
Kaisar Abraxas hanya terdiam sambil tersenyum simpul.
" Saya menggunakan pemunduran waktu supaya bisa kembali ketika kita masih bersama. Tapi sayangnya saya melupakan kejadian itu sampai tiga tahu dapat mengingat nya kembali." ucap Kaisar Abraxas sambil menghela nafas nya.
Anne yang mendengarnya hanya terdiam sebelum kemudian membuka suaranya.
" Jadi, apa yang anda mau, Yang Mulia. apa anda akan membunuh saya lagi?" tanya Anne dengan nada menantang.
Meskipun nada suara nya sedikit menantang tapi sejujurnya Anne merasa ketakutan bahwa Kaisar Abraxas akan membunuh nya untuk kedua kalinya. Sebenarnya dirinya sama sekali tidak takut mati ketakutan nya adalah tidak bisa melihat Sofia lagi. Melewatkan Sofia yang bertumbuh dewasa seiring waktu untuk kedua kalinya.
Itu adalah mimpi buruk Anne yang sama sekali tidak ingin ia harapkan.
Kaisar Abraxas yang melihat nada suara Anne berani hanya terdiam. Tapi sebenarnya Kaisar Abraxas tahu ada ketakutan di balik mata Anne yang berusaha dia sembunyikan.
" Saya tidak akan pernah melakukannya lagi, Annelise Reyes mulai hari ini saya akan membebaskan mu dan mulailah kehidupan mu dengan baik. Saya Kaisar Abraxas telah melepaskan semuanya dan memberikan hak asuh kepada Puteri Sofia. Meskipun kali ini saya tidak akan memberikan tahta nya kali ini. Tapi dia akan diberikan hak nya untuk sebagai Puteri." ucap Kaisar Abraxas yang akhirnya memberikan kebebasan sudah lama sekali ia ingin katakan kepada Anne.
Meskipun Kaisar Abraxas merasa sedikit kecewa bahwa Anne tidak bisa bersama nya. Tetapi dirinya tidak akan bisa memaksa wanita yang dicintainya dan telah terluka olehnya untuk bersama. Apalagi dirinya pernah memisahkan seorang ibu dari anaknya.
Kaisar Abraxas tidak bisa egois kali ini asalkan bisa melihat Anne dan Sofia bahagia itu sudah cukup untuk terbebas dari rasa bersalahnya.
Sedangkan di sisi lain Anne hanya bisa berdiri terpaku merasa tidak menyangka bahwa Kaisar Abraxas akan membebaskan nya semudah itu. Meskipun ada perasaan senang bisa terbebas tapi di sisi lain Anne masih ada rasa untuk nya.
Anne menyadari bahwa rencana ini yang terbaik yaitu terbebas dari perasaan cinta tidak sehat ini dan berharap bahwa sekarang dirinya akan bahagia di kehidupan nya yang sekarang.
" Terima kasih, Brax." ucap Anne sambil tersenyum.
Kaisar Abraxas terkejut mendengar Anne memanggil nama panggilan nya seperti dulu. Tanpa sadar matanya berkaca-kaca Kaisar Abraxas langsung membalikan badannya ke belakang tidak mau Anne melihatnya menangis.
" Sama-sama, saya harap kau juga bahagia Anne. Selamat tinggal." ucap Kaisar Abraxas yang pergi meninggalkan Anne.
Setahun kemudian....
" Mommy cepat sebentar lagi mereka akan sampai." ucap Sofia yang berlari penuh semangat menghampiri Anne.
Sedangkan Anne yang sedang membereskan makanan di atas meja hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah gemas Sofia.
" Sabar, Sofia mereka akan menunggu kita." ucap Anne yang kemudian menggenggam tangan Sofia keluar rumah nya.
Di depan rumah mereka sudah ada sebuah kereta kuda mewah. Sofia yang takjub melihatnya langsung berlari sampai melepaskan genggaman tangannya pada Anne.
" Daddy, kak Mary." ucap Sofia berlari sambil merentangkan kedua tangannya.
Kaisar Abraxas dan Puteri Maria yang melihatnya tersenyum. Terutama Kaisar Abraxas yang langsung menggendong Sofia dengan riang.
" Hahahaa...puteriku." ucap Kaisar Abraxas sambil tertawa.
Anne yang melihatnya tersenyum bahagia karena akhirnya semuanya tampak baik-baik saja. Meskipun kisah percintaan dirinya berakhir dengan Kaisar Abraxas. Mereka tetap bisa menjadi seorang partner orang tua bagi Sofia.
Anne yang melihat Kaisar Abraxas dan Sofia merasa senang sekaligus bahagia bahwa hubungan ayah dan anak tidak putus.
Kemudian Kaisar Abraxas dan Anne saling menatap satu sama lain sebelum kemudian menggangguk kepalanya pelan. Setelah itu Anne ikut juga menghampiri mereka.
" Aku bahagia dengan kehidupan ketiga ku." batin Anne.
End....