
Akhirnya setelah perjalanan yang cukup panjang Anne sampai di pusat kota. Dia turun dari kereta kuda dibantu oleh Sir Jhon dengan cara memegang tangannya.
Anne tersenyum sambil melihat sekelilingnya dimana kota dalam pase damai. Tanpa peperangan. Anne pernah membaca sejarah dimana setelah tiga tahun kematian nya terjadi peperangan yang besar di antara kedua negara. Dampaknya sangat buruk karena banyak korban-korban berjatuhan termasuk nya anak-anak. Pertama Anne membacanya dirinya tidak bisa menahan perasaan khawatir nya. Jika terjadi sesuatu kepada Sofia memeluknya dan memberikan ciuman di keningnya.
Bisa Anne lakukan saat itu adalah menangis di kasur sambil menyesali perbuatannya. Andai saja saat itu dirinya terlalu terpaku dengan Kaisar Abraxas. Mungkin dirinya bisa meminta menceraikannya dan melanjutkan hidup bersama Sofia.
" Apa kalian bisa tetap di sini sampai saya kembali?" tanya Anne sambil melihat ke arah Sir Jhon dan Sir Theo yang tampaknya ragu membiarkannya pergi sendiri.
" Tapi Lady saya sudah di perintahkan oleh Count Reyes untuk mengawal anda kemanapun. Jadi saya minta maaf karena menolak perintah anda ini demi keselamatan Lady." ucap Sir Theo menolak permintaan Anne.
Anne yang mendengarnya hanya bisa menghela nafasnya. Sepertinya Sir Theo sudah di peringatan oleh Count Reyes untuk menjaganya.
" Emang ayah selalu tidak pernah berubah, hal itu membuatku senang sekaligus menyesal karena pernah melukainya." batin Anne sambil tersenyum sedih.
Melihat ekspresi Anne yang sedih membuat Sir Jhon panik.
" Maaf Lady kami tidak bisa menolak perintah Count. Tapi kami bisa menjaga jarak sekitar 2 meter. Jadi anda tidak perlu bersedih Lady." ucap Sir Jhon yang menenangkan Anne.
Anne yang mendengarnya tidak harus melakukan apa selain menggangguk saja. Setidaknya dirinya ada sedikit ruang untuknya.
Selama perjalanan Anne melihat anak-anak yang sedang berlari membuat suasana hatinya sedikit tenang. Melihat kedamaian ini.
Setelah berjalan sekitar 7 menit akhirnya Anne sampai di sebuah bangunan berlantai dua dengan cat berwarna cokelat.
" Akhirnya kita sampai." ucap Anne senang melihatnya.
Percetakan Brooklyn...
Mengapa seorang Lady mau datang ke tempat ini.
Anne yang mengetahui kebingungan keduanya sama sekali tidak menyalahkan nya. Mengingat di zaman ini jarang sekali seorang wanita bergelar bangsawan datang ke tempat percetakan ini. Biasanya hanya kaum pria yang datang dan menyuruh mereka untuk menerbitkan buku-buku..
Anne tersebut sambil memeluk setumpuk kertas yang berada di tangannya.
" Mari kita mulai Anne." ucap Anne menghela nafasnya menghilangkan perasaan gugupnya.
Anne terus memandangi bangunan itu sebelum kemudian membalikan badannya melihat ke arah sir Jhon dan Sir Theo yang berada dua meter dari tempat dirinya berdiri.
" Kalian lebih baik berada di sini saya ada urusan sebentar. Tolong jangan bilang ini kepada siapapun mengerti." ucap Anne dengan nada memerintah.
Membuat Sir Jhon dan Sir Theo tidak bisa menolaknya, dan kemudian menggangguk kepalanya mengijinkan Anne untuk pergi lagipula wanita itu hanya berada di bangunan ini. Jadi tidak ada bencana kekacauan yang berarti.
Anne yang melihatnya merasa senang dan berjalan menuju kantor salah satu penulis terkenal di masanya. Seseorang yang sangat ia kenali.
Ceklek...
" Apa kau berada di sini hello." ucap Anne memanggil pria itu.
Pria itu adalah.....
Countine...