Train And Rain

Train And Rain
eps 61 (Menyerah)



Nabil langsung menyenggol kaki zikri untuk supaya anak itu berhenti tertawa,namun apa daya,zikri tak menghiraukan kode sahabatnya itu


"Oooh gitu yaa,ga takut sama istri ternyata" ucap hamna berkacak pinggang


"Eh?k-kok suaranya kayak kenal ya" tanya zikri mulai menyadarinya


Saat menengok ke belakang,rupanya sang istri tengah bersiap menyabet dirinya dengan sebilah rotan itu


"E-eh sayaang,kamu ga tidur?kan udah malem nih,tidur yuk,Aa' boboin " ajak zikri mulai takut²


'Ctashhh'


"Aaaww sakitt" pekik zikri mengusap² kakinya yang jadi korban sabetan sang istri


"Kan ana udah bilang,Ga boleh ngerokok" ucap hamna seraya bersiap untuk memberikan sabetan kedua


Zikri langsung lompat dan bersembunyi di belakang nabil seraya memohon ampun pada istrinya itu


"Ampun sayangg,janji deh ga ngerokok lagii" ucap zikri memelas


"Ana gamau tau,pokoknya aa' tidur diluar,TITIK!! " Jawab hamna seraya berbalik menuju kamar tidur


Setelah kepergian istrinya itu,zikri langsung membuang rokok yang dinyalakannya tadi,melihat hal tersebut nabil tak kuasa menahan tawa hingga perutnya sakit


"HAHAHAHAHAHAHA KATANYA GA TAKUT SAMA BINI" ucap nabil tertawa kencang


"Udah ah diem lu,bukannya bilang tadi ada bini gue" balas zikri kembali duduk dan menghela napas


"udah gue senggol² kaki lu,emang elu nya aja beg*" jawab nabil seraya menyeka air matanya


"Yaudah,mau ngobrol apaan emang elu?" tanya zikri mengalihkan pembicaraan


"Soal putri zik" jawab nabil pelan


"kenapa lagi emang?" tanya zikri bingung


"Kayaknya gue nyerah aja deh" jawab nabil lagi


"eh?kok nyerah?ngape emang?" tanya zikri kaget


"Eh ga bisa gitu lahh,kok lu tiba² nyerah sih" balas zikri tak terima


"Bukan gitu zik,gue mikir kalo dia sama gue,pasti ga bakal bahagia kedepannya" jawab nabil menunduk dalam²


"Soal apa lagi?ekonomi lu?bisa gue bantuin,lu butuh apapun cukup bilang ke gue bil" ucap zikri menekan kata²nya


"Cukup zik,cukup,gue udah banyak banget hutang sama lu,gue mau mandiri,kalo lu bantu gue terus,kapan gue bisa berkembangnya?" balas nabil ikut menekan kata²nya


Zikri terdiam,ia pun kembali bersandar menatap bintang yang terang malam ini


"Gue bakal berhenti bantu lu tapi dengan satu syarat" ucap zikri tanpa menoleh ke arah nabil


"Apaan?" tanya nabil bingung


"Mati" jawab zikri dengan aura pembunuh yang amat pekat


'Glekk'


"M-maksud lu apa zik?" tanya nabil gemetaran


"Ya gitu,Selama lu masih hidup,jangan harap gue berhenti nolongin elu.So,satu²nya cara biar gue berhenti nolongin elu ya elu harus mati" jawab zikri santai


"hhhh,Dahlah,intinya gausah mikirin tentang gue sama putri lagi zik,lebih baik urusin calon ponakan gue aja dulu" ucap nabil sembari berdiri


"Gue balik dulu bro,bye" sambungnya seraya menepuk bahu zikri dan pergi pulang


Zikri masih diam,cukup lama ia bersandar diluar sampai akhirnya,lagi² ada tiga sosok bayangan hitam muncul di depan dirinya


\*\*


(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)


salam hangat


kikiii