Train And Rain

Train And Rain
eps 84



"Lantas,mengapa sekarang kau masih suka sendiri di kegelapan seperti ini dad?" tanya kai lagi


"Aku menyendiri hanya untuk mengenang siapa aku dulu nak,dan untuk mengenang kakekku saja" jawab zikri


Kai mengangguk² pelan dan zikri berujar lagi


"kini kau ada di persimpangan jalan kai,hanya kau sendiri yang dapat memilih jalanmu" ucap zikri dengan tenang


"Terlebih kau akan menjadi pewarisku,jika kau salah memilih,jalan di belakangmu akan hancur sehingga kau tak dapat kembali ke persimpangan itu" sambungnya lagi


"Yeah dad,aku sudah memilih jalanku sendiri,bahkan jika aku salah,aku akan membangun persimpangan


yang aku buat dari reruntuhan jalanku sebelumnya" jawab kai mantap


Zikri tidak menduga jawaban yang satu ini,kai memang amat sangat seperti dirinya dahulu,ia seperti melihat masa kecilnya pada diri kai


"Baguslah,ayo pulang,sudah waktunya makan malam" ucap zikri seraya mengelus kepala kai dan berdiri


Kai pun mengikuti ayahnya dari belakang dan sesampainya di rumah,terlihat istri,ibu,dan ayahnya sudah bersiap hendak makan malam


"Dari mana saja kalian heh?" tanya ayah


"Bukan urusanmu pak tua,setidaknya aku selalu pulang saat makan malam,itu lebih baik daripada aku tidak pulang sama sekali seperti dulu" jawab zikri datar


Ayah pun akhirnya diam dan menyuruh kai dan zikri untuk duduk,setelah itu mereka semua makan tanpa embel² drama lain,setelah makan malam tandas,ayah menyuruh zikri untuk pergi ke taman belakang sebentar dan zikri pun mengiyakan perintah ayahnya itu


"Mengapa kau selalu menjawab perkataanku wahai anak sial*n?" ucap ayah dengan nada bergetar


"Kau lupa yah?aku ini duplikat dirimu,apa yang ada di dalam dirimu juga ada di dalam diriku,


perbuatanku sekarang adalah karma atas kelakuanmu dulu" jawab zikri datar


Ayah yang mulanya sangat marah pun tersentak mendengar jawaban zikri yang sangat tajam,seakan menusuk hati kecilnya,ia pun terpaku melihat wajah zikri yang tanpa ekspresi sama sekali


"Tapi tenang saja yah,aku tidak pernah benar² meninggalkanmu dan bunda sejak dulu,saat aku pergi pun aku selalu mengirim mata² untuk menjaga kalian berdua,bahkan sampai kini,rumah² di sekitar sini merupakan rumah orang² suruhanku untuk menjaga kalian" sambung zikri


Ayah makin terkejut dibuatnya,ia langsung menunduk dan lantas memeluk zikri dengan erat


"M-maafkan ayah nak,ayah selalu memaksakan kehendak ayah padamu.." ucap ayah terisak


"Tak usah meminta maaf yah,kalian tidak pernah salah dan akulah yang sebenarnya bersalah dalam hal ini" jawab zikri dengan ekspresi kosong menatap air mancur


Ayah masih terisak dan melepaskan pelukannya pada zikri,lalu ia berujar


"Kini,apapun yang kau jalani,tidak akan ayah ikut campur lagi didalamnya,kau bebas,sekali lagi maafkan ayah yang kurang peduli padamu nak.." ucap ayah langsung berdiri dan pergi


Zikri sebenarnya ingin membalas pelukan itu,namun ia tak mampu merasakan sedih lagi semenjak ia pergi,ia justru kini membenci perasaan sedih tersebut


"Hm,oke" balas zikri langsung berdiri dan menuju kamar


Setibanya di kamar,ia tak mendapati sang istri di kasur,lalu terdengar suara menangis dari kamar mandi,zikri reflek langsung menuju kamar mandi


'Hoekk..Hoekk..


"Sayang..Kamu kenapa?" tanya zikri panik


"Mual a' ,mulut ana pahit banget" jawab hamna lemas


Zikri segera menggendong istrinya ke kasur dan mengambilkan minyak kayu putih untuknya


"Buka dulu jilbabnya ya.." ucap zikri


Hamna mengangguk lemas dan membuka jilbab yang sudah basah itu,zikri menerimanya dan meletakkan jilbab itu ke kamar mandi kemudian kembali ke kasur


"Sini Aa' pijitin" ucap zikri mengoleskan minyak tersebut di leher dan pundak istrinya


"Udah enakan?" tanya zikri


Hamna mengangguk pelan dan zikri langsung menyuruhnya untuk tidur,namun saat zikri hendak keluar kamar sebentar,hamna memanggil zikri pelan


"Aa' temenin,ana mau peluuukkk" pinta istrinya manja


Zikri pun membatalkan niatnya untuk keluar dan bergegas kembali ke kasur,ia lantas naik ke kasur dan menyelimuti istrinya


Hamna pun memeluk suaminya dan membenamkan wajahnya ke dada sang suami,zikri dengan lembut membelai² pipi dan rambut panjang istrinya itu


"Tidur ya,biar ga lemes lagi.." ucap zikri lembut


"Huum,goodnight aa' " jawab hamna


"Goodnight too sayang" balas zikri


Sebelum tidur ia pun mencium bibir ranum istrinya itu kemudian memeluknya agar hangat


_____


(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)


salam hangat


kikiii