
Anna berjalan keluar dari kelas namun belum sampai menuju pintu Anna berbalik. "Lomba cerdas cermat di majukan hari ini, nanti datang ke aula jam 08.00" Anna membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan kelas sambil sesekali mengusap air mata yang enggan berhenti.
Dean menatap punggung Anna dengan perasaan tidak karuan. Dean tau kalau saat ini Anna dalam keadaan yang tidak baik. Dean tau betul perasaan yang tengah di rasakan oleh Anna. Bahkan mendengar tangis pilu Anna membuat tubuh Dean lemas.
Anna masuk ke dalam toilet dan mencuci mukanya. Anna memandang wajahnya yang memerah akibat luka bakar dan tamparan dari bokap nya. Mengingat hal yang baru saja Anna alami membuat dadanya sesak dan buliran kristal itu membasahi pipi Anna lagi. Seakan air mata Anna tak akan pernah habis.
Anna menyudahi acara menangis nya dan memakai masker kembali. Membetulkan letak kacamata dan merapikan kupluk jadul. Anna berjalan menjauhi toilet dan masuk ke dalam aula. Peserta dari sekolah sekolah lain sudah banyak yang datang.
Anna mengedarkan pandangan nya ke sekeliling aula, "Gaby" Anna terlonjak kaget. "Kok kaget banget sih, kayak lihat hantu aja" James memegang pundak Anna.
"Ck, loe ngagetin aja" Anna melepaskan tangan James yang memegang pundaknya. James menunjukkan otot nya yang kekar sebagai bentuk dukungan kepada Anna. "Semangat Gaby" Anna membalas dengan senyuman di balik maskernya.
'Diberitahukan kepada seluruh peserta lomba cerdas cermat matematika agar menempati tempat yang telah di sediakan, terima kasih'
Anna memegang tangan James membuat James berdesir. Anna melihat jam tangan James dengan teliti membuat James mengerti mengapa Anna memegang tangannya.
"Gue duluan ya" Anna berjalan ke tempat yang di instruksi kan oleh panitia. Anna duduk di samping Dean. Anna tidak menoleh sedikit pun kepada Dean.
Saat panitia membacakan peraturan lomba Anna lebih banyak diam mendengarkan. Tak lama lomba pun di mulai. Anna mengambil kertas yang ada di atas mejanya dan mencari jawaban dari pertanyaan yang ditampilkan di layar.
Anna tampak serius mengerjakan soal itu meskipun itu bukan bagian dari soal Anna dan Dean.
Anna menghela napas pelan. Gue harus bersikap profesional.
Tak bisa dipungkiri Anna berdesir ketika tangan Dean menyentuh tangan nya. Kini tiba saatnya soal rebutan. Anna lebih banyak mendominasi membuat poin untuk mereka berada di angka yang paling tinggi.
'Soal habis'
Anna tersenyum di balik masker yang ia gunakan, Anna merasa senang karena bisa menaklukkan soal soal yang di berikan meskipun tanpa latihan. Anna berjalan meninggalkan tempat lomba dan berlari menghampiri James membuat Dean kesal bukan main.
"Congrat ya, loe jenius By" James tersenyum. "Makasih Jimmy" Anna melepaskan maskernya dan menampilkan senyum terbaiknya.
"Dean loe keren banget tadi, kalau bukan karena loe sekolah kita nggak bakalan menang" Bella bergelayut manja di lengan Dean. James mendecih tidak suka mendengar ucapan Bella. "Kayaknya kita udah boleh pulang deh By" James menyandang tas nya.
"Oh ya?" Anna menatap James dengan takut. "Gue harus balik ke Amerika sekarang" Anna menunduk sedih.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗