Train And Rain

Train And Rain
eps 42 ( kecewa )



"Gimana kak?udah bisa sekarang shalatnya?" tanya putri tersenyum


"bisa doongg,kakak juga udah siap kok jadi imam kamu,hahahaha" jawab zain tertawa


'Deghh'


Rasa hangat itu menjalar di titik² tertentu dalam diri putri,rasanya sangat sama seperti saat ia berada di dekat nabil,namun ia segera menepis perasaan itu


"ah kakak ada² aja,baru hari ini belajar shalat masa udah sok²an mau ngimamin aku" ucap putri


"hahahaha iya juga ya,yaudah deh kita makan yuk,kakak udah laper,pasti kamu juga kann?" tanya zain terkekeh


"hehehe iya si,capek dari tadi jalan² mulu,makan mah engga" jawab putri ikut tertawa


Mereka pun akhirnya berjalan kembali menuju mobil zain yang berada di parkiran,saat sedang di perjalanan mereka pun berbincang² mengenai kemana perginya zain selama ini


"kak,kita makan di tempat yang dekat rumah aku aja ya,takut kemalaman pulang nya,hehehe" pinta putri pada zain


"Hmm,okelah,sekalian kakak mau tau kamu tinggal dimana,gapapa kan?" tanya zain mengiyakan permintaan putri


"Hmm,gapapa kok kak" jawab putri


Akhirnya mereka memilih sebuah warung makan di dekat rumah putri,awalnya zain menolak karena ingin membawa putri makan di restoran mewah,namun apa daya zain yang tak kuasa untuk menolak permintaan putri tersebut


" kakak mau apa?" tanya putri saat mereka telah tiba di warung makan tersebut dan seorang pelayan memberikan daftar menu


"Emm,kakak mau ini aja deh" jawab zain seraya menunjuk daftar menu yang diberikan pelayan itu


"Oooh,trus minum nya apa?" tanya putri lagi


"teh manis anget aja deh" jawab zain


"oke,mbak nasi goreng dua sama teh manis hangat satu ya" ucap putri pada pelayan itu


Sembari menunggu pesanan mereka dibuat,zain dan putri sibuk melihat ponsel masing² ,lalu zain pun mengajak putri berbicara untuk mencairkan suasana


"Eemm,put" panggil zain


"iya kak,kenapa?" tanya putri


"ga terasa aja ya,kita udah hampir sembilan tahun gak ketemu,waktu itu kakak bahkan ga sempat pamitan sama kamu" jawab zain mengawali pembicaraan


"iya,padahal aku mau nunjukin kalo aku tu dapet ranking satu di kelas,eh kakak malah pergi" ucap putri sedikit cemberut


"kakak benar² minta maaf waktu itu put,karena kejadiannya itu mendadak banget,kakak tiba² diajak daddy ke luar negeri secara mendadak,kami ga ada persiapan apapun,ke bandara aja cuma bawa ransel isi uang dan pakaian beberapa helai" ucap zain memberi penjelasan


"iya,aku tuh sedih banget waktu itu,pas aku ketok² pintu rumah kakak,tetangga sebelah bilang kalau yang punya rumah udah pergi dari semenjak pagi'' balas putri


" kakak sebenarnya udah tanya² ke daddy perihal apa yang terjadi saat itu put,tapi sampai sekarang daddy ga mau ngasih tau ke kakak" ucap zain


'Deghh deghh'


''k-kakak gak salah omong kan?'' tanya putri gugup


''enggak put,kakak serius suka sama kamu,bahkan sampai sekarang kakak rindu kamu,makanya kakak rela jauh² dari luar negeri datang kesini,semua demi kamu put,demi kamu" jawab zain seraya menggenggam jemari indah milik putri


Putri yang tidak menyangka bahwa zain yang dianggapnya sebagai kakak kandungnya sendiri pun masih tidak percaya,ia tidak menyangka bahwa zain selama ini ternyata menyayanginya seperti seorang laki² pada wanita nya,bukan seorang kakak pada adik nya..


Di lain meja yang tak terlalu jauh dari mereka berdua,nabil yang mendengar itu semua merasa sangat syok,ia memang kebetulan sedang memakai masker karena tadi sore lumayan berdebu,saat ia hendak mampir untuk membeli makanan,malah percakapan ini yang di dapatnya


putri yang tak mengetahui akan keberadaan nabil di dekatnya pun langsung membelai lembut tangan zain,nabil makin merasa sakit saat melihat itu,hatinya remuk redam,mulutnya seakan terkunci rapat, dan tubuhnya terasa berat


"kak,sebenarnya aku juga punya perasaan yang sama pada kakak,aku sebenarnya juga sayang sama kakak" ucap putri lembut


Nabil yang pesanan nya telah siap pun langsung pergi meninggalkan warung makan itu dengan mata berkaca² ,ia telah kalah,ia gagal mendapatkan hati wanita yang dicintainya,ia benar² hancur untuk saat ini,sangat hancur..


Dengan cepat ia langsung menuju tempat motornya diparkir tadi,saat hendak memasukkan kunci ke stopkontak motornya,tiba² ada seorang remaja mendekatinya


"mau ngapain bang?" tanya remaja itu


"ya mau pulang lah,udah sono lu" jawab nabil ketus


Nabil yang kesulitan memasukkan kunci ke motornya pun makin kesal,ia langsung memukul jok motor itu dengan kencang


"ah motor sialan" ucap nabil menyumpah² pada motor itu


"heh bang,ini motor gue tol*l,maen tabok² aja,kalo rusak gimana hah?mau ganti?" ucap si remaja itu mendorong nabil


"maksud lu apaan hah?ini motor gue,enak aja main ngaku² kalo ini motor lu" jawab nabil emosi


"motor lu di deket pohon itu gob*ok" ucap remaja itu lagi seraya menunjuk ke arah sebatang pohon itu


Nabil yang tengah dilanda kekecewaan pun memang lupa kalau ia tadi memarkirkan motornya di dekat sebuah pohon rindang,sontak ia langsung meminta maaf pada remaja itu dan langsung menuju motornya


''dasar gila,motor orang maen tabok² aja,huh edan" ucap remaja itu sembari melihat nabil yang terburu² berlari


-


-


-


(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)


salam hangat


kikiii