Train And Rain

Train And Rain
eps 77



Senyum indah tak pernah hilang dari wajah nabil,bagaimana tidak,ia begitu senang karena mendapatkan nomor ponsel dinara tadi pagi


"wiihh seger amat nih,abis dapet janda ya bang?hahahahhaa" ledek reza tertawa kencang


"Yee,gue mana suka sama janda,elu kali ah yang begitu" balas nabil


"kenapa sih emang?roman² nya kayak lagi bahagia banget,cerita laahh" ucap reza


"Gue abis dapet gebetan baru cuyy" timpal nabil tersenyum


"Wiiihh,makan² lah kalo gituu" balas reza


"Insya allah bro,doain aja semoga engga gagal lagi" jawab nabil kegirangan


"Amiiin,tapi bantuin gue juga lah bang buat nyari jodoh" ucap reza tertawa


"Hahahhaa amaan,gue bantuin kok nanti" balas nabil


"Naahh gitu baru teammate yang solid" ucap reza menepuk² bahu nabil


"Hahahahahaha...


Mereka berdua tertawa bersama,suasana yang indah di siang hari itu,sehingga nabil begitu senang dan sangat bersemangat hari itu


Sementara di mobil,zikri baru tiba di rumah bunda pada siang hari dan disambut dengan sukacita oleh sang ibunda


" Ini siapa sayang?" tanya bunda pada menantunya


"ini kai bunda,anak yang aa' angkat pas masih kecil,sekarang dia udah gede" jawab hamna sembari menyalami bunda


Bunda langsung menatap kai dari bawah sampai atas,ia tak menyangka bahwa ia punya cucu angkat setampan ini


"Ya ampun,jadi ini yang namanya kai" ucap bunda kegirangan


"E-ehm iya oma,aku kai" jawab kai langsung menyalami nenek barunya itu


"Ciee yang udah jadi nenek²" celetuk zikri yang baru tiba dari dapur


Bunda melotot ke arah zikri yang berucap seperti itu tanpa dosa,bunda langsung menghilang dan muncul di depan zikri dengan memegang sebilah rotan secepat kilat


'Ctashhh


"Aargghhh..


Kai terkejut melihat neneknya bisa seperti itu,


bagaikan kilat,ia tak menyangka bahwa ia kini berada di keluarga yang berisi orang dengan keahlian yang tidak bisa dibayangkan kebanyakan orang


" Aa',ga sopan ih" ucap hamna ikut melotot ke arah suaminya


"Iyaiyaa,maap" ucap zikri mengelus kakinya yang terkena sabetan bunda


Bunda memang seperti itu,seumur hidupnya beliau tidak pernah meleset dalam hal sabet menyabet,di masa lalu kita akan mengetahui tentang siapa bunda sebenarnya


"Ayah mana nda?" tanya zikri dengan nada yang lebih sopan


"Di atas,ayah mau ketemu tuh,sana" ucap bunda dengan nada mengusir


"Bagaimana kabarmu?" tanya ayah sembari menatap pancuran di taman belakang


"aku baik yah,bagaimana kabarmu juga?apa penyakitmu sudah sembuh?"tanya zikri duduk di kursi sebelah ayahnya


" Hmm,memang sudah penyakit usia senja,tidak perlu dipermasalahkan" jawab ayah tidak peduli


mereka berdua diam untuk waktu yang lama,setelah itu ayah kembali bertanya


"Kapan kau mengadopsi anak itu?" tanya ayah


"Sewaktu kuliah,dia anak yang berbeda waktu itu" jawab zikri pelan


"Uang darimana yang kau gunakan untuk membiayainya?" tanya ayah lagi


"itu bukan urusanmu yah,setidaknya itu bukan uang milikmu" jawab zikri datar


Ayah menghembuskan napasnya pelan,dari ketiga anaknya,memang hanya zikri yang sangat tertutup dari keluarga,zikri memang berbeda dari kedua anaknya yang lain,terutama dari segi kepribadian,


hal itu dikarenakan hanya zikri yang dirawat oleh didikan ayahnya ayah zikri,dengan kata lain hanya zikri yang di rawat dengan didikan kakeknya


"Bagaimana keadaan istrimu?apa dia baik² saja?" tanya ayah lagi


"Dia baik,namun kini memang cucumu yang terlalu aktif di dalam perutnya,jadi ia cepat lelah akhir² ini" jawab zikri pelan


"Heh,dia anakmu bodoh,apa urusannya denganku" ucap ayah


"tetap saja,saat dia lahir kaulah yang akan paling sering menggendongnya kesana kemari seperti anak dari kedua saudaraku dulu" balas zikri


Ayah terdiam,ia dan zikri memang selalu bertolak belakang pemikirannya,zikri yang paling sering membantah,melawan,dan menjawab apapun kehendaknya,tetapi hanya zikri lah yang selalu mau memenuhi segala apa yang diminta ayahnya,walau dengan beberapa kalimat bantahan


"Masih mengikuti didikan kakekmu dulu heh?" tanya ayah


"yeah,didikan kakek padaku bagaikan tak akan pernah lepas dari diriku kini" jawab zikri


"Sudah kubilang,kakekmu bukanlah orang baik²,itu akan berimbas pada keluargamu nanti" ucap ayah


"Itu bukan urusanmu pak tua,kalaupun itu berimbas pada keluargaku,setidaknya kau tidak akan pernah direpotkan dalam hal ini" jawab zikri datar


"Terserah padamu anak si*lan,pergilah,panggil cucuku kemari,aku ingin bicara dengannya" ucap ayah menyuruh zikri pergi


"Apa yang akan kau bicarakan padanya yah?" tanya zikri


"Terserahku bodoh,ini bukan urusanmu" jawab ayah singkat


"Hhh,baiklah,setidaknya jangan pernah mengatakan padanya kalau ia adalah anak angkat,aku tidak pernah menganggapnya seperti itu sedetik pun dari dulu" balas zikri sembari pergi ke bawah


_____


(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)


salam hangat


kikiii