UHIBBUKI

UHIBBUKI
Friend of Research (teman penelitian)



Happy reading!!!


Di kampus.


"Uni kita kapan jalan-jalan lagi kayak 2 minggu yang lalu?" tanyaku pada Uni yang saat ini sedang berkutik dengan leptop.


Selama liburan semester tujuh. Aku focus merefisi kesalhanku saan semprop. Sekarang saatnya bagiku untuk refreshing.


"Jalan-jalan! Sekarang harusnya kita mikirin buat penelitian nanti!" sahut seseorang dari belakangku.


"Lifi kok ngomong gitu. Kita kan selama liburan hanya fokus pada skripsi kita," kataku sedang Uni masih tetap govus dengan leptopnya.


"Elaa! Kampus kita itu setahun cuman sekali ngadain wisuda kalau kita santai-santai sekarang gimana mau selesai skrupsinya. Lebih baik sekarang kita berusaha dulu mengerjakannya selagi mampu," nasihatnya.


"Betul tuh!" timpal Uni yang sekarang sudah menutup leptopnya.


"Iya iya, Terus kalian penelitian dimana?" kataku lesu.


"Di tempat PPL kemaren lah!" seru Uni.


"Harus! Di tempat kemaren?" tanyaku yang mulai bertambah lesu.


"Iya lah Ela. Kampuskan udah nyariin tempat buat kita PPL sekaligus penelitian," jawab Lifi.


"Aku bisa gak ikut penelitian di sekolah kalian?" harapku.


"Mana bisa Elaaa!"


"Terus gimana akunya?" kataku yang mulai sedih.


"Kamu penelitian di tempatmu kemarin saja!" saran Uni yang menurutku bukan saran sama sekali.


"Masa aku penelitian sendiri kayak klian yang jomblo.." terlihat mereka menyipitkan mata kearahku yang membuatku menghentikan perkataanku.


Inilah kebiasaanku yang sering meledek mereka tanpa tau sikon.


"Uni kita pergi aja yo berdua. Kita kan jomblo gak kayak dia yang udah kapel," Liriknya kearahku disela-sela perkataannya.


"Maaf! Jangan marah! Maksudnya jomblo fi sabilillah! Akukan tadi belum selesai ngomong," belaku pada diriku sendiri sambil memberikan cengiran pada mereka.


Terdengan suara ricus dari samping yang membuatku mengalihkan perhatian kearah mereka yang saat ini berbondong-bondong mengelilingin seseorang.


Walaupun di kelilingin tetap saja tubuhnya yang tinggi membuat wajahnya terlihat. Dan yang ternyata orang yang sangat ku kenal.


"Itu Ryan!" seru Uni.


"Katanya dia masuk kelas karyawan? Kok sekarang dia masuk kelas reguler," timpal Lifi.


"Jumpa fens Lifi! Gak paham bangat sih," balas Uni dengan cengiran membuat Lifi tertawa lalu menutup mulutnya supaya tidak terdengar oleh mereka, Walaupun sebenarnya suara mereka lebih berisik tentu menutupi tawa Lifi.


Beda denganku saat ini. Aku tidak tertawa dengan guyonan Uni karena ekpresinya saat berbicara yang lucu. Saat ini aku bingung mengapa Ryan tiba-tiba menghilang sehabis PPL? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah saat itu.


"Haahhhhh," kuhembuskan nafas berat karna bingung. Lalu kuliat kearah kedua sahbatku yang untungnya tidak melihat helaan nafasku.


"Noh dateng capel penelitianmu!" Lifi menunjuk Ryan dengan arahan kepalanya.


"Capel! Emang pacaran! Teman! Lifiii.." kataku tidak terima.


"Haha iya iya bercanda kok,"


"Eh eh si Ryan lihat kearah sini noh," Uni menyenggol lengan ku membuat nengok kearah Ryan yang saat ini sedang menatapku.


Kulihat Ryan digiring ke arah belakang oleh teman prempuannya.


Tidak berapa lama dosen satu-satunya di semester delapan datang memulai mata kuliah.


Kampus kami tidak seperti kampus Negri lainnya, yang dimana saat semester delapan mahasiswa hanya akan focus pada skripsi. Tidak dengan kampus ini yang masih memberi mata kuliah pada siswanya. Walaupun hanya satu mata kuliah kalau dosennya pak Syahrul seperti 5 mata kuliah karna beliau selalu memberi tugas disetiap akhir kuliahnya. Yaaa kadang-kadang sih gak ngasih tugas tapi sebagian besar memberi tugas.


Setelah tiga SKS beliau keluar kelas tanpa memberi tugas. Membuat seklas bersorak gembira.


"Ela! Aku sama Uni mau beli nasi, kamu tunggu ya!" katanya yang kuangguki.


Kulirik kearah belakang yang saat ini terlihat sedang ada wawancara.


Aku tertawa kecil melihat ekpresi Ryan yang kebingungan akan pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan bersamaan seperti.


"Ryan kamu kemana aja?"


"Ryan kok gak balas WA gua?"


"Gua kangen hang out bareng lo lagi!"


"Lo tambah ganteng aja,"


"Lo masih jomblokan selama kita gak ketemu,"


Dan pertanyaan pertanyaan lainnya membuatku menggelengkan kepala.


"Deg!" mataku bertemu dengannya membuat jantungku berdetak kencang. Bukan karna tatapannya tapi karna takit ketahuan aku mengetawainya.


Dengan lihai pelan-pelan aku menggeser iris mataku dan juga arah kepalaku yang awalnya kearahnya kualihkan kearah Tia yang duduk di sampingnya sampai kearah depan.


Kuraih buku yang berjudul ILMU YANG BERMANFAAT lalu melanjutkan bacaan yang telah kutandai dengan note yang di tempel halman yang akan kubaca.


Terdengar suara bangku yang di tarik disampingku.


"Lagi baca buku apa?" tanya Ryan yang saat ini sedang melirik kafer buku yang kupegang.


"Wiss mantap betul baca buku itu. Aku juga punya buku lima sentimeter, hunger games dan beberapa buku lainnya," Katanya terdengar menawarkan novelnya untuk kupinjam.


"Mau ngomong apa?" tanyaku to thr point.


"Iihhhh si Ela masih aja tetap gak bisa di ajak bercanda nih," godanya. Ku balas dia dengan tatap tajam.


"Jangan ngeliat kayak gitu ahh," katanya c. "Ini aku mau ngajakin kamu buat penelitian. Jadi mulai dari sekarang kamu siapin semua dari RPP sampai penilaian-penilaian lainnya," katanya yang sekarang terlihat serius.


" Aku cuman mau nyapein itu aja," Ryan lalu berdiri dan pergi keluar kelas yang diikuti oleh teman sekelas prempuan yang menungguinya.


Ohh iya tadi si Ryan bicara pakai aku kamu atau bukan ya kok gak kayak biasanya. Aku mengedikkan bahuku.


############################################################


Maaf ya jika banyak typo...


Jangan lupa comment yang berkaitan dengan cerita dan like ya supaya saya semangat menulisnya.


Dan tinggalkan tanda hati.


Terimakasih.