What's Wrong With Destiny?

What's Wrong With Destiny?
Episode 40



"Dean" Anna menghadap ke arah Dean secara penuh. "Dean loe dengar gue nggak sih?" Anna sedikit berteriak.


"Loe cantik Na" Dean menutup mulutnya setelah sadar dengan perkataan yang baru saja keluar dari mulutnya. Anna menyeringai. "Di rumah loe aja Anna" Bella sengaja berkata seperti itu agar ia tau kekayaan keluarga Anna.


"Loe punya tiket?" Anna menatap Bella dengan tatapan tak kalah sinis. "Songong banget nih anak, loe belum tau kekayaan keluarga gue" Bella bersedekap menatap sinis.


"Di mansion gue aja" James meletakkan kartu namanya membuat Bella dan Geng nya melongo.


"Kita pulang sekarang!" James menyusun seluruh buku dan memasukkannya ke dalam tas. "Bukannya kita udah sepakat buat pulang pergi terpisah?


"Gue nggak mau ngambil resiko By, gue takut loe di apa apain lagi kayak dulu, secara sekarang loe udah cantik, cantik banget malahan" James mengedipkan matanya.


Anna terkekeh. James membawakan tas Anna, "Jangan lupa datang ya!" James menatap teman teman sekelompok nya dan berjalan meninggalkan kelas. Sementara itu Anna berjalan di samping James sambil menggandeng lengan James. Dean menatap tidak suka ke arah pasangan yang baru saja keluar itu.


"Kita mampir ke supermarket dulu yuk!"


"Mau beli apa?"


"Coklat"


"Dimansion banyak Gaby"


"Serius? Kok gue nggak tau"


"Jelas dong putri tidur nggak akan tau"


Anna menepuk punggung James membuat James terkekeh.


Sesuai dengan janji mereka di sekolah, Dean dan yang lainnya datang ke mansion James.


"Udah makan coklatnya, nanti loe sakit gigi Gaby" James merebut semua coklat yang ada di tangan Anna. "Satu lagi, Jimmy" Anna merengek manja. Dean menatap ke arah lain karena merasa cemburu dengan pemandangan yang tidak sengaja dia lihat.


"Besok, sekarang nggak boleh makan coklat lagi, kalau nggak gue buang semua coklat yang tinggal, mau?"


Anna cemberut namun tetap menjangkau coklat yang di angkat James tinggi tinggi, "Satu lagi kok, pelit amat" Anna berjinjit. Keseimbangan Anna hilang membuat James reflek memeluk pinggang Anna dan mereka terjatuh di sofa. "Dapat" Anna berseru dan segera membuka coklat yang baru.


James merapikan coklat yang belum terbuka dan memasukkannya ke dalam paper bag khusus. James berdiri, betapa terkejutnya James dengan keberadaan teman kelompoknya di mansion itu.


"Semenjak kapan kalian datang?" James tersenyum tipis, Anna menoleh ke belakang.


"Semenjak kalian bermesraan" Bella berujar sinis.


"Kita buat di sana, gue mau nyimpan ini dulu"


Mereka berjalan ke ruang tamu, "Jimmy bawain buku gue!" Anna berteriak sehingga mampu menarik perhatian Dean. Anna tidak menyadari tatapan tajam dari Dean. Anna duduk di salah satu sofa. Sementara itu Bella langsung duduk di samping Dean. Anna berdiri kembali dan berjalan ke dapur membuat teh untuk tamu tamunya.


Anna memang belum bisa move on sepenuhnya tapi perasaan itu disingkirkan oleh Anna. James datang membawa buku nya dan buku Anna serta berbagai macam roti dan biskuit, namun tidak ada yang curiga kalau mereka tinggal bersama.


Mereka fokus mengerjakan tugas kelompok tanpa ada yang bercanda. Amel terdiam, semenjak di sekolah Amel memang lebih banyak diam tapi Anna tidak mau ambil pusing.


Anna sesekali melirik ke arah Bella yang sengaja memamerkan hubungan mereka. Anna buru buru meletakkan teh di depan mereka. James menyadari hal itu.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂


Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉


Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗