Train And Rain

Train And Rain
eps 83



"Setelah itu aku kembali ke rumah,aku dapati ternyata hamna memilih tinggal bersama bunda seperti anak sendiri untuk menjaganya,dan rupanya ia menungguku selama ini.." ucap zikri


"Disitulah aku runtuh,memang awalnya aku merasa sendirian,sekuat apapun aku kini,jika didepan wanita itu aku merasa lemah,aku berada di kegelapan dan dia datang menerangiku,aku yang awalnya percaya diri langsung terjatuh dan menangis,itu kali pertama aku menangis setelah kakek tiada,aku bersujud di kaki bunda,dan lagi² bunda memaafkan kepergianku.." ucap zikri


"Dan tahukah kau bagian terbaiknya nak?" ucap zikri setelah lama ia bercerita


"Umm,kau dan mom bersatu lagi?" jawab kai ragu²


"Yap,tepat sekali nak,setelah itu ia menatap tajam mataku,aku pikir ia makin membenciku ternyata yang terjadi adalah sebaliknya,ia memelukku dengan erat dan menangis,aku dibuatnya menjadi merasa bersalah,ia menangis dan memelukku,


setelah tangisnya reda ia langsung mencium bibirku dengan liar.." ucap zikri terkekeh


"Untungnya bunda sudah paham hamna selama tinggal bersamanya,beliau memisahkan kami sebelum terjadi hal yang belum semestinya dan menyarankan aku untuk menikahi hamna,mulanya aku sedikit tidak setuju,namun ayolah,ciuman itu membuatku candu nak,hahahaha..." ucap zikri tertawa


"Hahahha ternyata kalian kembali bersatu hanya untuk sebuah ciuman,that's crazy dad" timpal kai ikut tertawa


"Hei nak,kau harus merasakannya suatu saat,itu akan membuatmu lebih candu daripada narkoba sekalipun.." jawab zikri ikut menimpali


"Lantas,mengapa sekarang kau masih suka sendiri di kegelapan seperti ini dad?" tanya kai lagi


"Aku menyendiri hanya untuk mengenang siapa aku dulu nak,dan untuk mengenang kakekku saja" jawab zikri


______


Kereta telah merapat ke sisi peron,dinara langsung turun dan celingukan kesana kemari mencari nabil


"Nah itu dia" gumam dinara sembari melihat ke arah dua orang yang sedang saling mengejek


"Ngapain sih mereka berdua?kayak anak kecil" gumam dinara lagi


Ia berjalan pelan karena yakin tidak akan ditinggal,


lalu sayup² ia mendengar pembicaraan nabil dengan reza


"Udah udahh,pulang sono luhh,nanti diculik mbak kunti baru tau rasa" ujar nabil setelah selesai tertawa


"Yee,badan isi tulang gini apa yang mau diambil ama kuntinya dah?" timpal reza


"Yaaa,kali aja mau dijadiin hiasan dinding gituu hahahahaha" ucap nabil


Nabil dan reza terpaku di tempat,reza langsung merinding dan bertanya takut² pada nabil


"L-lu denger bang?" ucap reza merinding


"I-iya za,ja-jadi serem aura nya nih" balas nabil


Dinara cekikikan mendengar kedua laki² itu ketakutan,ia lantas berucap lagi


"Yang pakai jaket hitam,bolehkah aku ikut denganmu?hihihihihi......" ucap dinara menirukan suara mbak kunti


Reza langsung melihat badannya dan badan nabil


"M-mati lu bang,elu yang pake jaket hitam kan" ucap reza


"Ya Allah,tolong hambamu ini,hamba masih ingin hidup dan belum menikah ya Allah" ucap nabil gemetaran


"Kita kabur aja yuk bang" ucap reza memberanikan diri


"K-kita baca doa dulu za,habis itu baru ka-


" HUAAAAAAA KUNTILANAAAAAKKKK" Pekik reza sembari berlari kencang meninggalkan nabil


"REZA SIALAAANNN,AARGHHHHH.." teriak nabil ikut mengejarnya


"Allahumma bariklana fiima razaqtana waqina 'azaaban naar" ucap nabil sembari berlari


"Hahahahahahahaha mas nabil lucu banget ih" ucap dinara tertawa


___


(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)


salam hangat


kikiii