Train And Rain

Train And Rain
eps 22 ( iqbal and maureen day )



Setelah keduanya selesai makan,iqbal pun segera memanggil hendra lagi


"dra,gue balik dulu ye" ucap iqbal pamit


"thanks makan siang ny,sumpah ga enak banget anjirr" sambung iqbal


"halah sok²an bilang ga enak,tapi nambah 3 kali,lawak lo?" jawab hendra


"hahahhaa,nama nya laper,apalagi ini gratis,ya ga gue sia²in lah kesempatan ini" timpal iqbal


"iyaiyaa,hari ini gratis karena gue seneng akhirnya lo ketemu sama pilihan lo sendiri,gue sebagai rekan baik lo juga turut bahagia lah" jawab hendra lagi


"yoii thanks,maybe kapan² gue coba rekomend lagi ni resto ke negara² lain,doain aja berhasil hahahaha" ucap iqbal


"yaudah,sono dah lo berdua,bosen gue liat muka lo terus,bisa kena penyakit nanti gue nya" balas hendra


"hahahaha yaudah gue pamit bro,see again" pamit iqbal seraya bersalaman dengan hendra


"bae² lo di jalan,kak nitip temen gue ya,kalo songong tonjok aja biji nya tuh" ucap hendra pada maureen


mendengar perkataan hendra,iqbal pun tertawa dan pamit seraya menggandeng tangan maureen,saat telah menjauh dari resto tersebut maureen bertanya


"byy,kamu yakin gapapa kita ga bayar di tempat makan itu?" tanya maureen ragu²


"gapapa kok sayang,dia itu rekan kerjaku selama ini kok,kita udah kerja sama hampir beberapa tahun ini,jadi fine² aja kalo aku ga bayar pas makan di situ,justru dia bakal nolak kalo aku bayar pas makan disitu" jawab iqbal


"emm,kita kemana lagi habis ini byy?" tanya maureen lagi


"ulu uluu,sayangku ini masih ga mau pulang ternyata yaa" ucap iqbal


"yaudah kita main ke mall atau ke tempat wisata yuk" jawab iqbal lagi


"aku kan lagi seneng banget byy,akhirnya aku bisa manja² sama my dosen dinginkuu inii" ucap maureen seraya memeluk lengan iqbal


"makasih ya sayang,aku harap kamu ga akan bikin aku kecewa akan pilihanku untuk merubah diri" ucap iqbal


"iyaa sama samaaa,and makasih juga udah mau berubah demi mahasiswi ganjen kayak akuu" jawab maureen sembari mencubit pipi iqbal


Mendapat perlakuan itu dari maureen,iqbal makin yakin untuk tidak akan membiarkan wanita itu menghilang dari hidupnya sampai kapan pun,akhirnya mereka memilih tempat wisata untuk berjalan²,selama mereka asyik menikmati pemandangan,iqbal diam² memotret maureen tanpa sepengetahuannya


"dia bidadariku,tak akan kubiarkan air matanya jatuh karena ulahku" janji iqbal dalan hati


"byy aku capeeek,kita istirahat disitu yaa" ucap maureen kelelahan karena berjalan² cukup lama


Mereka memang sengaja memilih berjalan kaki untuk menikmati pemandangan,mobil iqbal di parkir lumayan jauh dari tempat itu


"iya sayang,kirain kamu gak capek tadi pas aku ajak jalan kaki,maaf ya hehehe" jawab iqbal


"gapapa kok byy,aku nya juga ngeyel tadi di bilangin kan sama kamu,jadi gini deh akibatnya" ucap maureen terengah² kelelahan


Melihat wajah maureen yang mulai kelelahan,iqbal berinisiatif untuk menggendong wanita itu,maureen yang terkejut melihat perlakuan iqbal pun segera berkata


"babyy,kamu mau ngapain?" tanya maureen terkejut


"aku gamau lihat bidadari milikku kelelahan kayak begini" jawab iqbal


"tapi maluuuu ihh diliatin orang² yang lewat" ucap maureen seraya menenggelamkan wajahnya di dada iqbal


"gausah pikirin orang lain,intinya asal kamu gak capek,cukup diem aja kugendong" jawab iqbal


"Btw apa kamu mau andaikan aku melamarmu secepatnya sayang?" tanya iqbal


"byyy cukupp ihh,aku maluuu,itumah nanti aja pas di mobil bilangnyaaa" ucap maureen memeluk iqbal dengan erat


"hahahaha aku ga malu tuh,justru cinta kadang bikin kita melupakan segalanya,persetan dengan malu,asal kamu jadi milikku,aku akan lakukan apapun untuk kamu" jawab iqbal


"yakin nih? coba teriak kalo aku sayang kamu di sini andai kamu berani?" tantang maureen berbisik


"oke aku ga takut" ucap iqbal sembari menurunkan maureen sebentar


"HOOOIIII KALIAN SEMUAAA,HARI INI SAMPAI SELAMANYA,MAUREEN AKAN MENYAYANGIKU" teriak iqbal yang membuat semua pengunjung melihat ke arahnya


Maureen yang tidak menyangka bahwa iqbal berani berbuat itu pun segera menyeret iqbal berlari menuju mobil,sesampainya mereka di dalam mobil maureen berkata lagi


"byy kamu mah nekat banget ih" tukas maureen


"lah kan tadi kamu yang nyuruh aku teriak,ya aku teriak lah" jawab iqbal enteng


"tapi kan-


Saat maureen hendak protes,iqbal segera menutup mulut maureen dengan jari telunjuknya


" ssstttt,jangan protes lagi,aku udah janji untuk akan melakukan segalanya untukmu kan,jadi jangan protes mulu oke" ucap iqbal sembari mendekatkan wajahnya pada maureen


wajah keduanya semakin dekat,maureen yang tidak berani menatap wajah iqbal pun segera menutup matanya,iqbal yang melihat itu pun iseng untuk mengerjai maureen


lima senti....


empat senti..


tiga senti


"kamu ngapain sayang?" tanya iqbal tersenyum


"eng-enggak kok,bu-bukannya kamu mau cium aku tadi?" jawab maureen gugup


"hahahaha,awalnya aku memang mau,tapi aku sadar,aku gak akan melakukan itu tanpa hubungan yang sah diantara kita sayang" ucap iqbal seraya mengelus pipi maureen


"T-tapi aku menginginkannya" ucap maureen lesu


"aku tau sayang,kita berdua sama² menginginkan hal itu,tapi balik lagi ke jawaban aku tadi,aku ingin menikmati hal itu saat kita sudah benar² resmi menjalin hubungan yang sah wahai bidadariku" jawab iqbal lembut


"M-maafin aku byy,aku cuma terlena sama perlakuan kamu tadi" ucap maureen menunduk malu


"justru sebaliknya sayang,aku menghargaimu setinggi mungkin dengan menjaga kehormatan milikmu,aku tidak mau membuatmu menanggung malu karena melakukan hubungan terlarang itu" jawab iqbal menatap lembut ke arah maureen


"makasih byy,aku harap kamu gak akan pernah ninggalin aku,karena ini pertama kalinya aku punya hubungan sama seseorang" ucap maureen seraya memeluk iqbal


"yaudah yukk,kita pulang,sekalian aku mau kenalan sama orangtuamu juga" ucap iqbal


"K-kamu serius byy?" tanya maureen tidak percaya


"aku akan buat kamu percaya sama keseriusanku" jawab iqbal


Akhirnya mereka pun kembali pulang,sebelum tiba di rumah maureen,mereka sempat membeli beberapa buah²an dan makanan kesukaan orang tua maureen di mall terdekat


Setibanya mereka di rumah,orang tua maureen pun terkejut melihat putri mereka menggandeng laki² ke rumah


"dia siapa sayang?" tanya ibu maureen


"dia kekasihku maa,dia kesini buat ketemu kalian sekaligus mau buat aku percaya kalo dia itu serius" jawab maureen tersenyum


sementara di ruang tamu,iqbal tengah berbincang² dengan ayah maureen


"kamu sudah berapa lama menjalin hubungan dengan maureen anak saya?" tanya ayah maureen


"mungkin baru beberapa hari ini pak,kami memang belum lama ini menjalin hubungan" jawab iqbal mantap


"lalu,apa yang membuat kamu berani untuk ke sini menemui saya?" tanya ayah maureen lagi


"karena saya serius pak,saya tidak ingin mengecewakan dia sekaligus membuat bapak kecewa,saya ingin membuktikan bahwa saya memang berbeda dari kebanyakan orang" jawab iqbal dengan tegas


melihat keseriusan dalam diri iqbal,ayah maureen pun mulai menanamkan kepercayaan pada iqbal untuk menjaga anak perempuan satu²nya itu


"baiklah,tidak usah terlalu formal,ini kan hanya sebuah pertemuan antara calon menantu dan calon mertua hahahaha" ucap ayah maureen mencairkan suasana


"jadi,apa bapak merestui hubungan saya dengan maureen?" tanya iqbal memastikan


"why not,saya melihat banyak keseriusan dalam diri kamu,jadi saya yakin bahwa pilihan saya untuk merestui hubungan kalian itu memang benar" jawab ayah maureen santai


Maureen dan sang ibu pun datang ke ruang tamu kembali setelah membuat minuman untuk keduanya


"paa,byy,silahkan diminum dulu" ucap maureen


"makasih sayang" jawab keduanya bersamaan


Melihat itu,sang ayah pun segera menatap iqbal dan tertawa serta berujar


"gercep juga kamu ya,pantes anak saya klepek² sama kamu hahahahaha" ucap ayah maureen tertawa


"yaiyalah pak,andai gak gerak cepat,bisa² saya keduluan oleh manusia² lain hahahha" jawab iqbal tertawa juga


Maureen pun tersipu malu mendengar perkataan ayahnya itu dan langsung duduk di sebelah iqbal sementara ibunya duduk di sebelah ayahnya


"jadi,andai kamu benar² serius,kapan kalian akan melangsungkan janji suci itu?saya mau gendong cucu secepatnya lhoo" tanya ayah maureen


"mungkin setelah maureen lulus kuliah pak,karena saya juga akan meminta cuti setelah itu pada pihak kampus" jawab iqbal sembari menatap maureen


"hmm,okee saya paham,ngomong² jangan panggil saya pakai sebutan 'pak' " ucap ayah maureen


"lalu?saya manggil apa pak?" tanya iqbal polos


"maybe bisa panggil 'bro' hahahha" jawab ayah maureen


"ayolahh,umur kita gak beda jauh jadi apa salahnya kann" sambungnya lagi


"papaaa,ih udah tua masih aja menolak takdir" ucap maureen


"hahahaha,tua² gini papa paling jago bikin mama mu teriak² tahu" tukas ayah maureen


"pa,papa tau ga,tadi maureen tuh mau cium aku tau" ucap iqbal sembari tertawa


"oh ya?wah untung kamu cepet² lamar bro,papa gatau lagi deh mau ngapain kalo dia terjerumus ke pergaulan bebas" jawab ayah maureen


Maureen yang namanya di sebut pun segera memeluk lengan iqbal dan mencubit pinggangnya


"aww sakit sayang" ucap iqbal meringis


"kamu mah bikin aku malu di depan mama papa aja sih byy" ucap maureen melotot ke arah iqbal


Cup..


iqbal pun langsung mencium kening maureen dan tertawa melihat maureen yang malu


"wettt bahaya juga nih kalo kelamaan pacaran,bisa² kebobolan duluan si maureen sebelum waktunya" ucap ayah maureen tertawa


"makanya pa,aku gamau lama² pacaran kayak gini,banyak nafsu soalnya" jawab iqbal


"bagus,daripada maureen udah kebobolan trus kamu gamau tanggung jawab,kan lebih bahaya lagi" timpal ayah maureen yang dibarengin tawa keduanya




(aduhhh,jempol author sampai bengkak karena kelamaan nulis..


tapi gapapaa,demi kebahagiaan readers² yang baik hatii,author rela kompres ni jempol biar kalian terhibur sama karya author..


vote,dukung,and comment yaa,supaya author tahu dimana letak kekurangan dari cerita iniii....)


salam hangatt plus manis


kikiii