UHIBBUKI

UHIBBUKI
Fourty One



Fourty one


Happy Reading!!!


Di rumah


Ingin sekali rasanya aku langsung merebahkan tubuh yang terasa lelah ini, sampainya di rumah. Tetapi, sayangnya itu hanya angan-angan karna aku di kagetkan dengan mama yang sudah ada di ruang menonton TV. Dia sedang menikmati segelas minuman, ditemani layar TV yang menayangkan film komedi.


"..Assalamualaikum ma!" jawabku dan Rifqi berbarengan.


"Walaikumsalam!" balasnya dengan senyum ramah.


Aku menghampiri mama lalu mencium punggung tangannya. Tampak wajah mama yang terlihat masih lelah.


"Kalian dari mana?" tanya mama memperhatikan wajahku dan Rifqi bergantian.


"Kita habis main ma! Mumpung masih libur.." bohongku. Mama hanya mengganggukan kepala kemudian beliau meminum kembali segelas teh panas yang masih ada dipegangannya.


"Kalau begitu kalian pergilah istirahat!" perintah mama yang kuangguki. Saat akan menaiki tangga aku menghentikan langkahku mendengar suara mama.


"Rifqi, bisa tolong mama angkatin koper di mobil!" pinta mama setelah meminum tehnya.


Rifqi langsung menuruti perintah mama. Sedang aku menyengir senang karna hanya dia yang disuruh. Langsung aku melanjutkan langkahku menuju kamar.


Tubuhku terasa lengket, akibat tercampurnya keringat dan asap kendaraan. Aku memilih membersihkan diri terlebih dahulu.


Setelah mandi aku langsung melaksanakan sholat isya karna sudah masuk waktunya. Usai sholat dan berdoa kulihat Rifqi sudah tidur diatas kasurku dengan pakaian yang sama saat kami sampai rumah.


Aku berdiri lalu melipat kembali sarung dan sajadahku lalu meletakkannya di tempat semula yang ada di atas sofa kecil.


Kulihat Rifqi yang lagi tengkurap memunggungiku. Kuhampiri dia dan langsung merebahkan tubuhku disamping tubuhnya yang tercium bau tak sedap.


"Lo belum mandi!" kujauhkan diriku dari tubuhnya.


"Belum!" jawabnya dengan malas. Dia masih dengan posisi tengkurapnya dengan menenggelamkan wajahnya ke kasur.


"Mandi gih!" perintahku mendorong tubuhnya agar lekas berdiri.


"Iya.. ini gua mau mandi.." balasnya. Dia lekas berdiri dengan wajah malas, kemudian meninggalkanku.


Aku memejamkan mata sejenak, melepaskan rasa lelah di tubuh. Seketika aku kembali membuka mata. Kuraih HP ku yang ternyada berada di atas kasur. Tempat Rifqi tadi merebahkan diri.


Kucari kontak nama temannya Ela, yang sudah kuberi tanda. Tanpa panjang lebar, aku langsung menekan lambang telepon. Setelah 2 nada, telpon diangkat oleh sebrang.


"Assalamualaikum.." sapaku tanpa menunggu suara sebrang.


"Walaikumsalam.." jawab suara sebrang yang terdengar lembut.


"Maaf, apa benar ini momor Lifi sahabatnya Ela?"


"...Benar, ada apa ya?"


"...Saya..." Aku terdiam. Bingung mengatakan siapanya aku.


"Gua bilang siapanya Ela? Kalau temannya? ...kayaknya gak mungkin. Kalau suaminya? ...emang temannya tau? Kalau enggak gimana? Aishh.. kenapa sebekum nelpon gua gak kepikiran ini.." tanya batinku. Aku menggaruk rambutku yang tak gatal.


"Mas!" sapa suara sebrang yang menunggu jawabanku.


"..Eeee..gini saya suamimya Ela.." jawabku yang akhirnya memutuskan jawaban ini. "Saya ingin bertanya...apa Ela bersama anda sekarang?" tanyaku pelan dengan suara direndahkan.


"...Maaf mas. Saya tidak bersama Ela. Sudah lama saya tidak bertemu dengannya. Terakhir ketemu sebelum lebaran.." jawab sebarang telpon seketika aku terdiam.


"Tidak apa-apa!" balasnya. Setelah menjawab salam dia langsung mematikan HP.


Aku langsung beralih ke nomor kontak temannya Ela yang satunya. Segera aku menekan gambar telpon.


Anehnya tidak ada suara sambungan telpon. Yang terdengar hanya suara emba-emba yang mengatakan kalau nomor tidak terdaftar.


"Bagaimana bisa tidak terdaftar? Apa tadi aku salah salin nomor! Tapi kayaknya tadi udah benerdeh ngetiknya.." gumamku. Aku kembali menelpon nomor tersebut, tetapi tetap sama. Akhirnya karna merasa kesal aku meremas HPku lalu melemparnya kesisi kepala ranjang.


Aku memilih memejamkan mata. Meletakkan kedua tangan diatas mataku.


@@@


Pagi-pagi setelah sholat subuh. Aku menghampiri kamar Rafiq yang ada didepan kamarku.


Kutekan kenop pintu kamarnya. Kamarnya kebuka dan memaparkan Rifqi yang sedang tidur diatas ranjangnya.


Kuhampiri dia lalu merebahkan tubuh disampingnya. "Oii..bangun!" kataku menggoyang-goyangkan tubuhnya.


"Rifqi, bangun! Udah jam 5!" kataku kembali. Kugoyangkan kembali tubuhnya lebih kencang. Mata Rifqi yang awalnya tertutup, sekarang terbuka. Dia menatap kearahku tajam.


"Apaan sih Mas! Gua udah sholat!" ucapnya yang merasa kesal atas tindakanku.


Aku terkekeh melihat ekspresi kesalnya dipagi hari. "Rifqi!" panggilku kembali. Sedang dia kembalj memejamkan mata.


"Heemm.." gumamnya menjawab panggilanku.


Aku mengalihkan tatapanku ke langit-langit kamar Rifqi. "Gua tadi malam udah nelpon temannya Ela, yang namanya Lifi. Katanya dia enggak pernah ketemu Ela. Terus, gua telpon juga temannya yang namanya Asti. Tapi gak nyambung ke orangnya, karna nomornya salah.." ceritaku.


"......" kutengok kearah Rifqi yang tak ada jawaban darinya. Dia malah memejamkan mata dan menganggap cerita yang kukatakan sebagai dongeng tidurnya.


"Oi Rifqi! Gua cerita, kok loh malah tidur.." kataku membangunkannya yang memejamkan mata.


"..Maaf Mas, gua ngantuk.." balasnya yang masih memejamkan mata.


"Gua juga ngantuk kali!" seru Rafiq kesal. "Gua kesini cuman mau minta lo, temenin gua lagi ke kampus Ela.." kataku.


"..maaf Mas, gua gak bisa. Kata mama gua harus persipin kuliah.." katanya dia lalu memunggungiku.


"Cuman bentar doang disana. Abis itu kita langsung pulang.." ajakku kembali.


"Maaf Mas, gua gak bisa!" jelasnya menekan kalimat terakhir.


"Kok lo gitu sih Rifqi? Lomharus bantuin gua, karna lo juga awal dari masalah ini.." kataku dengan sedikit kesal.


"Kalau Mas tetap maksa Rifqi. Mas harus ijinin Rifqi ke Mama.." ungkapnya. Aku lalu beranjak dari kasurnya lalu pergi dari kamarnya dengan emosi.


############################################################


Maaf ya jika banyak typo...


Jangan lupa comment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.


Dan tinggalkan tanda hati.


Jangan lupa vote yang teman-teman.


Terimakasih.