
saat berjalan meninggalkan zikri,ia pun segera kembali ke kampus,berhubung ia dosen baru,mungkin ia akan melihat apa yang perlu diketahuinya di kampus ini
"hans,coba lu cari mahasiswi yg bernama putri" perintah iqbal pada hans
"sip bal,bentar yak,gue search dulu" kata hans memberi jawaban
"oke,thanks" kata iqbal lagi
"yops" balas hans seraya menunjukkan jempolnya
iqbal pun mulai berjalan melalui koridor kiri kampus,disana banyak mahasiswi yang sedang berjalan juga
"pak,bapak dosen baru disini ya?" tanya seorang mahasiswi
"pak minta nomor WA dong buat nanya materi" timpal seorang mahasiswi lainnya
dengan sabar,iqbal mencoba menjawab satu persatu pertanyaan mahasiswi tersebut
"untuk bertanya materi,nanti saya berikan e-mail saya ya" jawab iqbal tegas
dan benar saja,banyak diantara mahasiswi tersebut merasa kecewa medengar nya,setelah itu ia langsung menuju ke kelas dan melaksanakan pekerjaannya..
saat ia selesai,iqbal langsung menuju kantin yang dimana para mahasiswa dan mahasiswi banyak juga yang berkumpul disitu..
"ehm,maaf,apakah salah satu dari kalian ada yang mengenal putri?" tanya iqbal pada seisi kantin tersebut
"hah putri?? putri siapa pak,kebetulan nama saya putri juga" jawab beberapa mahasiswi yang mulai kepedean
"oh sebentar,saya tanya teman saya dulu" ucap iqbal seraya mengambil ponselnya dan menghubungi zikri
"eh bro,btw putri apa namanya?" tanya iqbal pada zikri
"putri hamdani bal,emang udah lu tanya?" jawab zikri
"udah,tapi tadi ada banyak yang ngaku namanya putri,makanya gue bingung" kata iqbal
"namanya putri hamdani ball,kalo ada jangan lupa bilang gue yak" jawab zikri
"oke boss" kata iqbal lagi
"sipp,thanks" jawab zikri
"ehm putri hamdani,apakah ada salah satu ny berada diantara kalian??" tanya iqbal lagi pada seluruh kantin
"dia gak masuk hari ini pak" jawab seorang mahasiswa
"ohh,okay thanks" balas iqbal seraya berlalu menuju kantor
saat ia sedang duduk di mejanya,tiba² seorang mahasiswi meminta untuk bertemu dengannya
"siapa" tanya iqbal
"ehm a-anu pak dosen ganteng,saya maureen sahabatnya putri" jawan maureen malu²
"ohh ,apa kamu tahu alasan putri tidak masuk hari ini maureen? " tanya iqbal sekali lagi
"tadi waktu saya telpon,dia sedang tidak enak badan pak dosen,mungkin besok dia akan masuk lagi seperti biasa" jawab maureen lagi
"oooh oke baiklah,terima kasih ya" balas iqbal
"S-sama-sama pak" jawab maureen
saat ia melanjutkan pekerjaannya,tanpa ia sadar maureen masih berdiri mematung di depan mejanya
"ehm i-itu pak dosen ganteng,apa saya boleh minta nomor bapak? mungkin saja bapak ingin bertemu putri nanti" ucap maureen yang menggunakan nama putri sebagai tumbal nya
"oalahhh,kirain apaan toh,ya sudah nih" ucap iqbal sembari menyebutkan nomor ponselnya
"asyiiikkk terimakasih pak dosen ganteng,saya permisi duluu" jawab maureen dengan bahagianya
berlari menuju kelas seraya memamerkan pada teman²nya yang lain..
"cantik" gumamnya saat melihat foto putri yang diberikan oleh maureen tadi
saat mendapatkan seluruh informasi tentang putri,iqbal pun menghubungi zikri lagi untuk memberitahukan pada sahabatnya itu
"bro,gue udah ketemu nih" kata iqbal
"oke,lu ke rumah gue aja,biar bisa ngobrol santai" jawab zikri
"sipp,share lock aja,ntar gue kesitu" jawab iqbal
"oke " jawab zikri dan ia segera mengirimkan alamatnya pada iqbal
"okayy it's time to go" gumam iqbal seraya menuju parkiran untuk mengambil mobilnya
sesampainya di alamat tersebut,ia segera mencocokkan alamat yang tertera di ponsel dengan yang di rumah itu,dengan takjub ia menekan tombol bel di samping pagar
"ding donggg"
tak lama kemudian seorang security membuka pintu dan bertanya...
"cari siapa ya mas?"tanya security itu
" apa benar ini rumah zikri pak?" tanya iqbal memastikan
"oh benar mas,kalo boleh tahu mas ada urusan apa ya dengan tuan?" tanya security itu lagi
"saya disuruh zikri datang kerumahnya pak,saya teman sesama dosen di kampusnya" jelas iqbal
"ooooo monggo mas silahkan masuk,mobilnya biar saya saja yang parkirin" ucap security itu lagi
"okee,ini pak kuncinya" ucap iqbal sembari memberikan kunci pada security itu
saat ia masuk,zikri sudah menyambutnya di lantai atas dan segera menyuruh iqbal untuk menuju rooftop belakang
"gimana bal,ketemu ga sama tu anak?" tanya zikri pada sahabatnya itu
"kaga zik,tadi tu anak ga masuk,temennya maureen bilang kalo dia lagi kurang enak badan" jawab iqbal seraya meminum tehnya
"oke thanks bro,sorry gue ngerepotin elu" ucap zikri
"hahahaha sans ajaa,kayak sama orang asing aja si lu bro,by the way kata mahasiswi disitu,tu cewe lumayan cakep,and ga kayak mahasiswi lainnya" cerita iqbal lagi
"maybe gue harap bisa dapet tu cewe zik,hahahha" sambungnya
deghhhh...
"mampus" monolog zikri dalam hati.....
(apa yang terjadi selanjutnya yaaa???
tetap pantengin terus cerita ini okeeeiii,thank youu vedy muchh🥰😘)