
James membaca kertas itu.
**Pake gaun ini nanti malam, dandan yang cantik ya (♡˙︶˙♡)
Dean Robert Anderson**
"Apa itu?" Anna merebut kertas itu dari tangan James. Anna membaca nya dengan teliti. Bukannya Dean marahan sama gue? Kok tiba tiba ngirim paket gini.
Raut wajah keheranan terpancar dari wajah Anna.
"Sepertinya ada yang tidak beres" batin James.
"Berarti nanti nggak jadi dong By?"
"Emang loe nggak beli baju gitu?"
"Loe mau nemenin gue?" James bertanya dengan antusias. Sebenarnya James punya banyak stok baju di mansion nya. Tapi karena Anna yang nawarin, James tidak akan membuang buang kesempatan.
Anna mengangguk sebagai jawaban nya. "Arya loe ikut kita nggak? Nggak mungkin lah ya, loe kan sibuk"
"Loe sebenarnya mau nawarin atau mau ngejek gue James?"
Mereka bertiga tertawa. "Gue benar kan, emang loe sibuk" James membantu Anna merapikan mejanya. "Emang loe nggak sibuk? Sok ngatain gue loe kambing" Arya berbicara dengan nada datar. Anna heran dengan sikap Arya akhir akhir ini.
Arya lebih sering bergaul dengan James. Arya bahkan tidak seperti anak cupu lagi meskipun dia masih memakai kacamata seperti Anna.
"Nggak, sesibuk sibuknya gue ya, gue bakalan nyempetin waktu buat cewek gue, ya nggak?" James menatap Anna meminta pendapat. Anna yang tidak mengerti hanya mengangguk. James tersenyum senang.
"Iya deh, lain kali aja gue ikut" Arya memutar bola matanya.
Tak lama Dean datang ke kelas. Anna menghampiri Dean berniat untuk mengucapkan terima kasih.
"Dean, makasih ya buat ... " Dean tidak mempedulikan perkataan Anna, Dean mengambil buku matematika nya dan mengerjakan soal soal yang ada di sana. Dean bahkan tak menoleh kepada Anna sedikit pun. Anna merasa sesak mendapati sikap Dean yang berubah ubah dalam sekejap. James menghela nafas berat melihat interaksi mereka.
***
"Kita langsung pergi aja yuk By?"
"Huh? I-iya" James melihat raut sedih terpatri di wajah Anna.
"Arya kami duluan" James menyenggol bahu Arya. "Iya" Arya terkekeh.
Motor James berhenti di sebuah supermarket terbesar di kota Jakarta. "Kok beli di sini? Emang loe punya uang?" Anna bertanya dengan khawatir. James tersenyum.
"Loe tenang aja By, gue punya uang kok" James menarik tangan Anna ke dalam supermarket. Dean merasa geram melihat Anna yang terus terusan bersama dengan James. Anna bahkan tidak membalas pesan nya yang terakhir.
Dean memukul setir dengan keras dan meninggalkan kawasan supermarket itu dengan perasaan tak karuan.
Dean mencoba mendial nomor ponsel Anna namun Anna tak menjawab. Hal itu membuat Dean makin geram.
"Yang ini bagus nggak?" James memakai baju kemeja berwarna maroon, senada dengan warna gaun Anna.
Anna pangling melihat James memakai kemeja itu, apalagi James menggulung lengannya hingga siku sehingga memperlihatkan otot otot kekar milik nya.
"Gaby" James mengibaskan tangannya di depan wajah Anna. "Ba-bagus, iya, bagus" Anna mengalihkan pandangannya. James terkekeh melihat respon Anna.
James membawa kemeja itu ke meja kasir dan mengeluarkan gold card miliknya. Anna terbelalak tapi Anna pura pura tidak melihat kartu milik James. Kayaknya Jimmy kaya banget deh, tapi untung aja dia nggak tau kalau gue juga punya kartu itu.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗