
Anna yang melihat neneknya berpihak kepada nya langsung menangis terisak. James memeluk tubuh Anna dari belakang. Anna berbalik dan membenamkan wajahnya di dada James seraya sesegukan.
"Kenapa kau memperlakukan cucuku seperti itu? Apa karena gadis matre ini?" Zabrina_nenek Anna menunjuk Megan.
"Aku hanya sedang mengajari putri ku Ibu" Liana berkata dengan wajah tanpa dosa.
"Apa kau sering mengajari cucuku dengan fisik? Itu tidak akan membantumu dalam mendidik putra putri mu Liana" Adam tidak berani menatap mata ibunya.
Plak
"Itu karena kau menampar cucuku Liana"
Zabrina menatap Adam dan segera melayangkan tangannya sebanyak dua kali ke pipi sang anak. "Ku dengar kau menampar cucuku di depan semua temannya"
Zabrina melihat ke arah Daniel, "Ne-nenek, kau baik baik saja? Maksudku, ah tidak nek, maaf kan aku" Zabrina berbalik membuat Daniel bernapas dengan lega. Mereka sangat menghormati Zabrina karena itu mereka agak takut kepada Zabrina.
"Kau harusnya tidak menginjakkan kaki di keluarga Mackenzie Megan, ah menyebut nama mu saja membuat ku hampir muntah" Zabrina pura pura seperti seseorang yang mual membuat Anna sedikit tersenyum di dalam pelukan James.
"Hei tuan Scott, ambil koper Anna! Kita akan tinggal di rumah ku" James mengangguk sebagai balasannya.
"Ibu"
"Apa? Kau bahkan tidak becus merawat cucuku Adam"
Zabrina berlalu dari hadapan mereka semua dan James mengikuti langkah Zabrina sambil membawa koper miliknya dan milik Anna.
Anna yang tersadar dia tertinggal dari neneknya langsung berlari kecil mengejar Zabrina.
Wajah Megan terlihat pucat pasi setelah mendengar ucapan Zabrina sementara Liana masuk ke kamarnya entah apa yang di pikirkan oleh nya. Adam masuk ke ruang kerja nya sedang Daniel pergi begitu saja, Megan menatap seisi rumah dengan geram.
***
"Tuan Scott aku perlu bicara dengan mu" James mengangguk samar.
"Aku di sini saja Cantika" Anna mengedipkan matanya dengan manja seakan merayu Zabrina.
"Apaan itu cantika?"
"Ish nenek, apa nenek tidak merasa cantik lagi?" Anna menatap sebal, sebenarnya Zabrina tau maksud cucunya namun kali ini ia perlu bicara dengan serius dengan James.
"Nenek hanya sebentar sayang!"
"Nenek tidak cantik lagi, keriput" Anna berdiri dengan kesal. Zabrina tersenyum menatap cucu nya yang tidak pernah berubah.
"Tuan Scott maafkan aku jika aku lancang, tapi aku hanya ingin yang terbaik bagi cucu ku"
James hanya mengangguk, kali ini aura ceo begitu melekat dari dalam tubuhnya.
"Aku tidak akan memaksa kau mencintai cucu ku, aku juga tau cinta tidak bisa dipaksakan, tapi tolong bersikaplah seperti kau mencintai cucuku"
"Nyonya Zabrina, aku mengerti maksud mu, tapi bolehkah ku katakan kalau aku mencintai cucu mu, aku hanya belum berani untuk mengungkapkan nya, aku takut kalau Gaby, ah maksud ku Anna merasa canggung jika aku mengungkapkan perasaan ku" Zabrina terbelalak mendengar penjelasan James.
"Lebih bagus jika kau mencintai nya, tapi aku belum pernah mendengar kalau kau mengungkapkan perasaan mu"
James tersenyum tipis, "Aku memang belum mengatakan kepada siapa pun Nyonya Zabrina"
Anna yang merasa bosan langsung duduk di dapur begitu melihat susu coklat yang masih panas di atas meja. Segera Anna mendekati objek yang menjadi sasaran Anna.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗