
Zikri berjalan menuju taman belakang,tampak kai,bunda dan istrinya tengah berbincang hangat di sana
"Kau anakku kai,tidak pernah sedetikpun terbesit di pikiranku bahwa kau adalah anak angkatku" gumam zikri dalam hati
kai tak sengaja melihat zikri sedang menatap ke arahnya,lantas ia memanggil zikri untuk ikut bergabung dengannya
"Come here dad" panggil kai
Zikri berjalan pelan ke arah mereka,setelah sampai ia pun menyuruh kai ke atas untuk menemui ayah
"Pergilah kai,kakekmu ingin bertemu" ucap zikri
"Dia ada di atas" sambung zikri lagi
"oke dad" jawab kai
"Mom,oma,aku ke atas sebentar" ucap kai pada kedua wanita itu
Setelah itu kai pun pergi ke atas,dan zikri pun duduk bersandar di tiang gazebo
"Abis ngobrol apaan a' sama ayah?" tanya hamna
"Biasalah,debat lagi" jawab zikri
"Lagian iki juga,kadang ayah ngomong juga buat kebaikan iki juga,eh ini iki malah ngebantah terus" ucap bunda menimpali
"Hhh,bukan begitu maksudnya nda,apalagi sekarang ada kai,iki takut ayah kurang suka sama dia" jawab zikri
"Iki sama ana ga ada pernah sedetikpun anggap dia sebagai anak angkat,andaikan kai masih kecil dan iki ajak kesini,mungkin ayah masih bisa terima" ucap zikri lagi
"Ini keadaannya dia udah di umur yang terbilang dewasa nda,iki cuma takut ayah banyak mikir yang aneh² tentang kai" sambung zikri
"Iya bunda paham kok,menurut bunda kai itu anak yang baik,nanti bunda bakal bantu bilang ke ayah supaya jangan mikir yang engga² ke kai" balas bunda menenangkan pikiran anaknya itu
"Hmm,makasih nda,makasih udah mau terima kai di keluarga ini,jujur iki kasihan lihat dia sewaktu iki kuliah dulu,iki paham rasanya benar² sendirian waktu itu" ucap zikri menunduk dalam
"Aa' sekarang ga sendiri lagi kok,ana janji bakal selalu ada di belakang aa' apapun keadaannya" ucap hamna memegang tangan zikri
"makasih sayang" ucap zikri langsung mencium kening istrinya
Bunda merasa bersalah pada zikri,karena dulu zikri selalu dipaksa untuk memiliki kesempurnaan dalam hidupnya,nilai sekolahpun selalu dipaksa agar jadi yang tertinggi,hingga saat lulus SMA,zikri memberontak untuk yang pertama kalinya,dan semenjak itulah bunda tidak akan pernah memaksakan kehendaknya untuk mengejar kesempurnaan
"M-maaf tuan,apa anda memanggil saya?" ucap kai terbata²
"Saya bukan tuanmu,saya kakekmu bodoh,duduk disini.." perintah ayah
"B-baik opa.." ucap kai patah² duduk di bangku sebelah ayah
Sementara di lain tempat,nabil yang tengah berhenti di sebuah stasiun pun nampak sedang menikmati makanannya,tak lama setelah itu ponselnya berdering dan ia melihat terpampang nama dinara di nama si penelepon
"Haloo,ada apa din?" tanya nabil
"Umm,nanti pas pulang mas nabil mau nungguin dinara gak?" ucap dinara ragu²
"Emang mau pulang bareng?" tanya nabil lagi
"E-ehmm,sebenarnya mau sih,tapi kan dinara gak tau mas nabil pulangnya kapan" jawab dinara
"Oohh kalo itu mah tenang ajaa,nanti mas tungguin kok,kita kan pulangnya searah" ucap nabil memberi solusi
"Tapi mas nabil ga repot kan?" tanya dinara lagi
"Enggak kok,malahan mas seneng kalo pulang ada temannya,jadi ga takut deh" jawab nabil
"Emm,a-anu mas... " ucap dinara semakin grogi
"Kenapa lagi?" tanya nabil
"S-semangat ya kerjanya" jawab dinara langsung mematikan panggilan karena sudah tak kuat menahan malu
'Deghh..
___
(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)
salam hangat
kikiii