
"Gaby, gue mau kasih sesuatu sama loe"
"Apa?" Anna mengubah arah duduknya. Hal itu tak luput dari pandangan Dean.
"Nih" James mengeluarkan sekantong coklat, Anna terbelalak melihat begitu banyak coklat sampai mulutnya menganga.
"Serius buat gue?" Anna bertanya dengan tidak percaya. James tersenyum senang melihat Anna yang menerima pemberiannya.
"Iya Gaby" James memperlihatkan giginya yang rapi.
Dean keluar dari kelas sambil membanting pintu kelas dengan keras. Membuat Anna dan yang lainnya terlonjak kaget. Bella menatap sinis kepada Anna. Bella punya masalah apa sih sama gue, natap sinis mulu.
"Gaby"
"Iya"
"Makan coklat nya sedikit sedikit aja ya, nanti gigi loe rontok makin jelek deh"
Anna mencubit perut James dengan keras membuat si empunya mengaduh kesakitan.
"Jimmy, apa loe pikir gue ini jelek?" Anna memelankan suaranya. James menatap Anna dengan tatapan heran.
"Kok loe nanya gitu? Emang loe nggak merasa jelek?" James sengaja membuat Anna kesal. "Loe beneran nganggap gue jelek?" Anna bertanya dengan raut wajah yang sedih. James kikuk mendapati respon Anna terhadap candaannya.
"Jimmy, gue kasih tau loe rahasia gue ya" Anna melihat ke sekitar, tidak ada yang memperhatikan mereka saat ini.
"Apa?"
"Gue sebenarnya cantik Jim" Anna membuka kacamatanya membuat James membelalakkan matanya.
"Loe bisa liat gue tanpa kacamata?" James semakin penasaran.
"Bisa lah, mata gue normal kali, kacamata ini di design khusus oleh dokter" Anna memakai kacamata kembali.
"Terus kok loe pake kacamata?"
"Gue nggak bisa cerita ke loe untuk sekarang"
James mengangguk angguk, "Lain kali ya By" Anna membalas permintaan James dengan senyuman.
Tak lama guru datang dan diikuti Dean di belakangnya.
"Selamat pagi anak anak"
Mereka memperhatikan guru yang mengajar dengan serius.
Selesai belajar, "Anna sama Dean ikut ibu ke kantor ya!"
Bella menatap Anna dengan tatapan yang tidak suka. Bella secara terang terangan menatap Anna, hal itu tak luput dari penglihatan James. Berbeda dengan Anna yang tak menghiraukan tatapan Bella.
"Iya bu" Anna menjawab dengan sopan. Anna bergegas berdiri di susul Dean di belakang nya.
Ibu guru duduk di kursinya begitu mereka sampai di dalam kantor. "Anna, Dean bapak kepala sekolah berpesan kalau kalian berdua akan ikut lomba cerdas cermat matematikaΒ hari Senin" Anna dan Dean terkejut mendengar berita yang baru saja mereka dengar.
"Ibu, bukankah hanya tinggal tiga hari lagi bu, Anna belum ada persiapan sama sekali" Anna menjawab dengan sopan.
"Pihak sekolah meminta maaf karena terlambat memberi tahu berita ini, kami berharap Anna sama Dean bisa mengikuti lomba ini"
"Saya ikut bu" Dean menjawab dengan santai. Dean ingin segera berbicara dengan Anna.
"Anna gimana?"
"Ikut aja deh bu" Anna menunduk.
"Ibu yakin kalian bisa, kalian boleh pergi" Ibu guru tersenyum.
Anna pamit kepada ibu guru dan bergegas keluar dari kantor.
"Anna tunggu" Dean mempercepat langkahnya setelah pamit kepada ibu guru.
Anna tidak mendengarkan ucapan Dean dan tetap berjalan.
"ANNA" Dean menarik tangan Anna dan membawanya ke rooftop. Anna kewalahan menyeimbangi langkah kaki Dean. Anna meringis kesakitan saat Dean melepaskan tangan Anna. Terlihat tangan Anna memerah.
"Kenapa?" Anna bertanya dengan nada jutek. "Harusnya gue yang nanya sama loe Na"
"Apa yang mau loe tanyain sama gue?" Dean terkejut mendengar ucapan Anna apalagi Anna ngomong pake bahasa loe gue.
BERSAMBUNG πππ
Budayakan RLCS ya readers! πππ
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! π€π€π€