
Nabil yang tengah dilanda kekecewaan pun memang lupa kalau ia tadi memarkirkan motornya di dekat sebuah pohon rindang,sontak ia langsung meminta maaf pada remaja itu dan langsung menuju motornya
''dasar gila,motor orang maen tabok² aja,huh edan" ucap remaja itu sembari melihat nabil yang terburu² berlari
___________
"kak,sebenarnya aku juga punya perasaan yang sama pada kakak,aku sebenarnya juga sayang sama kakak" ucap putri lembut
''B-benarkah?" tanya zain terkejut
"iyaa,aku sayang sama kakak tuh sebagai seorang kakak yang baik untuk aku,kakak adalah laki² hebat yang bisa memotivasi aku yang kurang percaya diri ini" jawab putri
"O-oh gituu'' ucap zain
Ia kecewa karena jawaban putri tidak seperti yang di inginkan nya,tapi ia juga menyalahkan dirinya sendiri,ia baru sadar bahwa ini terlalu cepat untuk dinyatakan,ia masih harus membayar hutang kekecewaan putri selama ia pergi,jadi zain memilih untuk mendekati putri secara perlahan
"mas,mbak,ini pesanan nya" ucap pelayan membuyarkan lamunan zain
"O-oh iya,thanks ya mbak" jawab zain terkejut
Akhirnya mereka berdua pun makan,sementara di kontrakan,nabil yang baru saja tiba langsung membuka pintu dengan pelan,ia langsung duduk di ruang tamu seraya mengingat kejadian tadi
"kalah gue kayaknya" gumam nabil pelan seraya tersenyum
Ia tak ingin kembali terlarut² dalam sakit itu,ia takut jika itu mempengaruhi kehidupan nya lagi,terlebih ia tak ingin menyusahkan zikri yang tengah menikmati waktu berdua dengan istrinya
Setelah duduk untuk menetralkan emosi,nabil pun langsung pergi ke dapur untuk mengambil piring dan makan
disela² makan,tiba-tiba ia teringat untuk menghubungi reza untuk memberi tahukan tentang kesembuhan dirinya
"Halo assalamualaikum bos" ucap reza di seberang sana
"waalaikumsalam broo,gimana?enak ga kalo dinas gak sama gue?" tanya nabil
"parah lu bos,gue tiga minggu ini kena semprot sama atasan mulu,sama si masinis pengganti sialan itu tuh" jawab reza kesal
"tenang ajaa,besok gue bakal masuk kok,sorry udah bikin lu ga tenang beberapa hari ini" ucap nabil meminta maaf
"hah?beneran bang,alhamdulillah akhirnya gue balik lagi dinas sama lu" jawab reza senang
"ngomong² kemarin itu lu emang kecelakaan karena apa bang?" tanya reza ragu²
"tapi kalo ga mau jawab juga gapapa bang,gue cuma mau tau aja" sambungnya lagi
"sebenernya gue waktu itu kecelakaan karena down za" jawab nabil sukarela menceritakan peristiwa itu
"inget cewe yang waktu itu nabrak gue ga?" ucap nabil
"haaaa iyaa,inget ingett,kenapa emangnya bang?" tanya reza
"waktu itu saat lu liat gue jadi pendiem,karena paginya gue liat dia tu sama cowo lain za" jawab nabil
"gue ga semangat pas liat dia senyum manis ke laki² lain,gue down banget saat itu" sambung nabil sedikit terisak
"bang,udah bang,cukup" jawab reza
"bukannya sok tau nih ya bang,tapi menurut saya mah kalo dia itu jodoh abang,mau sesempurna apapun lawan nya,dia akan tetap jadi milik abang" sambung reza
"jangan terlalu larut dalam kesedihan bang,abang harus inget bahwa abang masih punya orang tua yang harus dibahagiain" lanjutnya lagi
"hahahahaha,iya za,makasih banget nih udah ngasih wejangan sore² gini,jadi ga enak gue" jawab nabil
"oke bangg,sans ajaaa,jangan lupa besok ye,assalamualaikum" ucap reza
"waalaikumsalam'' jawab nabil
Setelah nabil mematikan telepon nya,ia kembali termenung mengingat perlakuan romantis putri yang membuatnya candu
''Lumayan sakit,tapi gapapa deh,mungkin emang dia cuma hadir,bukan takdir" gumamnya pada diri sendiri
Selepas makan,nabil pun langsung melaksanakan kewajibannya dan ia merapikan pakaian dinas nya untuk esok hari,Saat waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan lewat,nabil memutuskan untuk tidur supaya dapat melaksanakan tahajjud jika ia terbangun nanti
"pasang alarm dulu lah,lumayan kalo kebangun tengah malam" ucapnya seraya mengunci waktu di jam wekernya
______________
_
_
_
(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)
salam hangat
kikiii