
"Udah selesai" James merapikan seluruh kertas, "Tapi cover nya di print aja kali ya?" James menatap teman sekelompok nya satu persatu.
"Menurut gue sih di tulis tangan aja deh, soalnya ibuk bilang nggak boleh instan" Fatan mencoba mengeluarkan pendapat nya.
"Bukannya tulisan loe bagus Anna?" Amel menatap Anna dan di ikuti James dan Dean. "Loe aja yang bikin cover nya Anna" Bella berujar sinis sambil mengalungkan tangannya di lengan Dean, Anna menatap sinis kepada Bella.
"Mana kertasnya?" Anna menatap jengkel ke seluruh anggota kelompok nya, pasalnya dari tadi hanya dia sendiri yang mengerjakan, mereka hanya sesekali menimpali meskipun mereka semua serius tetapi hanya Anna sendiri yang menulis makalah itu sejak tadi.
Ditengah fokusnya membuat cover Anna lupa untuk membuat huruf D, huruf yang Anna buat persis seperti huruf asli tanpa ada variasi sedikitpun. Dean memegang tangan Anna dan menggerakkannya perlahan, Anna merasa tidak fokus karena Dean memegang tangannya sehingga huruf itu berubah menjadi huruf D digabung dengan huruf A.
"Loe sih, kan salah jadinya" Anna menatap kesal ke arah Dean.
Dean pindah ke dekat Anna lalu menghapus huruf sebelumnya dan menuntun tangan Anna agar menulis huruf D lagi, Anna menatap wajah serius Dean dari dekat membuat jantung Anna berdetak kencang.
"Udah siap" Dean membalas tatapan Anna dengan lembut. Anna berdehem pelan lalu menggeser tangannya agar tidak bersentuhan dengan tangan Dean. James merapikan pekerjaan mereka yang sudah selesai.
Mereka menghabiskan teh yang tersisa dengan diam, hanya saling melempar pandangan sinis antara Anna dan Bella, sementara Amel lebih banyak diam memperhatikan kedekatan Fatan dan Iris.
Tak lama terdengar bunyi mesin menderu dan muncullah sosok Arya di balik pintu Mansion James.
"Hai semuanya" Arya mengernyit kebingungan kenapa banyak yang bertamu ke mansion James. "Gue nagih janji" Arya duduk di dekat Anna tanpa di persilakan oleh tuan rumah.
James masuk ke dalam kamar dan mengambil paper bag lalu membawanya keluar. "Ini Arya" Anna merebut paksa lalu melihat isinya, mata Anna melebar melihat isi paper bag itu.
"Nggak usah Arya dia udah banyak makan coklat tadi, nanti dia sakit gigi" James menatap tajam Anna sambil membawa Anna ke dekatnya. "Oh ya?" Arya memasukkan kembali.
"Tapi itu Coklat Belgia Jimmy" Anna merengek. "Aduh manja banget sih" Bella mengejek Anna namun kalau sudah bersangkutan dengan coklat Anna tidak akan memedulikan sekitarnya. "Besok Gaby, hari ini nggak boleh makan coklat lagi" James mengacak rambut Anna dengan pelan membuat Dean menggertakkan giginya.
"Kayaknya kami pulang dulu deh James" Fatan memeluk pinggang Iris membuat Amel sontak melepas paksa pelukan itu. "Loe ngapain sih?" Iris emosi. "Loe yang kenapa? Fatan itu pacar gue tapi loe nggak malu nempel sama cowok orang lain" Amel berkata tak kalah emosi.
"Haha, loe pikir Fatan serius sama loe?" Iris mendorong bahu Amel. "Kok ribut ribut disini sih?" Anna mengeraskan suaranya membuat semua melotot ke arah Anna.
Dean terkejut mendengar Anna yang benar benar berubah. Mulai dari penampilan hingga sikap, semuanya bahkan tidak mirip sama sekali dengan Anna yang sebelumnya.
Visual Dean Robert Anderson
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗