
ehm,maafin kata² ibu ya pak,eehh m-mas maksudnya" ucap putri seraya menutup wajahnya karena malu
"hahahaha gapapa kok,tandanya ibu kamu merestui kalo saya menjalin hubungan denganmu" jawab iqbal senang
"Hah? maksud mas gimana?????
Pagi yang cerah menyinari rumah nabil,ia kini bersiap² untuk berangkat ke stasiun,dengan adanya motor,kini ia bebas untuk berangkat kapanpun yang ia mau
" okeii sipp,semuanya siap,waktunya berangkatt" ucap nabil pada dirinya sendiri
Saat di perjalanan,ia sengaja memilih melewati perumahan putri,ketika ia melewati rumah pujaan hatinya itu,alangkah terkejutnya nabil saat melihat ada sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumah putri,dan yang lebih mengejutkan lagi,ada seorang lelaki muda yang baru saja keluar dari rumah itu,ia melihat putri tersenyum manis pada lelaki itu hingga sang pemilik mobil pergi dari situ
"Mungkin saudaranya putri kali ya,ah jangan mikir aneh² lah,masih pagi harus positif thinking" gumamnya dalam hati
Setibanya di stasiun,reza yang biasa menyapa nabil pun bingung dengan perubahan temannya itu
"lu kenapa bro?" tanya reza
"gapapa za,cuma lagi pegel aja ni badan" jawab nabil berbohong
Reza yang melihat gelagat aneh dari diri nabil pun segera memastikan keadaan teman kerjanya itu
"lu serius gapapa nih?" tanya reza lagi
"iya zaa,udah ah,ke kantor yuk buat briefing" jawab nabil
"kayaknya ada yang ga beres nih sama nabil" monolog reza dalam hati
Benar saja apa yang dipikirkan reza,saat baru tiba saja nabil sangat pendiam tak seperti biasanya,begitu juga saat briefing dan kerja,nabil amat sangat pendiam hari ini
"bro,hati² ya di jalan" ucap reza saat pulang kerja
"iya za,lu juga hati² ya" jawab nabil pelan
Saat di perjalanan pulang,pikiran nabil berkecamuk hebat,cemburu,marah,sedih,semuanya bercampur aduk di dalam diri nabil
"AAARGGHHHH" teriaknya saat berhenti di sebuah jalan sepi
"kenapa aku begitu cemburu melihat ia tersenyum pada lelaki lain" ucapnya seraya memukul² kepalanya sendiri
Ketika melewati jalan raya,ia sangat tidak fokus dalam mengendarai motornya,beberapa kali pengguna kendaraan lain mengklakson dia karena lampu sudah hijau,dan saat hendak berbelok,kejadian naas itupun terjadi
"TIIIIINNNNNN" Suara klakson mobil itu dari jauh karena berkecepatan tinggi
Nabil yang sedang tidak fokus pun tidak menghiraukan suara klakson tersebut,pikirannya kosong sedari awal pagi tadi
Dan naas,mobil itupun tak mampu melambatkan laju nya serta langsung menabrak nabil yang hendak berbelok itu
perlahan²,mata nabil pun mulai buram,dan saat kesadarannya hampir hilang,nabil berkata
"pu-putri,j-jangan pergi" ucapnya lirih,setelah itu ia pun jatuh pingsan
Zikri yang sedang duduk santai dengan istrinya pun terlonjak kaget saat menerima telepon dari salah seorang pengguna jalan yang menghubunginya secara tiba - tiba
"APAA?? DIMANA DIA SEKARANG? Baik,terima kasih telah memberitahu saya" ucap zikri pada si penelpon
"ada apa sayang?" tanya istrinya
"kalau begitu,cepat pergi temui dia yang,aku takut terjadi apa² pada mas nabil" ucap istrinya ikutan resah
"baik,kamu di rumah hati² ya,aku pergi dulu" ucap zikri seraya mencium kening istrinya
"hati² sayang" pesan istrinya
Zikri pun menganggukkan kepala dan segera menuju garasi untuk mengambil motor
Setibanya di rumah sakit,zikri segera mencari ruangan tempat nabil di rawat dan ia berterima kasih pada penolong sahabatnya itu serta memberikan uang yang lumayan banyak sebagai tanda terima kasih
"bil,nabil,lu kenapa bisa ginii?" ucap zikri tak percaya saat melihat sahabatnya itu terbaring dengan selang infus menancap di tangannya
ketika dokter dan perawat datang untuk memeriksa perkembangan lebih lanjut,zikri pun bertanya
"Dok,dia gapapa kan?" ucap zikri memastikan
"Maaf,apakah anda anggota keluarganya?" tanya dokter itu
"iya,saya saudaranya dok,apa yang terjadi sama saudara saya?" tanya zikri lagi
"mohon maaf pak,saudara bapak mengalami retak pada bagian lutut dikarenakan benturan yang lumayan cukup keras" jelas dokter itu
"lalu,apa bisa disembuhkan dok?" tanya zikri cemas
"bapak mohon tenang,para dokter disini akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu saudara bapak untuk kembali sembuh seperti sediakala" jawab dokter itu menenangkan zikri
"baiklah,lakukan apapun agar dia kembali sembuh dok,saya akan bayar berapapun itu" balas zikri
"baik pak,kami undur diri dulu,bapak kami harap tetap tenang" jawab dokter itu seraya pamit undur diri
Setelah itu,zikri pergi ke bagian administrasi untuk membayar biaya perawatan dan nabil pun segera dipindahkan ke ruang VIP
ia tak habis pikir,mengapa nabil bisa terkena musibah itu,padahal tadi si pengendara yang menolong nabil bilang,bahwa memang mobil itu telah mengklaksonnya dari jauh
"hhhhhh" ia menghembuskan napas nya sembari membuat minum
Selepas ia kembali,secara tak sengaja ia melihat jari nabil perlahan bergerak,ia pun segera loncat untuk menekan tombol panggil perawat,setelah beberapa menit menunggu,dokter dan perawat pun tiba untuk memeriksa kondisi terkini dari nabil
"baik pak,kami akan melaksanakan operasi ini besok,bapak dimohon untuk segera melunasi biaya administrasi secepatnya" ucap dokter itu sembari pamit meninggalkan zikri sendiri disitu
"Hhhhhh,apa kata mama nanti andai tau nabil terkena musibah seperti ini" gumamnya sembari duduk di sebelah nabil yang masih terkena pengaruh obat tidur
Zikri memang seringkali memanggil ibu nabil dengan panggilan 'mama' karena nabil sudah dianggap nya sebagai saudara sendiri,begitu pula nabil saat memanggil ibu zikri dengan sebutan 'bunda'
"apa gue tanya temennya di tempat kerja dia aja kali ya? mungkin gue bisa dapet titik terangnya" ucap zikri lagi
"hmm,okelah...
\_
\_
\_
(mas nabil emang kebiasaan niii,padahal kan bisa aja itu cuma temennya,eh udah overthinking duluan hihihihi 😂)