What's Wrong With Destiny?

What's Wrong With Destiny?
Episode 24



Ketika mereka hendak keluar Anna melihat dua orang yang tidak asing baginya sedang bermesraan di tempat umum. Anna berhenti untuk memastikan. James tidak sadar kalau Anna tidak mengikutinya lagi seketika panik. James menoleh ke belakang.


"Ada apa?" James menghampiri Anna dengan raut keheranan. "Bukannya itu Iris sama Fatan?" James mengikuti arah telunjuk Anna.


"Iya"


"Lah kok bisa? Kok mereka kayak pacaran gitu?" Anna berpikir keras.


"Emang mereka pacaran kok, udah ah" James menarik tangan Anna keluar dari supermarket.


"Tapi kan Fatan pacaran sama Amel Jimmy"


"Emang, biarin aja Anna"


"Nggak bisa gitu dong Jim, Amel itu sahabat gue"


"Sahabat yang tidak di anggap"


Buliran kristal jatuh membasahi wajah Anna, bukan karena perkataan James melainkan Anna teringat kepada Dean dan perkataan Bella bahwa dia adalah pacar yang tak di anggap. Anna terisak pelan membuat James panik.


"Ga-gaby, maaf" James menggenggam tangan Anna.


Anna menggeleng, "Loe nggak salah, gue cuma teringat sama Dean" Anna menghapus air matanya. James menghela napas berat.


"Udah dong nangisnya, pakai ini!" James mengulurkan helm kepada Anna.


Anna masih menangis, James memasangkan helm di kepala Anna dan menghapus air mata Anna.


"Udah ya, kamu nggak pantas nangis buat cowok brengsek kayak dia" James menangkup wajah cantik Anna.


Anna melepaskan tangan James dari wajahnya dan naik di atas motor James. Motor James melaju di tengah kota yang ramai. Anna mengernyit heran, setaunya ini bukan jalan menuju apartemen nya.


"Nanti loe bakalan tau, pegangan yang kuat, gue mau nancap"


Anna memeluk pinggang James dengan kuat ketika dia merasa laju motor James semakin kencang. Anna heran dengan sikap James akhir akhir ini, dia bahkan tak jarang memperlihatkan sikap peduli kepada Anna, yang menjadi tanda tanya bagi Anna adalah James hanya memperlihatkan sikap itu untuk nya. Sementara kepada yang lain James lebih cenderung datar.


Anna merasakan motor yang mereka kendarai melambat. "Kita sudah sampai?" Anna mengedarkan pandangan nya.


Hal pertama yang dilihat Anna adalah hamparan ilalang yang melambai lambai di tiup angin seakan memanggil Anna agar menghampirinya. Anna terkagum melihat pemandangan yang di suguhkan di depan matanya.


Anna berlari ke hamparan itu setelah menyerahkan helm kepada James. Bibir Anna tak berhenti berdecak kagum menikmati indahnya ciptaan Tuhan. Sepertinya tempat itu tak pernah dijarah oleh manusia. Hal itu terbukti bahwa tak ada jejak apapun di sana selain kaki Anna.


"Loe suka tempat ini?" James mengikuti langkah Anna sebelumnya takut jika merusak keindahan alam itu. Anna mengangguk kuat. Secercah senyum terbit di bibir James melihat Anna yang begitu menikmati.


"Kok loe bisa tau tempat kayak gini?" Anna menolehkan kepalanya ke atas. "Gue dulu sering ke sini By" James memperhatikan Anna yang merentangkan tangannya menikmati hembusan angin.


"Loe ke sini sama siapa?" Kali ini Anna menoleh ke James. "Sendiri" James tercekat.


Anna terkejut melihat raut kesedihan terpancar di wajah James. Anna senyum kepada James seolah memberi kekuatan Kepada James.


"Loe orang pertama yang gue bawa ke sini" James mengusap kupluk Anna pelan. Bibir Anna sedikit terbuka mendengar ucapan James. Setelah itu Anna tidak bertanya lagi.


Setelah lama menikmati keindahan hamparan ilalang itu mereka memutuskan pulang karena senja sudah mulai tampak pertanda malam kan tiba.


BERSAMBUNG 🙂🙂🙂


Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉


Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗