
"Tapi mas nabil ga repot kan?" tanya dinara lagi
"Enggak kok,malahan mas seneng kalo pulang ada temannya,jadi ga takut deh" jawab nabil
"Emm,a-anu mas... " ucap dinara semakin grogi
"Kenapa lagi?" tanya nabil
"S-semangat ya kerjanya" jawab dinara langsung mematikan panggilan karena sudah tak kuat menahan malu
'Deghh..
Seluruh tubuh nabil terasa lemas,kakinya pun sedikit bergetar karena membendung perasaan yang entah apa namanya,tapi mampu membuat orang terkuat pun jadi lemah
"E-ehhhh bang,lu ga kenapa² kan?" ucap reza terkejut membantu menopang nabil
"G-gue ga mimpi kan?" tanya nabil
'Plakkk
"Sakit bego" ucap nabil kesal
"Nahhh berarti bukan mimpi namanya" timpal reza tertawa
_____
"Bunda.." panggil hamna
"Iya sayang,kenapa?" tanya bunda
Zikri diam saja melihat percakapan mereka berdua,
ia hanya duduk takzim memperhatikan keduanya
"S-soal kai,aku harap bunda mau terima dia,aku sama aa' ga pernah sedikitpun mikir kalau dia adalah anak angkat,walau emang itu kenyataannya,aku sama aa' mau kai dapat kasih sayang dari orang tua.." jawab hamna menghela nafas pelan
"Aa' cerita ke aku kalau kai yatim piatu sejak kecil" sambungnya lagi
"Sayang,bunda ngerti kok.." ucap bunda tersenyum
"Dan satu lagi,kai butuh cahaya di hidupnya,bunda cuma takut kalau dia kehilangan arah andai dia gak punya orang yang dianggapnya sebagai ayah dan ibu" sambung bunda sembari menatap keduanya lamat²
"J-jadi bunda mau terima kai sebagai cucu bunda?" tanya zikri
"Apa salahnya?lagipula dia ganteng kok,jadi bisa tuh bunda kenalin ke temen² bunda yang lain,kali aja ada yang anaknya nyantol sama kai,hihihi" jawab bunda cekikikan
"Yee nenek².." ucap zikri bersungut²
'Ctashhh..
"Aww,sakit nda,ampun" ucap zikri ketakutan melihat bunda melotot sembari memegang rotan di tangan
Hamna tertawa melihat suaminya yang kena sabet oleh bunda,namun tidak dengan zikri,dia masih saja menggerutu sembari mengelus tangannya yang terkena sabet
"Omong²,bukannya kandungan kamu udah masuk bulan ke enam ya sayang?" tanya bunda tak mempedulikan zikri
"Iya bunda,emangnya kenapa?" ucap hamna
"Lah kok kenapa,bunda mau tau dong jenis kelamin cucu bunda apa?" jawab bunda
"E-ehh,itumah belum tau nda,aku sama aa' belum check ke dokter,hehehe" ucap hamna merasa bersalah
"Yahh,padahal bunda mau tau.." ucap bunda
"Nanti deh bunda sayaaangg,aku ajak bunda usg sama aa' sekalian,iya kan a'? " ucap hamna tersenyum
Zikri masih fokus memperhatikan semut yang berjalan di dekat batu kerikil,entah sedang tidak ada kerjaan atau bagaimana,ia hanya sesekali menjawab dan tetap diam tak peduli
"AA',GAADA KERJAAN BANGET SIH" Ucap hamna mencubit pinggang suaminya
"Awww sakit sayang,kamu mah ah sama kayak bunda,nyakitin mulu bisanya" pekik zikri sebal
"Nyakitin nyakitin,giliran malem aja pasti ana yang disakitin kann" ucap hamna ikutan sebal
Bunda bahagia melihat anak dan menantunya,ia menebak bahwa tidak akan ada keretakan di dalam rumah tangga mereka berdua,terlebih zikri selalu mengalah pada istrinya
"Oh iya,emang kamu masih sering main malam sama zikri sayang?" tanya bunda pada menantunya
"Masih nda,aa' kalo main bikin ana capek mulu,gaada berhentinya,abis itu pagi juga minta lagi" ucap hamna mengadu ke bunda
Zikri terkejut mendengar istrinya blak²an soal rumah tangga mereka,ia lantas membungkam mulut istrinya dengan tangan agar hamna tidak melanjutkan ucapannya tadi
"Hemm,istri udah begah kayak begini masih juga di tusuk² ya" ucap bunda menatap anaknya
"E-ehm ya mau gimana lagi nda,ayah kan dulu gitu juga,maklum dong turun kebiasaannya ke anaknya" jawab zikri tanpa dosa
Bunda langsung menjewer telinga zikri tanpa ampun,zikri meringis kesakitan,diluar sana zikri memang manusia iblis dengan banyak kesadisan,tetapi di depan bunda,ia hanyalah anak kecil usia 3 tahun yang masih belum tahu apa²
"Bundaaa,udah iihh,kasian aa' kesakitan tuh" ucap hamna membela suaminya
"Kamu juga,katanya sakit tiap malem ditusuk mulu,tapi sekarang malah belain" ucap bunda masih dalam mode menjewer
"Yaa,gimana lagi,enak soalnya nda,hehehe" ucap hamna tertawa
Bunda langsung melepaskan jewerannya pada zikri dan beralih ke arah hamna
"Ini juga nih,pantesan iki ga mau sama yang lain,ternyata nakal juga kamu nya ya" ucap bunda mencubit gemas pipi menantunya itu
Hamna meringis sedikit kesakitan lalu ketiganya tertawa dengan bahagia
_____
"Dia pernah mengajarkan hal yang jahat kepadamu?" tanya ayah
Kai diam menatap zikri yang sedang duduk melihat bebatuan,lalu ia menjawab dengan mantap
"Tidak opa,dad tidak pernah mengajarkan sesuatu yang jahat padaku" jawab kai
"Hm?apa kau yakin?" ucap ayah sekali lagi
Kai sudah biasa berbohong untuk menutupi sesuatu, dan kali ini tanpa ragu ia tetap menjawab 'tidak' dengan percaya diri
"Baiklah kai,kakek percaya padamu" ucap ayah
Kai awalnya merasa bersalah pada kakeknya itu,namun mau bagaimana lagi,ia lakukan hal ini demi kebaikan ayahnya dan juga agar kakeknya tidak terus menerus berpikiran buruk pada ayahnya
_______
(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)
salam hangat
kikiii