Train And Rain

Train And Rain
eps 58



Hari pun berganti,matahari mulai turun perlahan serta meninggalkan guratan merah dan orange yang amat menawan di langit yang jauh


Iqbal dan maureen tengah duduk menikmati sunset sebagai penutup jalan² mereka berdua


"Gimana?seru ga hari ini?" tanya iqbal tersenyum


"Iya byy,aku happy hari ini,apalagi kak ana mau nemenin aku belanja juga tadi,pokoknya aku happy bangeeettt" jawab maureen seraya memakan ice cream yang dibelinya tadi


Iqbal tersenyum senang mendengar jawaban sang kekasih itu,memang tujuannya mengajak maureen adalah untuk bersenang² menikmati waktu berdua


"Emm,byy?" panggil maureen pelan


"iya sayang,ada apa?" jawab iqbal lembut


"Ehm,anu.." ucap maureen menunduk


"Kenapa?hm?" tanya iqbal lagi


"Aku ngabisin banyak banget duit kamu ya hari ini?" tanya maureen agak ragu


"Hahahahaha,lumayan sih,tapi gapapa" jawab iqbal tertawa


"gapapa apanya?" tanya maureen


"Demi cantiknya aku,apapun akan aku usahain kok,aku ngerasa kalo kita udah lama engga nikmatin waktu berdua gini,aku kan sibuk banget,makanya mumpung ada waktu luang,aku usaha adain waktu buat kamu gitu" jawab iqbal panjang lebar seraya tersenyum


Maureen yang tak menyangka itupun langsung terharu,sontak ia langsung memeluk iqbal dengan erat tanpa mempedulikan keadaan sekitar,untung saja taman tempat mereka duduk itu tidak terlalu ramai


"Kamu punya aku byy,pokoknya punya aku,gaada cewe lain yang boleh milikin kamu selain aku" ucap maureen sembari tetap memeluk iqbal dengan erat


"emang kenapa?" tanya iqbal iseng


"Pasti karna aku kaya yaa,jadi bisa belanja banyak" sambungnya berlagak bodoh


"Ish engga gituuuu" jawab maureen langsung melepas pelukannya itu


"Lah emang apa lagi?kan emang bener kalo aku kaya pasti kamu bisa bebas belanj-


'Cuppp


Maureen mencium pipi iqbal tanpa aba² ,iqbal langsung melotot dan terdiam menetralkan detak jantungnya yang tak karuan,ia kaget karena selama mereka punya hubungan,tidak pernah maureen melakukan itu padanya


" Berisik banget sih,aku sayang kamu pokoknya" ucap maureen melanjutkan memakan ice cream nya tadi


'Glekk


Iqbal masih terpaku menatap kekasihnya itu,memang tubuhnya terlihat tengah duduk tetapi didalam hatinya,entah ia sudah sampai di alam fantasi bagian mana..


'Hiks


"Eh?byy kok nangis?" tanya maureen seraya memegang tangan iqbal


Iqbal tak menjawab pertanyaan maureen,melainkan langsung memeluk wanita itu dengan lembut, maureen langsung membalas juga pelukan iqbal,mereka berdua pun terlarut dalan pelukan hangat seakan tak ada makhluk lain yang menghuni planet tersebut


"Kita pulang yuk" ajak iqbal setelah melepaskan pelukan tersebut


"ayo,tapi beliin apa ya buat mama papa dirumah nanti?" tanya maureen bingung


"Umm,coba liat di jalan entar deh,yuk" jawab iqbal langsung mengajak maureen menuju mobil tempat mereka parkir tadi


sementara di sebuah mall,putri yang sedang berjalan² juga dengan zain pun kini tengah duduk sembari menatap ke lantai bawah,ia sedang menunggu zain yang pergi ke toilet sebentar,jadilah ia duduk termenung sendirian disitu dengan tatapan kosong


"Mas nabil lagi apa ya?" tanya nya dalam hati


Ia rindu pada nabil karena sudah lama tak berkomunikasi dengannya,langsung saja putri menghubungi nabil untuk menanyakan kabar masinis itu


'Tutt'


'Panggilan ditolak'


Ia terkejut karena nabil menolak panggilan dirinya,selama ini tak pernah nabil menolak apabila dihubungi olehnya


"Kok ditolak ya?apa mas nabil lagi sibuk mungkin" gumamnya dalam hati


Saat sedang termenung menatap layar ponselnya,dari belakang rupanya zain dari tadi sudah melihat kejadian itu


Zain merasa kalau sebenarnya putri memang telah memiliki tambatan hati sebelum dirinya tiba,hatinya bergemuruh melihat tulisan mas nabil di layar ponsel milik putri dan wajah resah wanita itu saat panggilan darinya ditolak


Tapi dengan cepat ia menyingkirkan perasaan itu jauh² dan langsung menyapa putri


"Hai put,ayo jalan² lagi" ajak zain


"E-eh kak,udah selesai dari toilet tadi?" tanya putri polos


"Ya udah lah,kalo belum selesai kan ga mungkin kakak berdiri disini,ayo" jawab zain segera menarik tangan putri untuk kembali berjalan²


Dan di stasiun,nabil tengah duduk menunggu izin keberangkatan pun merasa hatinya sangat sakit,ia berpikiran kalau ia jahat karena telah menolak panggilan sang pujaan hatinya itu


"Hmm,mungkin emang bukan takdir gue kali ya" gumamnya seraya melihat penumpang yang berlalu lalang


(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)


salam hangat


kikiii