
''k-kamu...
________
Putri langsung terpaku saat menyadari siapa orang yang ada di depannya
" kak zain??"tebak putri
"eh masih inget ternyata hahahaha,kamu apa kabar?" jawab zain tersenyum melihat putri
"E-eh a-aku baik kak,kakak apa kabar?" tanya putri gugup
"hahahahaha kakak baik kok,kamu kuliah disini?" jawab zain tertawa renyah
"I-iya kak hehehe" jawab putri tersenyum
"oiya pas banget nih udah jam makan siang,temenin kakak makan yuk" ajak zain seraya melihat jam tangannya
"gapapa emang kak?" tanya putri gugup
"hahhaha harus pokoknyaa,ayo" jawab zain seraya menggenggam tangan putri dan menariknya menuju parkiran
Saat zain menggenggam tangan putri,banyak mahasiswi yang merasa iri padanya
"eh sis liat tuh si putri,ganteng banget pacarnya ya" ucap seorang mahasiswi pada temannya
"iya ya,beruntung banget dia bisa dipacarin sama cowo itu,aku jadi iri deh" jawab temannya itu
putri yang mendengar ocehan mahasiswi itu pun langsung buru² mengikuti zain,ia takut kalau makin banyak mahasiswi lain yang berasumsi aneh lagi padanya
Setibanya di parkiran kampus,putri terkejut saat melihat sebuah mobil sport hitam berkelir merah yang dinaiki oleh zain,ia tak menyangka bahwa zain telah berubah 180 derajat dari zain yang dikenalnya dulu
'' I-ini punya siapa kak?" tanya putri terperangah saat zain membukakan pintu mobil itu untuk dirinya
"punya kakak dong,kenapa?kaget yaa?hehehe" jawab zain terkekeh
"waaahhh,keren banget kak,aku ga nyangka kak zain udah berubah banget semenjak kakak ninggalin aku dulu" ucap putri tersenyum simpul
"masuk dulu put,kakak mau ngajak kamu jalan² dulu,sekalian ada yang mau kakak omongin" ucap zain
Setelah itu mereka pergi ke sebuah tempat wisata yang lumayan ramai saat itu,mereka berjalan² hingga tak terasa waktu pun menunjukkan pukul setengah empat kurang,putri yang teringat akan kewajibannya pun segera mengajak zain untuk ke masjid terdekat
"kak,aku lupa belum shalat nih,kita ke masjid dulu ya" ucap putri
"hahahaha kamu emang ga pernah berubah ya put,selalu taat sama kewajiban kamu,yaudah kita ke masjid" jawab zain tersenyum memandang putri
Akhirnya mereka menemukan sebuah masjid yang lumayan bagus di tempat itu,mereka langsung memasuki parkiran masjid itu,namun saat sudah parkir,putri bingung mengapa zain tidak ikut keluar untuk shalat berjamaah bersama..
"kak zaiinn,ayo kita shalat bareng" ajak putri
"Emm,k-kakak belum bisa shalat put" jawab zain sendu
"ayo kak,aku akan ajarin kakak shalat" ucap putri lembut menatap ke arah zain
"apa kakak masih pantas ya untuk shalat? " tanya zain malu²
"kaakk,kita itu sebagai muslim tidak ada memandang pantas atau tidaknya untuk melaksanakan shalat,selagi kakak beragama islam dan beriman pada Allah,maka kakak juga masih pantas untuk shalat" jawab putri yang paham akan kegundahan hati zain
"T-tapi kakak belum hafal gerakan wudhu dan shalat put" ucap zain lagi
"ayo aku ajarin kakak,pokoknya selagi kakak masih bernafas,kakak masih punya kewajiban untuk beribadah,okeii '' ucap putri seraya menarik tangan zain untuk ikut masuk menuju masjid tersebut
Zain pun akhirnya ikut masuk mengikuti putri,setibanya di tempat wudhu, ia pun segera mengajari zain untuk mempelajari gerakan berwudhu,zain yang memiliki kemampuan cepat belajar pun dengan sigap mengikuti dan mengingat setiap apa yang diajarkan putri padanya
" Nah beres kan,ayo kita shalat" ucap putri seraya berjalan menuju kedalam masjid
Mereka pun masuk ke dalam masjid,zain sengaja mengajak putri ke saf yang agak belakang supaya ia bisa leluasa bertanya tentang shalat pada putri
Saat zain tengah fokus belajar menghafal bacaan shalatnya,seorang ustad yang menjadi imam di situ pun menghampiri mereka berdua
"loh,kok nak ganteng shalatnya dibelakang?" tanya ustad itu
"Ehmm,anu pak,s-saya sedang belajar shalat" jawab zain malu²
"kok belajarnya sama perempuan,kan kamu jadi gak bisa leluasa shalat,tuh buktinya kamu ga fokus karna liat dia mulu" kata ustad tersebut
"yaa gimana lagi pak,ga ada yang ngajarin selain dia" jawab zain tersenyum kaku
"ayo saya ajarkan,bagus kamu mau belajar untuk shalat" ucap ustad itu menepuk bahu zain
"A-apa saya udah terlambat sepertinya ya pak?" tanya zain ragu
"selama jantung kamu masih berdetak,nafasmu masih normal,maka saat itu tidak ada kata terlambat bagimu untuk belajar,ya sudah ayo" jawab ustad itu
Akhirnya mereka berdua pun maju agak dekat dengan jendela,zain dengan fokus mengingat segala yang ustad itu ajarkan,mulai dari bacaan,gerakan,serta hal yang dilarang saat beribadah,semua diingatnya di dalam memori otak terkuatnya
Setelah dirasa cukup,zain berterima kasih pada ustad tersebut dan memberikan sumbangan untuk masjid,mulanya ustad itu menolak namun dengan terpaksa ia menerima sumbangan dari zain sebagai rasa terimakasih padanya
"Gimana kak?udah bisa sekarang shalatnya?" tanya putri tersenyum
"bisa doongg,kakak juga udah siap kok jadi imam kamu,hahahaha" jawab zain tertawa
'Deghh.....
(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)
salam hangat
kikiii