
"Baik² aja sebenernya mah za,tapi sekarang dia mungkin lagi sibuk kayaknya,jadi kurang komunikasi deh" sambung nabil
Reza merasakan gelagat aneh saat mendengar jawaban nabil tadi,ia yakin bahwa ada yang tidak beres dengan rekan kerjanya yang satu ini,lalu ia bertanya lagi
"Kalo ada masalah,mending jujur aja bang" gumam reza
"Hahaha ga ada lah,lagian masalah apaan juga yang bisa misahin gue sama putri,ada² aja sih lu" jawab nabil berbohong
"Hmm,gue ngerasa kayak ada yang aneh aja sih bang,tapi ternyata emang ga ada apa² toh,hahaha" balas reza tertawa pelan
'Deghh...
Nabil terkejut saat melihat reza yang mungkin mengetahui bahwa dirinya sedang berada di dalam masalah
"Ah iya ya,gue kan bisa bilang ke bang zikri,nanti lah gue minta nomornya" gumam reza dalam hati
Reza memang peduli pada keadaan nabil,terlebih saat kecelakaan yang menimpa rekannya itu,ia merasa sangat menyesal karena tidak dapat membantu nabil saat susah,tak seperti nabil yang selalu membantu dirinya saat sedang kesulitan,ia selalu merasa dirinya berhutang banyak pada nabil
"Gaada lah broo santai ajaa" jawab nabil tersenyum
Sementara di pasar,ibu salamah sedang memilah² sayur yang hendak dibelinya,saat sudah selesai membeli keperluan dapur,ia segera berjalan mencari angkutan umum
Namun sialnya,saat sedang berjalan rupanya ada dua orang laki² yang memperhatikannya dari jauh,mereka memang berniat untuk menjambret dompet ibu salamah saat ia akan melewati jalan yang sepi nantinya
Benar saja,saat melewati jalan yang sepi menuju jalan raya,salah seorang dari mereka berlari kencang sembari menarik tas belanjaan ibu salamah,sontak ibu salamah berteriak jambret seraya menunjuk² ke arah orang itu
Entah datang darimana,zain yang baru saja pulang dari tempat temannya itu melihat laki² yang berlari kencang menjauhi seorang ibu² yang berteriak histeris,ia pun tersadar kalau ibu itu adalah ibunya putri,lantas ia langsung berlari kencang dan melompat serta menendang kaki jambret tersebut
"Akhh.." pekik jambret itu terkejut saat zain telah berdiri di belakangnya
"Balikin dompetnya bang*at" hardik zain kesal
Namun bukan jambret handal namanya jika tidak melawan,jambret itu segera bangkit dan memanggil temannya yang tadi menunggu di ujung jalan,saat temannya tiba,jambret pertama langsung melayangkan tinju ke arah perut zain
Zain berkelit dan mundur untuk melihat situasi,saat hendak balas menyerang,ibu putri berteriak menghampirinya
"Tolongin ibu nak,duit ibu ada disitu semua" pinta bu salamah memohon
"ibu mundur dulu,takut kena pukulan mereka nanti" jawab zain menyuruh bu salamah untuk mundur sebentar
"Hiyaaaaaattt....
Jambret kedua lompat dan hendak menendang leher zain,namun zain langsung berguling dan dengan cepat meninju dada jambret pertama yang sedang melihat rekannya bertarung
Jambret pertama tidak menyangka bahwa zain akan menyerangnya terlebih dahulu,sontak ia terpental dan kepalanya menghantam tiang listrik lalu tak sadarkan diri
Temannya pun terkejut dan marah,ia kembali berlari serta melayangkan pukulan demi pukulan ke arah zain,tapi dengan santai zain hanya menangkis serangan itu tanpa perlawanan
Saat sudah kelelahan,jambret kedua mencabut pisau dari pinggangnya,bu salamah terkejut melihat benda itu berkilat ditimpa cahaya matahari,demi melihat pisau tersebut,ibu salamah lantas berteriak lagi
" Nak,biarin ajaa,jangan dilawan nak" pekik ibu salamah ketakutan
Zain sedikit takut melihat pisau yang ada ditangan jambret itu,namun ia segera menenangkan diri,dan tak lama setelah itu si jambret berlari dan menghunjamkan pisau ke arah perut zain
Dengan tenang,zain segera memukul pangkal tangan si jambret dan benar saja,pisau itu terlepas dari tangannya dan terpelanting di dekat zain
Ia pun langsung berteriak dan terjatuh,dengan darah yang bercucuran ia pun tak bisa lagi untuk berlari kabur,zain segera menghampirinya
"Ampun bang,ampunn" ucap jambret itu meminta belas kasihan
"Diam dulu di sini" jawab zain
Zain langsung berlari memanggil warga sekitar pasar,dengan sigap ia membantu jambret itu ke puskesmas terdekat untuk di obati,setelah itu ia mengembalikan dompet yang tadi diambil jambret tadi
"Bu,ini dompetnya" ucap zain seraya memberikan dompet milik ibu salamah
"T-terima kasih nak,tapi kamu ga kenapa² kan?" tanya ibu putri memastikan
"saya ga kenapa² kok bu,sebentar" jawab zain sembari ke tempat jambret tadi di rawat
"Ampun bang,jangan laporin saya ke polisi" ucap jambret itu ketakutan
"Tenang aja,saya ga akan laporin kok,tapi saya harap anda jangan ulangi hal ini lagi" jawab zain tegas
"I-iya bang,ampunn" balas jambret itu
"Sebentar.." ucap zain
Zain mengeluarkan beberapa lembar uang untuk diberikan kepada jambret tadi,lalu ia memberikannya pada jambret itu
"I-ini apa bang?" tanya jambret itu masih ketakutan
"Maafin saya karena bikin anda seperti ini" jawab zain pelan
Jambret itupun kaget dan menangis di depan zain,ia menyesal karena melakukan pekerjaan haram ini
"Saya minta maaf bang,saya janji gak akan ulangin lagi" ucap jambret itu tersedu²
"Ya,saya percaya,saya juga minta maaf sekali lagi karena sudah melukai anda" jawab zain sopan
"I-iya bang" jawab jambret itu
"Saya pamit dulu,saya jamin anda tidak akan bermasalah saat keluar dari sini,permisi" ucap zain sembari berbalik pergi
"Ayo bu,saya antar pulang" ucap zain pada bu salamah
Lalu mereka zain pun mengantar bu salamah sampai rumah,namun saat sedang ingin membuka pintu,sayup² terdengar suara isak tangis dari dalam rumah,bu salamah langsung buru² membuka pintu
"PUTRII...
***
(vote,follow and comment yaaa,supaya author tau letak kekurangan dalam cerita inii,plus saran jugaa buat author supaya karya ini makin berkembang)
salam hangat
kikiii