
Author Pov
"Anna, anna, anna, anna" Mrs. Mackenzie menggedor gedor pintu kamar Anna sambil teriak teriak. "Iya Mom" teriak anna dari dalam.
"Iya apanya? Dari tadi nggak keluar keluar" Mrs. Mackenzie kembali menggerutu tidak jelas. Anna membuka matanya perlahan, anna melihat cahaya matahari yang malu malu menampakkan dirinya di balik tirai yang bergoyang akibat sentuhan lembut sang angin segar di pagi hari.
Anna mengucek matanya lalu bangkit dan segera membersihkan diri, ya hari ini adalah hari pertama dia sekolah di bangku kelas dua belas, setelah melewati masa libur panjang. Selesai mandi anna memakai seragam sekolah, tak lupa anna mengikat rambutnya membentuk sanggul khas jawa dan memakai Beanie atau sering disebut dengan kupluk, anna mengambil salah satu koleksi beanie nya yang berbahan wol yang dirajut begitu rapi.
Anna mengambil kaca mata tebalnya dan beberapa buku yang akan ia baca nanti ketika di sekolah. Anna sengaja menutupi seluruh kepalanya agar tak satupun yang tau rambut asli anna, memang tidak ada aturan untuk rambut karena sekolah mereka sekolah yang elit jadi tidak heran murid memakai rambut warna warni. Anna menyandang tasnya dan bergegas keluar.
Anna Pov
Gue menebarkan senyum tak bersalah saat gue melihat semua mata memandang gue dengan sorot kemarahan. Aduh pagi pagi gini kok terasa panas, selamatkan hamba Tuhan.
"Pagi mom" mereka masih belum mengalihkan pandangan mereka, Emang apa lagi yang salah, gue sadar kok gue telat, gue mau cepat cepat makan, nanti tambah telat lagi.
"Kenapa masih pakai gaya 80-an ini? Mommy aja yang kelahiran tahun sebelum itu nggak makai gaya itu lagi" gue melihat sorot mata putus asa dari mata nyokap gue. "Mommy kan nggak tau trend sekarang" gue pura pura nggak peduli sama tatapan nyokap gue, sebenarnya gue nggak tega melihat nyokap gue. Gue berpenampilan kayak gini karena ada alasan. Maafin anna kali ini mommy.
"Apanya yang trend? selera loe memang beda dari kita" gue memutar bola mata gue mendengar kata kata yang keluar dari mulut abang gue. "Apa gunanya daddy kamu mati matian nyari uang? Anna aja pakai gaya jadul kayak gini, ini sih nggak bakalan menghabiskan uang seratus ribuan" nah mommy gue mulai emosi, nampaknya sifat asli mulai bangkit lagi.
"Iiihhh nyak, nggak boleh gitu" gue sengaja panggil nyak supaya mommy gue lupa sama masalah tadi. "Nyak nyak, panggil mommy ana!" apalagi ini, mommy gue melotot tidak suka dengan panggilan itu.
Daddy menyeruput teh panas nya dan mommy mulai menghidangkan makanan untuk kami. Oh iya, gue hampir lupa, gue juga punya kebiasaan manggil nyokap gue sama bokap dengan panggilan yang sesuai dengan mood gue. Dan asyiknya lagi mereka nggak pernah setuju dengan panggilan itu. Hehe rasanya puas sekali melihat wajah tak berdaya mereka, gue memang yang paling pandai berdebat di rumah gue makanya nggak heran mereka kesulitan melawan gue.
"Anna, daddy akan berangkat ke Amerika nanti siang" Daddy melihat gue yang tengah sibuk memasukkan makanan ke mulut gue. "Iya daddy, anna tau" gue jawab seadanya karena gue nggak tau apa rencana kali ini.
"Anna, mommy sama Daniel juga ikut"
"uhuk uhuk" gue tersedak guys. Ya iyalah ini benar benar mengejutkan. "Kok mommy ikut dad?" gue melihat mereka dengan sorot sedih.
"Mommy akan membantu daddy menjalankan perusahaan yang baru"
"Terus anna sendirian dong disini"
Gue menekur lama, memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗