Unreasonable Ceo

Unreasonable Ceo
Bab 49



Bab 49


Pertemuan pertama Naomi dengan Alrick, memberikan kesan yang mendalam di hati Naomi. Ia senyum senyun sendiri, mengingat pertemuannya dua jam yang lalu bersama Alrick.


"Non Naomi!!!"


Sayup sayup Naomi mendengar suara yang memanggil namanya. Namun ia tidak memperdulikannya, Naomi asik dengan khayalannya tentang Alrick dan berharap suatu hari nanti ia bisa bersama sama dengannya.


"Dia manusia yang paling tampan, yang pernah aku temui selama di dunia manusia." Gumam Naomi seraya tengadahkan wajahnya menatap langit dan tersenyum mengembang.


"Nona!!"


Naomi mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Paman Chireng, paman Basreng pasti sedang mencariku.." katanya lalu tertawa terkekeh.


"Nona!"


Naomi terkejut, tiba tiba Chireng dan Basreng sudah berdiri di hadapannya.


"Paman?"


"Ya ampun, kami dari tadi mencarimu." Kata Basreng seraya menepuk keningnya.


"Paman, aku bukan anak kecil lagi yang harus kalian ikuti sepanjang hari." Protes Naomi lalu berdiri.


"Nona, masalahmya ini sudah perintah tuan Bram dan tuan Arkana." Jawab Basreng.


Naomi melangkahkan kakinya, di ikuti Basreng dan Chireng.


"Sesekali kalian membangkang tidak masalah bukan?" Tanya Naomi menoleh ke arah Basreng sekilas.


"Nona, masalahnya-?"


"Ahh dari tadi nasalah masalah terus. Ayo kita pulang, aku lapar." Potong Naomi lalu berlari meninggalkan Basreng dan Chireng.


"Apa yang di katakan nona ada benar juga, bagaimana menurutmu?" Tanya Basreng melirik ke arah Chireng.


"Kau tinggal pilih, berakhir jadi Basreng gosong atau Basreng bakar?" Tanya Chireng seraya melangkahkan kakinya.


Basreng menggaruk kepalanya, termenung sejenak.


"Bukankah gosong dan di bakar sama saja? Sama sama gosong?" Basreng tertawa terkekeh membayangkan dirinya gosong terkena petir Bramantio dan Arkana.


"Hey tunggu!" Basreng berlari cepat mengejar Chireng dan Naomi.


***


Hari berikutnya tanpa sepengetahuan Basreng dan Chireng, Naomi pergi menemui Alrick sesuai janji. Mereka akan bertemu di sebuah taman tak jauh dari rumah Alrick.


Alrick mengangguk cepat.


"Iya, aku sering datang ke sini kalau tidak ada pekerjaan penting." Jawab Alrick, matanya menatap setangkai bunga mawar merah di hinggapi kupu kupu.


"Pantas saja kamu hapal." Kata Naomi ikut memperhatikan arah pandang Alrick.


"Apa kau pendatang baru? taman ini sudah populer di sini." Jelas Alrick, melirik ke arah Naomi.


"Iya, aku-?"


"Kau suka bunga itu?" Potong Alrick sebelum Naomi menjawab, Alrick berdiri menghampiri bunga mawar tersebut lalu memetiknya. Setelah itu ia bawa bunga itu pada Naomi.


"Kenapa kau petik?" Tanya Naomi menatap bunga di tangan Alrick.


"Buat kamu, ambil.."


Naomi mengambil bunga mawar di tangan Alrick. Namun duri bunga mawar tersebut melukai jari telunjuk Naomi.


"Ah...!" Darah menetes di jari Naomi.


Alrick diam mematung saat melihat darah menetes di jari Naomi. Aroma anyir darah yang tak biasa terasa menyengat hidung Alrick.


"Kau kenapa?" tanya Naomi tengadahkan wajah menatap Alrick sekilas lalu meletakkan bunga mawar di atas bangku. Darah yang menetes di jarinya ia usap dengan ujung pakaiannya.


"Darah ini..." ucap Alrick pelan.


"Kamu bilang apa?" tanya Naomi menatap bingung lalu ia berdiri berhadapan dengan Alrick.


"Kau...?" Gumam Alrick menatap wajah Naomi lalu tengadahkan wajah menatap langit yang tiba tiba mendung.


"Ada apa ini?" Naomi memperhatikan sekitar taman, ia merasakan beberapa pasang mata tengah mengintai.


"Sebaiknya kita pergi sekarang!"


Alrick menarik tangan Naomi, lalu mereka berdua berlari secepatnya meninggalkan taman.


"Ayo masuk!" Alrick memaksa Naomi masuk ke dalam mobil, di susul Alrick.


"Katakan padaku ada apa?" Tanya Naomi bingung.


"Entahlah, lebih baik kau pulang. Aku akan mengantarkanmu," jawab Alrick tanpa menjelaskan apa yang menjadi kebingungan Naomi.


Sepanjang jalan Naomi hanya diam, begitu juga dengan Alrick yang sibuk dengan pikirannya.


"Bau darah itu..ini tidak mungkin.." gumam Alrick dalam hati.


"Kenapa Alrick wajahnya terlihat pucat?" batin Naomi seraya melirik sesaat ke arah Alrick.