
Bulan lagi dan lagi naik menggantikan matahari,
seakan tak bosan menyanyikan lagu nina bobo untuk para insan yang penat setelah seharian bekerja
"Akhirnya selesai buat hari ini ya bang" ucap reza saat mereka berjalan dari peron keluar stasiun
"Huftt,iya nih,pegel² badan gue rasanya" jawab nabil
"Hahaha elu mah emang karena udah tua bang" timpal reza tertawa
"Yee,ngaca dong jamal" balas nabil sinis
Suasana stasiun telah sepi malam itu,hanya angin berhembus dan burung hantu yang menghiasi malam stasiun itu
Reza telah duluan pulang saat nabil hendak ke kamar mandi sebentar,saat telah selesai ia pun mengambil motornya dan menuju keluar
Setiba di pagar stasiun,ia melihat seorang perempuan muda berdiri di tiang listrik,tak jauh dari nabil keluar tadi,nabil memberanikan diri untuk bertanya pada perempuan itu karena takut terjadi sesuatu jika ia tak tahu menahu soal keamanan penumpang
"Mau kemana mbak?" tanya nabil seraya membuka helmnya
"E-eh,kamu pak masinis yang waktu itu nabrak aku kan?" ucap perempuan itu balas bertanya
Nabil mulai mengingat kapan ia menabrak perempuan di stasiun,setelah beberapa lama mengingat,ia pun akhirnya ingat kejadian dimana ia kesiangan beberapa hari yang lalu
"Oohh,iyaa,maaf ya waktu itu keburu² banget,jadi ga sengaja nyenggol kamu deh hehe" ucap nabil tersenyum
"Aku dinara" ucap perempuan itu memperkenalkan diri
"Aku nabil,masinis disini" ucap nabil
"Omong²,kamu ngapain sendirian disini?bahaya loh" tanya nabil
"Emm,ponselku mati mas,terus lupa bawa chargeran" jawab dinara
"Terus?rumah kamu dimana?" tanya nabil lagi
"L-lumayan jauh mas,aku bingung mau pulang gimana,soalnya udah gak ada ojek disini" jawab dinara sembari menunjuk ke arah pangkalan ojek yang kosong melompong
"Hmm,aku anterin mau gak?bahaya soalnya kalo malem² sendirian,apalagi kamu perempuan" tawar nabil pada dinara
"Emm,gak ngerepotin mas nabil emangnya ya?" tanya dinara
"Ya enggak lah,kan sekalian pulang nih" ucap nabil sembari menunjuk jam tangannya
"Yaudah,ayo" ucap nabil
Dinara segera naik ke motor nabil dan dengan kecepatan sedang,motor itu melaju membelah jalan yang lumayan sepi
"Shhh,dingin ya mas" ucap dinara memecah keheningan antara mereka berdua
"Iya,makanya mas ga kenceng² bawa motornya,kalo makin kenceng makin dingin" balas nabil yang juga menggigil
"Oh iya,rumah kamu dimana din?" tanya nabil
"Eh?ini mah jalan ke kontrakan gue anjir" gumam nabil
Saat ada pertigaan jalan,nabil berbelok ke kiri lalu menyusuri jalan lengang itu,dan ketika tiba di sebuah minimarket,nabil berbelok ke jalan di samping minimarket itu
"Terus kemana lagi nih?" tanya nabil pura² tak tahu tempat
"Lurus mas,nanti di rumah pagar hijau,itu rumah aku" jawab dinara
Nabil mengikuti arahan dinara,dan benar saja,rumah dinara dengan kontrakan dirinya hanya terpaut 4 rumah saja,saat telah sampai,dinara pun turun dan berterimakasih pada nabil
"Makasih mas,omong² rumah mas dimana?" tanya dinara malu²
"Sama² din,rumah mas deket kok,banget malahan" jawab nabil tersenyum
"Hah?deket banget?masih daerah sini emangnya mas?" tanya dinara bingung
"Itu.." ucap nabil sembari menunjuk kontrakan berjarak 4 rumah dari tempat mereka berhenti
"Eh?waaahh kita tetanggaan ternyata yaa,ih sumpah aku ga nyangka loh mas" ucap dinara kegirangan
"Iyaa,aku juga ga nyangka,makanya mikir tadi ini kok jalannya sama ke jalan rumah aku,ternyata tetangga toh,hahaha" ucap nabil terkekeh
"Ehm,mau nginep disini mas?" tanya dinara menggoda
"Eh?boleh?" ucap nabil termakan godaan dinara
"Enggak sih,nanti mama aku marah,hihihi" ucap dinara tertawa cekikikan
"Lagian masnya sih,lucu hihihi" sambung dinara saat menatap wajah lugu nabil
"Hehe kirain boleh" ucap nabil salah tingkah
"Emang mau?" tanya dinara
"Eeehh engga gitu,a-aku,ehm aku pulang dulu ya,besok kalo mau berangkat bareng ketok aja pintu rumahku" ucap nabil saat suasana mulai tidak kondusif lagi
Nabil langsung mendorong motornya karena ia mulai berpikiran yang tidak²,dinara tertawa cekikikan dan masuk ke rumahnya
"Ah si dodol,mikir lu kemana² kan gara² ditanyain begitu" gumam nabil seraya menjitak kepalanya sendiri
ia duduk dan kembali membayangkan wajah dinara tadi
"Cantik..
(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)
salam hangat
kikiii