisi Dean tidak ingin melepaskan Anna tapi dia juga tidak mungkin membatalkan pertunangan nya dengan Bella.


Anna berjalan ke basement, Anna melihat motor BMW milik James masih bertengger disana. "Naik!" James memberikan helm kepada Anna yang di sambut senyum terpaksa oleh Anna.


Anna naik ke atas motor James dan langsung memeluk pinggang James tanpa di suruh. James melaju meninggalkan kawasan sekolah. Dean melihat kepergian Anna dengan James dari rooftop. Dean merasa kehilangan sosok yang paling ia sayangi, Dean baru menyadari kalau dia cinta kepada Anna.


Dean meneteskan air matanya perlahan, tanpa Dean ketahui ada rasa sesak yang menggerogoti hatinya.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂


Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉


Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗