Third Life

Third Life
Nasihat Puteri Mary Kepada Kaisar Abraxas



Membuat Anne tubuh nya membeku dirinya tidak tahu harus memilih yang mana. Di sisi lain dirinya ingin berada di sini bersama orang tuanya membalas perbuatannya yang sama sekali tidak pernah menghabiskan waktu bersama di kehidupan pertamanya.


Tapi di sisi lain juga Anne sangat ingin pergi meninggalkan Kekaisaran, meninggalkan Kaisar Abraxas. Membuang semua masa lalunya yang pahit dengan kematian puteri kecilnya di kehidupan pertamanya sama sekali tidak bisa sembuh di kehidupan kedua maupun ketiganya.


Mengingat puteri kecilnya tanpa di sadari oleh Anne memegang perutnya yang datar. Apalagi kejadian seminggu yang lalu dengan Kaisar Abraxas tidak bisa dirinya lupakan.


" Apa puteriku Sofia akan ada di sini lagi." batin Anne berharap.


Jika Sofia terlahir lagi sebagai anaknya Anne akan menjaganya dan memberikan kasih sayang penuh yang tidak pernah diberikan oleh Anne di kehidupan pertamanya. Apalagi dirinya tidak berada dalam tekanan sebagai seorang Ratu.


Countess Reyes yang melihat senyum Anne terdiam heran dan apa yang dilakukan Anne memegang perutnya seolah-olah ada kehidupan di dalamnya.


Tapi Countess tidak mau bertanya dirinya tak akan memaksa Anne untuk bersama Kaisar Abraxas. Tidak setelah yang dilakukan Kaisar Abraxas seminggu lalu dianggapnya sebagai tindakan pria pengecut. Sebab tidak berani mendekati perempuan dengan cara terhormat.


Sedangkan Anne dengan menghela nafasnya akhirnya dirinya telah mengambil keputusan yang baik demi semuanya.


" Saya akan pergi dari kekaisaran tidak membiarkan Kaisar Abraxas untuk bertanggung jawab." ucap Anne tegas.


...****************...


Sedangkan di sisi lain tepatnya istana kekaisaran di ruang kerja Kaisar Abraxas sedang sibuk melamun.


Setelah kejadian seminggu yang lalu dirinya nekat melakukan sesuatu sangat terhina bagi pria yaitu menodai seorang perempuan. Apalagi perempuan itu yang dia cintai.


Kaisar Abraxas bisa mengingat bagaimana tangisan Anne ketika dirinya melakukannya secara paksa.


Memang benar penyesalan selalu berada di akhir. Benar Kaisar Abraxas sangat menyesal telah melakukan nya kepada Anne. Meski ada setitik perasaan bangga karena dirinya menjadikan pria pertama bagi Anne.


" Andaikan, saya tidak berbuat bodoh seperti ini." ucap Kaisar Abraxas mengutuk dirinya.


" Ayahanda saya Puteri Mary, apakah saya boleh masuk." ucap Puteri Mary dari balik pintu meminta izin masuk kepada Kaisar Abraxas.


Kaisar Abraxas yang mendengarnya langsung mengijinkan Puteri Mary masuk.


Kemudian tidak lama setelahnya Puteri Mary masuk dengan sebuah buku di pelukannya menghampiri Kaisar Abraxas.


" Selamat pagi, Yang Mulia." ucap Puteri Mary sambil membungkuk hormat kepada Kaisar Abraxas.


" Silahkan ada urusan apa sampai Puteri menghampiri saya di sini." ucap Kaisar Abraxas mempersilahkan Puterinya untuk duduk di sofa di ruang kerjanya.


Puteri Mary duduk di sofa membiarkan dirinya berhadapan dengan Kaisar Abraxas yang duduk di seberangnya.


" Jadi, ayahanda saya ingin bertanya sesuatu, apa benar anda mempunyai hubungan dengan Lady Annelise?" tanya Puteri Mary to the points.


Kaisar Abraxas yang mendengarnya jantung nya berdetak kencang mengetahui Puteri Mary tentang perasaan nya kepada Anne.


" Tidak lebih baik sekarang kau pergi bukannya ada pelajaran selanjutnya dari guru mu. Jangan membuang-buang waktu." ucap Kaisar Abraxas tegas berusaha mengalihkan perhatian Puteri Mary.


Mendengar reaksi dari Kaisar Abraxas membuat Puteri Mary seketika mengetahui jawabannya.


Kemudian Puteri Mary berdiri dari sofa berniat pergi meninggalkan ruang kerja Kaisar Abraxas.


Tapi sebelum itu Puteri Mary mengatakan sesuatu yang membuat Kaisar Abraxas tidak berkutik.


" Saya sudah mengetahui jawabannya ayahanda. Jangan sampai anda terlambat untuk memberitahukannya atau anda akan menyesalinya." ucap Puteri Mary sambil tersenyum tipis.


Countine...