Unreasonable Ceo

Unreasonable Ceo
Bab 39



Sejak Quinsha mengetahui kalau usaha yang selama ini ia kelola bukanlah obat obat-an biasa. Akhirnya ia menutuskan menutup usahanya dan membakar semua obat yang tersisa dan menariknya dari peredaran. Apa yang di lakukan Quinsha menarik perhatian awak media, dan pihak berwajib untuk menyelidiki perusahaan yang Quinsha pimpin.


Namun berkat Arkana dan Chi Reng, pihak berwajib mengalami kebuntuan untuk meneruskan penyelidikan terhadap perusahaan yang di kelola Quinsha. Tetapi, sepak terjang Quinsha mengundang perhatian Ferro Belucci.


Pada saat Quinsha. Arkana, dan Chi Reng, tengah membakar obat obatan yang tersisa di gudang pabrik. Tanpa mereka sadari, sekelompok pria bersenjata telah mengepung lokasi tersebut, dan siap menembak dalam jarak yang sangat dekat.


"Plok plok plok!!"


Quinsha, Arkana dan Chi Reng, menoleh ke arah sumber suara.


"Bagus sekali, Nona Quinsha!"


"Tuan Ferro?" sapa Quinsha.


"Lancang sekali kau mengacaukan semua outfit dan perusahaan di bawah kendaliku!" seru Ferro dengan nada mengancam. "Kau rasakan akibatnya menantangku, Quin!"


"Klikk!!"


Sekelompok pria yang sudah mengepung mereka bertiga, mengangkat senjata apinya, menarik pelatuk dan menunggu aba aba Ferro.


Arkana, Chi Reng, menarik tangan Quinsha. Supaya lebih dekat, dan memudahkan mereka melindungi gadis itu. Tatapan mata mereka tajam dan mewaspadai setipa gerakan.


Hanya dengan satu jentikan jari Ferro, memberikan kode kepada anak buahnya untuk menembak mati Quinsha, Arkana dan Chi Reng. Bersamaan dengan mereka menarik pelatuk, puluhan peluru melesat ke arah mereka bertiga.


Sementara Arkana dan Chi Reng, segera mengangkat kedua tangan mereka masing masing ke depan, telapak tangan melebar. Menahan peluru untuk tetap berada di di udara mengambang.


Ferro membelalakkan matanya memperhatikan kemampuan yang di keluarkan Arkana dan Chi Reng.


"Sial! rupanya mereka bukan manusia. Tapi bagaimana mungkin, Quinsha manusia bisa berteman dengan mereka?" tanya Ferro dalam hati.


"Tuk tuk tuk!!"


Peluru yang mengambang di udara, berbalik menyerang sekelompok orang tersebut, tepat mengenai kening masing masing. Bersamaan dengan satu persatu pria tersebut ambruk ke bawah, darah segar mengalir di kening mereka masing masing.


Namun, di luar dugaan Arkana dan yang lain, ternyata Ferro bukanlah manusia. Tetapi dari klan werewolf silver. Puluhan serigala berwarna hitam, bermunculan dari segala arah mengepung mereka bertiga.


"Serang, habisi mereka semua!!" Ferro memberikan perintah.


Brukkk!!


Tiga ekor serigala berwarna hitam menabrak Arkana hingga terpental jauh. Serigala lain mendekati siap menancapkan taringnya ke tubuh Arkana. Chi Rheng yang berada dekat Quinsha memejamkan mata, tangannya terbuka. Sebuah tombak tercipta dan secepat kilat Chi Reng melemparkan tombaknya ke arah serigala itu dan tersungkur bersimbah darah. Tapi sebuah cakaran serigala lain mendarat dipunggung Arkana, darah keluar dengan deras dipunggung Arkana, dengan secepat kilat Arkana bangun dan menubruk serigala itu dan menancapkan pisau tepat didada serigala itu.


Sementara Chi Reng dan Quinsha kewalahan menghadapi puluhan serigala, cakaran serigala mendarat diperut dan punggung Chi Reng. Darah segar membasahi tubuhnha namun Chi Reng terus melawan hingga terpojokkan, Arkana menatap ke arah Chi Reng dan Quinsha mencoba bangun dan itu dimanfaatkan tiga serigala lain yang baru saja datang menabrak tubuh Arkana tapi berhasil dihalangi Quinsha hingga terpental jauh dan menabrak pohon besar.


Saat sepuluh serigala menyerang bersamaan ke arah Chi Reng dan Quinsha. Arkana melompat dan menancapkan tombaknya dan berhasil membunuh dua serigala sekaligus.


Namun delapan serigala lain berhasil mencabik tubuh Chi Reng secara bersamaan, dengan sigap Chi Reng bangun dan menghantam serigala itu dengan sebuah kayu balok dan menghantamnya sekaligus satu berhasil Chi Reng bunuh tapi tujuh lainnya berhasil melukai Chi Reng.


Meskipun mereka sudah bersimbah darah dan kewalahan namun mereka tetap berusaha untuk melawan, nafas mereka tersengal sengal menatap puluhan serigala yang siap menerkam, Arkana memeluk tubuh Chi Reng dan satu tangan lainnya mencoba melindungi Quinsha.


"Cratttsss bleddarrrr!!!


"Bram..." ucap Chi Reng lemah.


"Bram? tapi di mana dia? aku tidak melihatnya?" tanya Quinsha, matanya menatap langit mencari keberadaan pria itu.


Namun Bramantio tidak nampak sama sekali, hanya petir yang bergemuruh terus menyambar sekelompok serigala hitam itu tanpa sisa.


Satu terjangan tak terduga datang dari dari serigala berukuran paling besar yang tak lain perwujudan Ferro, hingga tubuh Quinsha tersungkur dan terseret cukup jauh.


"Quin!!" teriak Arkana dan Chi Reng bersamaan.


Arkana bangun dan merapalkan mantra sebuah energi hitam berbentuk kelelawar datang tiba tiba sekitar ratusan kelelawar menyerang serigala serigala dan menghisap darahnya hingga tewas.


Chi Reng tak tinggal diam, dia pun mengulurkan tangannya dan membuat simbol, menggunakan sihir hitamnya dan sebuah pengendalian jarak jauh.


Tanah yang Ferro pijak tiba tiba saja bergetar, dalam tanah tumbuh sulur yang berukuran besar dipenuhi duri duri panjang mencengkram tubuh Ferro dengan kuat. Ferro berusaha untuk melepaskan diri, tapi usahanya gagal. Karena fikiran Ferro yang tak fokus selalu melihat ke atas langit menghindari petir yang datang menyambar.


"Aahhhk!


Quinsha mendengar teriakan dari mulut Ferro, ia bangkit dan berlari dengan sisa tenaganya mendekati Arkana dan Chi Reng.


Arkana dan Chi Reng maju bersamaan menerjang Ferro.


"Bukkk!!!


Satu tendangan keras mendarat dipunggung Arkana dan Chi Reng secara tiba tibahingga tersungkur.


"Bukkk!!


Satu bantuan datang dari klan iblis demon white, berhasil menyelamatkan Ferro dari cengkraman sulur tersebut.


Dengan seketika sulur sulur yang mencengkram Ferro pun terlepas dan menghilang. Ferro bangun dan berjalan tertatih mendekati ketua klan iblis Demon White. Kemudian memerintahkan anak buahnya menghabisi Arkana dan yang lain.


Puluhan Iblis menyerang secara bersamaan, salah satu Iblis berhasil melukai Quinsha hingga tak sadarkan diri. Arkana dengan sigap menebas kepala iblis itu dengan balok kayu, lalu menggendong Quinsha supaya menjauh dah darah miliknya tidak di hirup oleh para iblis.


Hosh! hosh ! napas Arkana tersengal sengal dan mencoba tetap kuat berdiri menggendong tubuh Quinsha menatap ke arah sosok yang menerjang mereka.


Arkana dan Chi Reng mengumpulkan sisa tenaganya dan merapalkan mantra, tangannya dilipat di dada lalu di ulurkan ke atas langit menyambut petir milik Bramantio yang di kirimkan dari dimensi lain.


crattt bleddarrr!!!


Seketika langitpun gelap dan bergemuruh.Petir menyambar dan menghantam pasukan klan iblis demon white. Jeritan pilu dari pasukan iblis tetdengar memekakkan telinga. Mereka tewas hancur menjadi debu namun sialnya, Ferro berhasil melarikan diri di bantu ketua klan iblis tersebut.


Chi Reng menoleh ke arah Arkana. "Rupanya Bramantio mengawasi Quinsha meskipun dari jarak yang sangat jauh."


"Kau benar, sebaiknya kita pergi dari sini. Aku sudah tidak kuat lagi," ucap Arkana menahan rasa sakit di tubuhnya.


Chi Reng menganggukkan kepalanya, dengan menggunakan meringankan tubuhnya. Mereka berdua berlari membawa Quinsha meninggalkan tempat.