Train And Rain

Train And Rain
eps 68



Setelah selesai melaksanakan ibadahnya,zikri kembali menuju kamar,ia kembali menyelimuti dirinya lagi


"Aa' ,temenin ana olahraga pagi yuk" ajak istrinya seraya iseng memainkan rambut zikri


"ayo" jawab zikri langsung bangun dan tersenyum lebar


"Iiihhh bukan olahraga ituuu,ana mau jalan² pagi a' " ucap hamna yang langsung paham mengapa suaminya langsung cepat² bangun,padahal biasanya lama sekali bangunnya


"Yaaahh" ucap zikri kecewa


"Lagian aa' ga kasian emangnya sama ana huh,udah segede ini masih aja mau ditusuk² mulu" ucap istrinya sembari menunjuk perutnya yang sudah membesar


"hehehe,mau gimana lagi,enak soalnya" jawab zikri tersenyum seperti minta dijitak


"ishh dasar mesum" jawab hamna mencubit pipi sang suami


"yaudah ayoo temeniiinn" ajak istrinya sekali lagi


"Iyaiyaaa,sebentar" jawab zikri berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan mengganti pakaian


**


"Maaf put,mungkin ini yang terbaik" gumam nabil dalam hati


Nabil perlahan mencoba untuk membuat jarak antara ia dan putri,seumur hidup baru kali ini ia merasakan manis dan pahitnya perasaan seperti ini


Nabil mencoba mengalah,ia memang menginginkan putri,tetapi mungkin takdir berkata lain,jadi ia mencoba untuk pasrah..


**


"PUTRII..


Bu salamah terkejut melihat putri menangis terisak di ruang tamu,zain sebenarnya ingin ikut masuk tapi bu salamah menyuruhnya untuk menunggu sebentar di luar


" Kamu kenapa sayang?" tanya ibunya buru² memeluk putri dengan lembut


"P-putri gapapa bu" jawab putri terkejut dan langsung menghapus air matanya


"Beneran ga kenapa²?" tanya ibu lagi


"Iya bu,perut putri cuma sakit banget tadi,makanya nangis,hehe" jawab putri berbohong


"Ada zain di depan,pakai jilbab kamu sana" perintah ibu


Putri pun berjalan menuju kamar dan ibu pun segera mempersilahkan zain untuk masuk


Tak lama kemudian putri pun keluar dari kamarnya,zain langsung bertanya pada putri perihal mengapa ia menangis tadi


"E-ehm gapapa kok kak,tadi perut putri sakit banget,makanya nangis" jawab putri


"Hmm,kakak pernah denger,kalau perut sakit pas lagi menstruasi,lebih baik di kompres pakai air hangat aja put" ucap zain memberi saran


"I-iya kak,nanti putri coba,makasih banyak" jawab putri tersenyum kaku


"Omong²,kok kakak bisa pulang sama ibu?" tanya putri mengalihkan pembicaraan


"Tadi ibu kamu hampir kena jambret put,untung kakak juga baru pulang dari rumah temen,terus ga sengaja liat ibu kamu teriak² panik" jawab zain


"Hah??terus kakak ga kenapa² kan?" tanya putri kaget


"Kakak gapapa kok,tapi kakak tadi kelepasan lempar pisau punya jambretnya,jadi kena kakinya deh" jawab zain tertawa


"P-pisau?huh rasain tuh jambretnya,biar tau rasa dia" balas putri kesal


Melihat putri yang menjawab dengan nada sebal,zain agak tertawa karena menurutnya jawaban itu terdengar lucu baginya,terlebih dengan wajah cantik putri,zain sangat menyukai itu


"Serius ih,kok kakak malah ketawa" ucap putri yang melihat zain tertawa ke arahnya


"Kamu lucu tau kalo lagi marah,hahahaha" timpal zain tertawa


"Ish nyebelin banget sih" balas putri cemberut


"hahahaha bercanda kok sayang" ucap zain tertawa


"Heh,enak aja manggil sayang² " balas putri yang sebenarnya kaget mendengar jawaban zain tadi


"Waduhhh,bahaya nih kalau lama² dibiarin berdua,udah saling manggil sayang² aja nih,hihihi" ucap ibu salamah tertawa cekikikan


Ibu salamah dari tadi mendengar pembicaraan mereka berdua,ia merasa bahwa putri sepertinya menyukai zain dan zain juga seperti itu


"E-eh ibu mah,apaan sih" ucap putri tersipu malu


__


(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)


salam hangat


kikiii