
"Emang mau?" tanya dinara
"Eeehh engga gitu,a-aku,ehm aku pulang dulu ya,besok kalo mau berangkat bareng ketok aja pintu rumahku" ucap nabil saat suasana mulai tidak kondusif lagi
Nabil langsung mendorong motornya karena ia mulai berpikiran yang tidak²,dinara tertawa cekikikan dan masuk ke rumahnya
"Ah si dodol,mikir lu kemana² kan gara² ditanyain begitu" gumam nabil seraya menjitak kepalanya sendiri
ia duduk dan kembali membayangkan wajah dinara tadi
"Cantik.. " gumam nabil tersenyum
"Ah apaan sih lu bil,buruan tidur,nanti telat takutnya" ucap nabil pada dirinya sendiri
Nabil pun langsung membersihkan tubuhnya,
setelah itu ia beranjak tidur
∞∞∞∞∞
"Ga nyangka,ternyata masinis ganteng itu tetangga deket aku" gumam dinara senyum² sendiri
Mama dinara merasa aneh melihat putrinya senyum² sendiri,apalagi hari sudah larut dan suasana lumayan menyeramkan
"Dek,Nyebut dek,mama takut ih" ucap mama dinara seraya menoel² lengannya
"Hah?apaan sih ma,dede lagi senang tauu" ucap dinara terkejut sekaligus senang
"Senang kenapa?tumben banget kamu gini,biasanya juga kaku banget" ucap mamanya menyilangkan tangan di dada
"iiiiihhh mama mah,dede tuh abis ketemu sama masinis di stasiun tadi maa" ucap dinara cemberut
"Terus?kamu diapain sama masinisnya?hem?" tanya mama lagi
"Ga diapa²in sih ma,tapi masinisnya guaanteeeeenggg banget" jawab dinara kegirangan
"Paling udah ada yang punya" ucap mama cuek menuju dapur
"Ihh Mama mah gituuu,tau ah sebel" ucap dinara berjalan menuju kamar
Dinara kembali ke kamar dan duduk di depan meja rias miliknya,sembari menatap kaca ia pun bergumam
"Apa aku kurang cantik?" gumam dinara seraya menggerai rambutnya
"Apa mas nabil beneran udah ada yang punya ya?" gumam dinara lesu karena mendengar ucapan mamanya tadi
"Dia baik,ganteng,ga mungkin ga ada yang suka sama dia" gumam dinara lagi
Saat dinara sedang memikirkan masinis itu,orang yang dipikirkan malah sedang bermimpi sedang bersama putri
Kenyataan yang memang kejam,di satu sisi nabil ingin bersama putri,namun di sisi lain ia turut mengagumi pesona dinara,entah apa yang terjadi nanti,tuhan sedang melukis kisah mereka sebaik mungkin
"Mana ni anak ya?" gumam zikri saat menunggu kedatangan nabil sembari melihat ponselnya
"What are you doing dad?" tanya kai yang baru tiba dari dapur
"Hey son,i m waiting my friend" jawab zikri tersenyum
"Hmm,this your drink dad" ucap kai seraya meletakkan teh di atas meja
"Thanks,where your mom?" tanya zikri lagi
"mom sudah tidur dad,ia bilang padamu untuk jangan tidur terlalu larut" jawab kai seraya menyalakan televisi
Zikri ber-hmm pelan ketika mendengar jawaban kai,keduanya pun menonton televisi bersama di ruang keluarga
Sayangnya,orang yang ditunggu telah tidur lelap dan lupa akan janji nya tadi sore,setelah minumannya habis,zikri kembali ke kamar meninggalkan kai sendiri di ruang tamu
"Hey son,jangan tidur terlalu larut,goodnight" ucap zikri sembari berjalan ke lantai atas
"Oke,goodnight too dad" balas kai masih asik menonton
Akhirnya zikri pun masuk ke dalam kamarnya, terlihat sang istri sudah tertidur pulas menghadap ke arahnya,zikri pun tersenyum lalu naik ke atas kasur
"Sayaaangg" panggil zikri pelan
Hamna tak menggubris panggilan suaminya,tapi zikri masih memanggil²nya dan akhirnya ia pun terbangun
"Hmm,kenapa aa'? " tanya hamna setengah sadar
"Peluuk" ucap zikri
"Sinii" jawab istrinya merentangkan tangan
Zikri pun tersenyum dan masuk ke dalam pelukan istrinya,namun ia tetap menjaga jarak agar si buah hati tidak terjepit antara ia dan istrinya
"Udah ya,aa' tidur" ucap istrinya masih dalam mode setengah sadar
"Huum" jawab zikri sembari menarik selimut dan menyelimuti mereka berdua
Sementara di ruang keluarga,kai masih duduk menonton televisi,matanya memang menonton namun pikirannya tengah memikirkan tentang cara menangkap frans
"Beraninya membahayakan nyawa mom,awas saja kau breng*ek...
**
(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)
salam hangat
kikiii