
Akhirnya,ia pun kembali ke rumah..
Setelah melewati hari yang lumayan melelahkan ia pun kembali menuju rumahnya..
'Klek' suara pintu dibuka..
Saat ia menatap kedalam rumahnya,terbersit sebuah pikiran..
"Andaikan aku memiliki istri,pasti aku akan bahagia,tiap pulang pasti akan selalu ada yang menyambutku di rumah" Gumamnya
"Dan,pasti aku bisa memberikan cucu pada ayah dan ibu,fyuhh efek terlalu lelah..
Pikiranku selalu saja ngawur" Sambungnya lagi
Ia pun segera mandi dan melaksanakan tahajjud seperti biasanya,setelah shalat ia pun tertidur diatas sajadahnya..
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki itu semakin mendekat,wajahnya tertutup cahaya nampak kurang jelas tetapi mendekat ke arahnya..
"K-kamu siapa?" Tanya nabil
Orang itu tidak menjawab,hanya tetap berjalan mendekatinya tanpa sepatah kata pun,wajahnya mulai terlihat jelas,hidungnya,matanya dan senyum dibibirnya,semua nampak jelas dimata nabil..
"K-kauu?? " Kata nabil gelisah
Orang itupun kini telah sempurna berdiri didepan nabil yg entah mengapa tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali,ia segera melompat ke arah nabil dan...
"Kriiiiiiiiiiiingggggg" Jam wekernya berbunyi dengan kencang..
Serta merta nabil pun terkejut dan melompat dari sajadahnya..
"astaghfirullah,udah pagi toh rupanya" ucap nabil pada dirinya sendiri
ia pun bersiap² untuk berangkat bekerja,namun saat dia sedang menunggu ojol tiba,terpikir sebuah ide di kepala nya.
"sepertinya aku harus nyicil motor nih,kalo tiap pagi nunggu ojol terus kan lama,apa aku harus beli motor ya supaya hemat?" pikirnya
"Ah iya juga,kan lumayan kalo aku punya motor sendiri,bisa bebas kemana²" sambungnya lagi
"oke deh,nanti aku minta zikri buat bantuin aku cari motor di dealer" gumamnya seraya melambai ke arah ojol yg baru saja tiba
sementara di lain tempat,putri yg tengah tertidur pun terbangun karena perutnya sakit,sudah dua hari ini ia datang bulan
"huh,ini bulan datang ny kenapa ga bilang² sih,mana perutku sakit banget" ucapnya dengan nada kesal
"putrii,hari ini kamu gak kuliah?" tanya ibunya
"enggak dulu deh bu,perut putri sakit banget" jawabnya
"kalau sakit,dikompres pakai air hangat saja nak,insya Allah sakitnya akan berkurang" saran ibunya
"iya buu,nanti putri kompres,makasih bu" jawab putri lagi
"yaudah nak,ibu mau ke pasar dulu ya,ibu titip rumah,assalamualaikum"
"iyaa bu,hati²,waalaikumsalam" jawab putri
kriiiiinggg ,ponselnya berbunyi di atas meja
putri awalnya tidak menghiraukan suara tersebut,namun ponsel itu bergetar berkali² yg membuat putri terganggu dari tidurnya
"ish siapa sih nelpon pagi² gini,mana perutku masih sakit lagi" tukasnya sembari mengangkat telpon
"halo put,putriiiiiiii" kata si penelpon
"waalaikumsalam,kenapa sih reen?" jawab putri
"eh iya,assalamualaikum hehehe" jawab maureen lagi
"kamu kenapa ga masuk kelas hari ini put?" sambung maureen
"aku lagi datang bulan reen,perutku sakit banget,jadi aku izin dulu buat hari ini" jawab putri
"eh tau ga put?" ucap maureen
"engga" jawab putri polos
"ish aku belum cerita maimunahh" kata maureen kesal
"iyaudah apaa?" tanya putri
"ada dosen pengganti baru loh put,guanteeeeenggg bangett" jawab maureen menggebu²
"namanya pak iqbal,dia gantiin pak theguh sementara karna beliau ada halangan" sambungnya
"trus? gue harus bilang wow gitu? " jawab putri lagi
"ish kamu mah,masalahnya ituu,dia baru datang langsung nanyain kamu.." kata maureen sewot
"lah? ngapain tu dosen nanyain aku?" tanya putri
"mana ku tempe,emangnya aku dukun,bisa nebak² isi kepala orang" jawab maureen
"pengen dijadiin bini kali hahahahaha" sambung nya lagi
"yaudah deh besok aja aku masuk lagi,hari ini aku bener² mager plus sakit perut,jadi gabisa masuk" kata putri
"yaudah deh,nanti aku bilangin ke pak iqbal kalo aku sahabatnya kamu,biar ada alesan buat deket sama dia hehehehe" jawab maureen
"huh curang,namaku dijadiin tumbal" kata putri lagi
"gapapa kan sayangkuuu,demi sahabatmu yang stress mikirin skripsi inii" kata maureen sembari memelas
"iya dehh,yaudah yaa,aku mau lanjut tidur lagii " jawab putri
"iyaaa my keboo,see you tomorrow" pamit maureen
"heh enak aja,syantik² gini disamain sama kebo" kata putri
"hahahahhaha iyaaa,kebo syantikk" jawab maureen yg langsung mematikan telepon supaya putri tidak melanjutkan khutbah jum'at nya..
"huuuh,lagian ngapain sih bisa²nya ada dosen yang nanyain aku" pikirnya dalam hati
"bodoamat ah,yang penting aku mau lanjut nonton,mumpung libur hihihihi" sambungnya lagi..
(jangan lupa follow,vote,and dukung cerita author yaaa,thank youuuu🥰)