Train And Rain

Train And Rain
eps 75



"Dedeee,bangun nak,sholat dulu gih" ucap mama membuyarkan mimpi dinara pagi² buta


"Bentar dulu ma,masih ngantuk niihh" jawab dinara sembari menarik selimutnya lagi


Mama dinara pun mencari cara agar anaknya mau bangun pagi,ia teringat akan cerita dinara tadi malam tentang masinis itu dan mama dinara sebenarnya semalam mencari tahu tentangnya


FLASHBACK ON


bu *yanti


"Masinis disini mah cuma si nabil doang jeng"


^^^^^^Mama dinara^^^^^^


^^^"oh dia ya jeng,yang tinggal di deket sini ya"^^^


bu yanti


"Iya"


^^^Mama dinara^^^


^^^"Makasih banyak jeng,kalo ada gosip terbaru,jangan lupa kabarin saya yach"^^^


bu yanti


"Siipp,aman kok*"


FLASHBACK OFF


mama dinara tersenyum mengingat chat semalam,


ia pun menemukan cara agar dinara bangun dengan cepat


"Dedeee,si nabil di depan rumah tuh" bisik mama dinara


Dinara langsung bangkit mendengar kata 'nabil' disebutkan,ia langsung duduk dan mengucek² mata


"Bilangin ke mas nabil mah,dede siap² dulu" jawab dinara langsung menyambar handuk dan menuju kamar mandi


"Siipp" jawab mama dinara sembari tertawa cekikikan


Dinara tidak menyadari kalau ia sedang dikerjai oleh mamanya,setelah mandi dinara pun langsung dengan sigap merapikan rambut dan memakai parfum yang banyak serta memakai pakaian kerjanya


Setelah itu ia langsung menuju pintu dan membukanya,dinara kebingungan melihat ke luar yang kosong melompong,ia celingukan kesana kemari dan langsung menatap mamanya yang sedang tiduran di sofa sembari menonton televisi


"MAMAAAAAA,JAHAT IHH" pekik dinara dengan wajah memerah seperti udang rebus


"Makanya,disuruh ibadah malah nanti² mulu,giliran cowok ganteng malah langsung ngebut" ucap mama dinara seperti tak punya dosa


"Ya tapi kan.." ucap dinara langsung dipotong oleh mamanya


"Gaada tapi²an,mumpung udah mandi langsung shalat sana,abis itu sarapan" perintah mama


"Iyaiyaaa" jawab dinara takut bercampur sebal


Setelah melaksanakan kewajibannya,ia pun langsung pergi ke dapur untuk makan,saat semua telah selesai ia pun pamit pada mamanya


"Hati² ya sayang" balas mama dinara


"Iyaa,assalamualaikum" ucap dinara sembari menyalami tangan mamanya


"Waalaikumsalam" jawab mama dinara


Dinara pun langsung berjalan menuju rumah nabil untuk berangkat bersama,tepat saat ia hendak mengetuk pintu kontrakan nabil,nabil juga sedang membuka pintu,keduanya pun saling bertatapan dan terdiam,perlahan mendekat


Mulai dekat...


sedikit lebih dekat..


hampir dekat..


sangat dekat..


dan..


"Abis makan biasain di lap dong mulutnya" ucap nabil sembari membersihkan noda di bibir dinara


Dinara yang sudah panas dingin pagi itu pun langsung menunduk malu dan memerah pipinya,ia langsung mengambil kaca di tasnya dan langsung membersihkan wajahnya itu


Nabil masih bersikap biasa saja,bahkan kejadian tadi dianggapnya sebagai hal yang lucu baginya


"Udah?ayo" ajak nabil


"i-iya mas" ucap dinara langsung naik ke motor


Motor pun melesat dengan kecepatan sedang menyusuri jalan yang mulai menghangat,nabil pun tersenyum seraya bergumam


"Rasain kamu,itu balasan karena bikin aku panas tadi malam" gumam nabil tertawa kecil


"A-ada apa mas?" tanya dinara yang bingung karena mendengar tawa nabil walau agak samar


"E-eh ga ada kok" jawab nabil


Keduanya pun terdiam dan fokus pada pikiran masing²,namun saat hampir sampai stasiun,motor yang dikendarai nabil melintasi sebuah polisi tidur yang lumayan tinggi,dinara terkejut dan langsung memeluk nabil dengan erat dari belakang


"K-kamu gapapa din?" tanya nabil dengan detak jantung yang tak karuan


"E-eh ma-maaf mas,tadi dinara kaget" jawab dinara langsung melepaskan pelukannya


"tapi kamu ga kenapa² kan?" tanya nabil lagi


"G-gapapa kok mas..


***


(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)


salam hangat


kikiii