Train And Rain

Train And Rain
eps 59



Dan di stasiun,nabil tengah duduk menunggu izin keberangkatan pun merasa hatinya sangat sakit,ia berpikiran kalau ia jahat karena telah menolak panggilan sang pujaan hatinya itu


"Hmm,mungkin emang bukan takdir gue kali ya" gumamnya seraya melihat penumpang yang berlalu lalang


Nabil teringat akan kesan pertama nya saat bertemu dengan putri,matanya yang indah,wajahnya yang teduh,seakan membuat nabil candu


Ia kembali menatap layar ponselnya,terlihat sebuah foto keluarganya yang lengkap,seakan menjadi beban berat baginya,ia padahal dahulu berjanji untuk segera memberikan cucu untuk kedua orangtuanya itu


Namun,kadang keinginan sangat amat berbeda dengan kenyataan,ia pun mengusap wajahnya dan menghela napas dengan pelan


Dari kejauhan lagi² seorang laki² suruhan zikri tengah menatap nabil,ia memang sudah lama diperintahkan zikri untuk menjaga dan mengawasi nabil dimana pun kecuali di rumahnya


'Tuuuutt'


"hm,ada kabar terbaru?" tanya zikri dengan nada dingin saat dihubungi oleh orang suruhan nya


"Ya king,lagi² tuan nabil termenung seperti waktu itu,saya khawatir akan terjadi sesuatu lagi setelah ini king" jawab orang itu pelan


"Hm oke,awasi terus tapi jangan sampai terlalu mencurigakan" perintah zikri


"baik king,saya izin pamit" ucap orang itu seraya mematikan telepon nya


Tak lama setelah itu,reza yang melihat gelagat aneh dari orang yang menatap nabil terus²an pun merasa geram,dengan segera ia pun mendekati orang itu lalu menariknya dengan kasar


"Heii apa²an anda" ucap orang itu seraya menepis tangan reza


"Lo ngapain ngeliat ke arah orang itu mulu hah?" tanya reza geram


"Apa urusannya dengan anda bung,pergilah" jawab mata² itu seraya berjalan menjauh


Reza pun terdiam,ia ingin sekali memukul wajah orang tersebut,namun ia takut nanti terjadi kerusuhan,lantas ia segera menuju ke arah nabil yang masih duduk termenung itu


"Woi jamal,lu dari tadi diliatin orang tau ga" ucap reza seraya menepuk bahu nabil


"E-eh elu,S-siapa emang za?" tanya nabil terkejut


"Mana gue tau lah,makanya bengong mulu sih lu" jawab reza kesal


"Udah lah ayo berangkat,udah dapet izinnya nih" sambungnya seraya bersiap² untuk keberangkatan


_________


"Kamu laper put?makan yuk" ajak zain setelah cukup lama berjalan² didalam mall tersebut


"Ehh tunggu dulu dong" panggil zain seraya menggenggam tangan putri


Putri terkejut saat tangannya tiba² disentuh oleh zain,jantungnya berdegup kencang,tapi ia tak bisa berbuat apa²


Tak lama saat berjalan,mereka menemukan sebuah resto yang lumayan ramai,langsung saja zain memesan beberapa menu untuknya dan juga putri


"Put,kok dari tadi kamu liat ponsel mulu sih?" tanya zain karena memang sedari tadi berjalan,ia memang hanya melihat ponsel dan menjawab pertanyaan zain sesekali saja


"Ehm A-anu,gapapa kok kak hehehe" jawab putri tersenyum kaku


"Kok ga dijawab sih sama mas nabil,apa mungkin lagi sibuk dia ya?" tanya putri dalam hati


Lagi² putri tetap mengabaikan zain meski pesanan nya sudah tiba


"Put,pesanan nya udah sampai nih" panggil zain membuyarkan lamunan putri


"E-eh i-iya kak,maap putri ga fokus tadi hehe" jawab putri


"Yaudah makan dulu,main hp nya nanti aja" balas zain seraya mulai memakan makanannya


\*\*


"Halo zik,kita perlu ketemu nanti malem" ucap nabil yang akhirnya berhasil menghubungi zikri


"Hmm,dateng aja ke rumah gue,nanti gue tunggu oke" jawab zikri seraya menyandarkan badannya di kursi kerjanya


"Oke zik,thanks" jawab nabil


"Hm,No problem" balas zikri langsung mematikan panggilan tersebut


"hhhhh,Bakal ada sesuatu lagi nih kayaknya" gumam zikri seraya memijat pelipisnya


___


(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)


salam hangat


kikiii