
Malam yang mulai dingin,suasana malam lumayan sedikit tenang dan nabil tengah berjalan santai untuk pulang
'Drrrtttt
'Drrrrtttt..
Ponsel nabil berdering,ia langsung duduk di peron kereta dan mengangkat panggilan tersebut
"Assalamualaikum mas" ucap dinara
"Waalaikumsalam din,udah pulang?" tanya nabil
"Ehm dinara masih di kereta mas hehe" jawab dinara malu²
"Ooohh" balas nabil
"M-mas nabil udah mau pulang ya?" tanya dinara lagi
"Iya nih,lagi mau jalan ke parkiran" jawab nabil
"Humm,gituu" ucap dinara lesu
Nabil sebenarnya tahu bahwa dinara ingin pulang bersamanya,tapi ia berpura² seakan tidak mengerti untuk mengerjai perempuan itu
"Kenapa emangnya?" tanya nabil polos
"E-emmm,ga-gak kenapa² sih mas" jawab dinara berbohong
Nabil tersenyum dan akhirnya tertawa cekikikan
"Loh kok ketawa?" tanya dinara bingung
"Hahahhaa kecewa nih yaa karena ga bisa pulang bareng" jawab nabil masih tertawa
"I-iya sih hehehe" ucap dinara
"Emang mau pulang bareng?" tanya nabil lagi
"maunya sih gitu,tapi mas nabil nanti kelamaan nunggu takutnya" jawab dinara
"Hmm,gituu" balas nabil
Keduanya terdiam agak lama,lalu dinara memberanikan diri untuk bertanya lagi
"Terus,udah mau pulang nih?" tanya dinara
"Udah sampe rumah malahan ini" jawab nabil
"Lah?perasaan gak denger suara angin di jalan deh,kok bisa udah sampe rumah aja?" tanya dinara
"Bisa lah,mas nabil gitu lohh" jawab nabil cekikikan
"Iihhh apaan sih,serius mas,udah sampe atau belum?" ucap dinara sebal
"Hahhaha belum kokk" jawab nabil
"Lah ga pulang emangnya mas?" ucap dinara
"Katanya mau ditungguin,yaudah lah kalo gitu mas duluan aja" jawab nabil
"E-eeehhh n-nanti duluu" balas dinara
Dinara sontak terkejut,ia merasa malu karena ketahuan
"Iiihhh nyebelin banget,untung ganteng ehee" jawab dinara
Saat mereka sedang asik berbicara,dari arah belakang nabil tampak sesosok bayangan hitam berjalan pelan ke arahnya,dan..
"Duarrrrrr.. " Pekik reza seraya menepuk kencang bahu nabil
"Huwaaaaa.." nabil sontak berteriak karena kaget,dinara ikut terkejut karena takut terjadi apa² dengan nabil
"Mas?
"Mas nabiill?
'Tuttt tuttt'
" Haduh mas nabil kenapa ya?" gumam dinara gelisah
Sementara di stasiun,reza tertawa terbahak bahak karena melihat nabil yang terkejut
"Bangs*t,untung ga mati gue" ucap nabil sembari mengejar reza
"Hahhahaha maap bang,becanda doang elaahh" ucap reza sembari tertawa
"Untung kaga jantungan gue,coba kalo iya,gua jadiin rengginang lu" timpal nabil kesal
"hahahhaa lagian elu sih bang,kita kan udah selesai dari tadi,terus lu ngapain malah duduk² disini coba dah?" tanya reza
Nabil salah tingkah karena bingung hendak menjawab apa,ia pun menggaruk kepalanya dan mulai menceritakan alasan dia duduk menunggu seseorang disini
"Acieeee,uhuyyyy kayaknya beneran makan² niihhh" ucap reza setelah mendengar cerita nabil
"Hushh,makan mah urusan belakangan,yang penting sekarang tuh jadi dulu,nanti kalo udah jadi mah mau lu makan satu restoran juga gue bayarin" timpal nabil
"Jadi apa bang?" tanya reza
"Jadi pengantin lahh,hahahahahahha" jawab nabil tertawa
"Hahahahaha aseekkk,makan satu restoran,pasti mantepp" ucap reza
"Udah udahh,pulang sono luhh,nanti diculik mbak kunti baru tau rasa" ujar nabil setelah selesai tertawa
"Yee,badan isi tulang gini apa yang mau diambil ama kuntinya dah?" timpal reza
"Yaaa,kali aja mau dijadiin hiasan dinding gituu hahahahaha" ucap nabil
ketika mereka sedang tertawa,tiba² terdengar suara seperti perempuan sedang menangis terisak
'Deghh...
_________
(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)
salam hangat
kikiii