What's Wrong With Destiny?

What's Wrong With Destiny?
Episode 37



Seperti janji yang sudah di ucapkan oleh James, Anna melakukan perawatan terhadap kulitnya di temani oleh James. Anna menerima dengan senang hati perlakuan dari James, namun Anna tidak merasa berdebar sedikitpun ketika dia berdekatan dengan James, bahkan berpelukan sekalipun Anna tidak merasa canggung.


Anna hanya merasa nyaman saat bersama James tidak lebih. Hari ini perawatan terakhir bagi Anna, sebenarnya hanya butuh waktu dua hari untuk menyembuhkan luka bakar itu, mengingat Zabrina dan James mendatangkan perawat khusus dengan harga yang fantastis, tapi James bersikukuh agar wajah Anna harus mulus sempurna.


Selesai perawatan Anna tidur siang karena nanti malam pesta pertunangan nya akan di gelar. Anna tidak mau ambil pusing mengenai persiapan acara itu sedikit pun, hanya James yang terkadang mengatur semuanya.


Adam tersenyum tipis melihat putrinya yang masih bersikap acuh tak acuh padahal dia akan tunangan nanti malam. Liana juga tampak sibuk menata bunga di sudut mansion, sebenarnya para pelayan menyuruh agar Liana tidak ikut, namun naluri seorang ibu membuat Liana tidak tega membiarkan pelayan mengurus semuanya.


Daniel dan Megan saat ini sedang bepergian dan akan kembali malam hari.


Selesai menata ruangan dengan sebaik mungkin, Liana naik ke lantai tiga, ya pesta pertunangan Anna di gelar di mansion Zabrina.


Zabrina mengancam Liana dan Adam, jika pesta tidak di adakan di mansion nya maka Zabrina tidak akan membiarkan Liana maupun Adam untuk menghadiri acara itu.


Anna terbangun dari tidurnya karena elusan lembut dari tangan Liana.


"Sayang, bangun! Acara sebentar lagi dimulai" Liana mengelus kepala Anna dengan lembut. Anna sebenarnya masih sedikit kecewa dengan sikap maminya. Setetes air mata meluncur di pipinya. Liana panik setengah mati.


"Anna sayang, maafin mami" Liana menatap wajah Anna dengan perasaan bersalah.


Selepas Anna pergi meninggalkan nya malam itu, Liana tak berhenti menangis di kamarnya, meratapi kesalahan yang baru saja dia buat kepada putri tercinta nya.


Setelah mendapat telepon dari Zabrina barulah Liana berhenti menangis. Adam tidak berusaha untuk membujuk istrinya karena dia juga bersedih karena perbuatan nya.


Anna makin mengeraskan tangisannya. Anna duduk sembari membuka matanya perlahan. "Mami" Liana langsung memeluk tubuh putrinya.


***


Anna menatap dirinya di pantulan kaca, wajahnya menyiratkan ekspresi tidak percaya yang lekat. Anna begitu cantik malam ini, Anna memakai gaun merah menyala di padukan dengan stileto senada.


Di leher Anna tersemat kalung berlian putih menambah glamour sosok putri yang tengah berdiri di samping James yang tak kalah tampan. Rambut Anna di gerai sebagian dan dibiarkan terlepas di bagian belakang.


James tidak ingin mengalihkan matanya dari wanita cantik yang tengah tersenyum ke arah tamu, wajah lugu dan cupu yang menghiasi wajah Anna saat pertama kali mereka bertemu sudah hilang entah kemana.


Selesai prosesi ceremonial James mengecup kening Anna lama membuat para tamu bersorak riuh. Kini saatnya bersenang senang. Anna dan James mendekati beberapa petinggi perusahaan.


Justine melambaikan tangan nya kepada Anna. James mengangguk memberi Anna izin agar dia menemui Justine.


Setelah Anna mendekat Justine menatap Anna sambil tersenyum.


"Dia pria yang lebih kaya rupanya" Justine bicara dengan logat amerika kentalnya. Anna tersenyum tipis. "Ck! Kau sudah tau ternyata, tentu saja aku akan memilih pria yang lebih kaya, aku yakin kau belum tentu bisa memenuhi kebutuhan ku"


Justine dan Anna tergelak setelah Anna mengucapkan alasan klasik nya.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂


Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉


Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗