
Dean melirik James dan Anna dari pojok lapangan, Dean mengepalkan tangannya dengan kuat. Anna menoleh sekilas dan langsung mengalihkan pandangannya. James mengikuti arah pandangan Anna dan segera menuntun Anna agar melakukan pemanasan.
Setelah pemanasan semua siswa dan siswi pergi ke kandang kuda di belakang sekolah.
Sesampainya di belakang sekolah Iris sengaja mendorong bahu Bella sehingga Bella terjatuh di tubuh Dean. "Loe nggak apa apa?" Dean menahan tubuh Bella membuat para siswa bersiul.
"Kalian berdua emang cocok banget tau" celetuk salah satu siswi. Yang lain ikut membenarkan membuat Bella salah tingkah. Dean melirik Anna, namun Anna memutar bola matanya seakan muak dengan mereka berdua. Bibir Dean sedikit naik, loe masih suka sama gue Anna, tunggulah sebentar lagi, gue janji.
James menangkap wajah tidak bersahabat dari Anna, "Mau naik kuda yang mana?" Anna mendongak. "Terserah loe" Anna mengangkat bahunya. "Kok terserah gue? yang naik kan elo" James mulai melirik kuda kuda itu.
"Gue kan ikut sama loe" Anna memonyongkan bibirnya, James terkekeh dan mencium puncak kepala Anna sambil menatap Dean dengan tatapan provokasi.
"Pilih sesuka hati aja" Anna mengecup bibir James sekilas membuat James tersenyum lebar. Dean memalingkan wajahnya. "Nggak usah pamer kemesraan deh kambing" Arya menunjukkan jari tengahnya di antara wajah Anna dan James. Mereka bertiga tertawa.
"Arabian horse?" James bertanya sambil melihat lihat kuda yang bagus. Anna menggeleng sebagai jawabannya. "Okay, Andalusian Horse?" James berjalan hendak membuka gelanggang Andalusian Horse namun di cegah oleh suara Anna. "No" .
"Terus maunya apa?" Anna tetap menggeleng. James mengerutkan keningnya. "Ini pilihan yang terakhir, Quarter Horse" James membuka gelanggang Quarter Horse. "No Jimmy".
"What's going on?" James tetap menggiring kuda itu keluar. "Loe kok milih kuda yang tingginya selangit" Anna menghentakkan kakinya dengan kesal. "Lebay" James menarik tangan Anna namun Anna menahan tubuhnya agar tidak bisa bergerak.
"Gue nggak mau kuda yang tinggi" Anna mencoba melepaskan pegangan tangan James.
James melepaskan tangan Anna dan segera mengangkat tubuh Anna seperti karung beras dan menggiring kuda ke lapangan hijau. "Jiiiimmmmmmyyyyy, turunin gue" suara teriakan Anna membuat semua orang menoleh ke arah mereka. Tak terkecuali Dean.
Arya tertawa terbahak bahak melihat Anna dan James.
James menurunkan Anna. Tanpa memberi waktu untuk Anna menyadari hal yang baru saja terjadi James segera menaikkan Anna ke atas kuda lalu menyusul Anna. Mereka berdua naik di atas kuda yang sama.
"Pak udah boleh jalan?"
"Silakan! bapak hanya mengamati dari sini" Pak Beni bicara dengan sopan. Tidak seperti biasanya.
Dean mendengus kesal melihat Anna, dan segera mengambil Arabian Horse lalu menyusul Anna dan James.
Dean memperhatikan kelihaian Anna dalam menunggang kuda. Aura yang ditampilkan Anna bukanlah aura orang biasa, meskipun mereka naik kuda berdua namun Anna bisa menjaga keseimbangan kuda itu.
Setelah berjam jam naik kuda, Anna tertidur sambil bersandar di dada James. James menghentikan kuda di tempat istirahat, yang lain sudah pulang, hanya tinggal Anna, Dean, James dan Arya.
James tampak kebingungan. "Sini gue tolongin!" Arya menarik tangan Anna namun keseimbangan kuda terganggu. Dean dengan sigap menarik tubuh Anna sedangkan James segera melompat.
Anna tetap tertidur nyenyak membuat Dean tersenyum tipis.
BERSAMBUNG 🙂🙂🙂
Budayakan RLCS ya readers! 😉😉😉
Read, Like, Comment, & Share. Terima kasih banyak udah mampir ke sini. Lain kali mampir lagi ya! 🤗🤗🤗