Train And Rain

Train And Rain
eps 50



" si putri tinggal di perumahan apa bal?" tanya zikri


"di perumahan XXXX, kenapa?" jawab iqbal


"oh,oke thanks bal,assalamualaikum" balas zikri


"itu doang?wah parah sih lu bro,gue udah mau kawin nih,masa ga lu tanyain sih?" ucap iqbal tidak percaya


"besok soree,kalo sekarang gue lagi mau lanjutin bikin bayi dulu,kemaren tangan ama kaki ny belom selesai gue bikin" jawab zikri terkekeh


"anj*ng,yodah matiin dah,males gue" jawab iqbal kesal


"waalaikumsalam " sambungnya lagi


Setelah menutup panggilan itu,zikri kembali duduk dan meminta orang itu melanjutkan laporan nya


"hei,apa dia tinggal di perumahan XXXX? " sela zikri


"ya king,tuan nabil melewati perumahan itu,dan saat kami menyelidiki lebih lanjut,tuan nabil ada hubungan nya dengan wanita ini" jawab orang itu seraya memberikan sebuah foto pada zikri


"lah,si putri?wah menarik nih" gumam zikri dalam hati


"hmm,kerja bagus,sekarang kamu boleh kembali ke markas,tidak usah terlalu kaku seperti ini" ucap zikri seraya berjalan menuju ke dalam


"baik king" jawab orang itu dan langsung menghilang di kegelapan malam


Setelah selesai mengetahui informasi² lengkap itu,zikri langsung kembali ke kamar dan mendapati istrinya tengah tertidur lelap karena kelelahan,ia tersenyum seraya menyelimuti sang istri lalu mengecup keningnya sebentar,kemudian zikri pergi ke kamar mandi


Setelah kembali dari kamar mandi,zikri langsung merebahkan dirinya di samping sang istri,kepalanya bergerak gerak mencari kehangatan di dada istrinya yang tengah tertidur pulas itu


"Aa' diem ih,anaa mau tidur aja susah" gumam hamna setengah sadar karena terganggu aktifitas suaminya itu


"ayaang,mau peyuukk" pinta zikri manja


"ga mau ah, Aa' teh badan nya bau" jawab hamna iseng


"Eh?seriusan?" tanya zikri langsung duduk dan menciumi badan nya


"engga tuh,ih kamu mah" sambung zikri kesal karena dikerjai sang istri


"hehehe yaudah siniii anaa peluk,tapi ga usah ngapa²in yaa" ucap hamna langsung mendekap kepala sang suami di dadanya dan melanjutkan tidurnya yang terpotong tadi


Saat istrinya kembali tidur,zikri yang diliputi rasa bahagia pun kembali menciumi perut sang istri dengan gemas


"ish Aa' ,jangan nakal" ucap istrinya kembali terbangun dan menarik zikri agak ke atas lalu menciumi pipi suaminya itu


"Kamu cantik deh ayang" ucap zikri seraya memeluk istrinya untuk memberi kehangatan


"Ihh,dasar buaya" jawab hamna langsung membenamkan wajahnya di dada sang suami


"hahahaha,Aa' mana pernah jadi buaya" jawab zikri terkekeh


"engga kok sayaang,yaudah tidur ih,udah malem" jawab zikri seraya menarik selimut dan memeluk istrinya itu


Memang zikri memiliki sifat yang amat sangat berbeda di hadapan keluarga nya,jika di luaran sana ia terlihat seperti sosok yang misterius,


menyeramkan dan sadis,maka akan berbeda jauh saat ia berada di depan sang istri tercintanya, bagaikan seekor anak kucing yang manja dan amat sangat ingin diperhatikan oleh istrinya itu


FLASHBACK OFF


"lagian elu bang,bisa² nya ketiduran pas udah bangun subuh" ucap reza bingung


"hehe maaf za,gue tuh ketiduran karena capek bersihin kontrakan" jawab nabil


"makanyaa nikah,biar ada yang ngurusin tu rumah" ucap reza terkekeh


"ngaca dong panjul,lu aja belom nikah² juga sampe sekarang kan" timpal nabil kesal karena diri nya selalu di ejek oleh rekan kerjanya itu


"hahahahahaha iya bang iyaa,ga bisa diajak bercanda sih elu nya bang" ucap reza tertawa


"becanda lu itu tentang yg lain kek,apa² becanda bahas nya istri,nikah,ngurus rumah,itu mulu" ucap nabil kesal


"ya maklum bang,gaada yang lain yang bisa buat becandaan,hahahaha" jawab reza tertawa


Tak lama setelah itu,mereka tiba di stasiun X ,sembari menunggu jadwal keberangkatan selanjutnya,reza berinisiatif untuk membeli beberapa makanan untuk dimakan


"Bang,itu roti wangi banget dah,lu mau ga?" tawar reza pada nabil yang tengah termenung menatap peron yang berisi banyak sekali penumpang yang berlalu-lalang


"bang,woi bang" panggil reza


'Bukkkkk'


"E-eh apa²an lu za,maen tabok² aja" ucap nabil terkejut


"ya elu lagian,gue mau beli roti itu tuh,lu mau ga bang?" tanya reza seraya menunjuk sebuah toko roti


"Ehm,yaudah deh,tolong bayarin dulu,gue gaada duit kecil soalnya" jawab nabil nyengir


"heuhhh,yaudah" balas reza seraya berjalan menuju toko itu


Nabil kembali termenung menatap peron,lalu tak lama setelah itu ia kembali dikejutkan oleh sang kondektur yang bernama Aris


"Mas,kita udah dapet izin berangkat nih,ayo" Lapor aris pada nabil


_______________


(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)


salam hangat


kikiii