
Sialan." umpat Anne sambil mengepalkan tangannya.
Anne merasa ketakutan sekaligus kebencian karena pria yang di hindari nya selama 5 tahun berada tidak jauh di depannya. Pria yang telah menggoreskan luka cukup dalam sekaligus memberikan sebuah harapan dengan kehadiran Sofia untuk kedua kalinya. Anne memperat genggaman tangannya kepada puterinya berharap dengan menggenggam nya anaknya tidak di ambil olehnya.
Ketika langkahnya semakin mendekat tiba-tiba ada angin segar menerpa Anne. Bagaimana tidak pria itu berjalan pergi meninggalkan Baron Shafiq yang terpaku setelah memperkirakan ucapan nya.
Diam-diam Anne menghela nafas lega merasa bersyukur karena masih tidak bertemu pria itu.
" Salam Tuan Baron saya sudah membawa nona lizzy sesuai perintah anda." ucap Peter sambil membungkuk hormat kepada Baron yang terlihat marah.
Baron Shafiq menatap Peter sebelum pandangannya kepada Anne yang sedang menggenggam tangan Sofia.
" Bawa saja dia ke kamar tamu dan beritahu apa tugasnya saya ada urusan sejenak. Saya permisi dulu nona Lizzy." ucap Baron Shafiq yang kemudian pergi meninggalkan Anne dan Sofia.
Peter,Anne dan Sofia yang melihat kepergian Baron Shafiq hanya diam saja. Sebelum kemudian Peter berdehem untuk memecahkan kesunyian.
" Mari, saya menunjukan kamar anda dan tugas yang akan di kerjakan." ucap Peter kepada Anne.
Anne melihat ke arah Sofia yang sedang berjongkok memandang salah satu bunga. Anne pun menghampirinya dan memegang bahu nya.
" Ayo, Sofia kita akan ke kamar sementara untuk beristirahat." ucap Anne mengajak Sofia untuk ikut masuk ke dalam kediaman Baron.
Anne sekarang tidak bisa membiarkan Sofia untuk pergi sendirian. Karena takut anaknya akan bertemu Kaisar Abraxas secara tidak sengaja dan mengenali nya sebagai milik nya. Memikirkan nya saja sampai membuat Anne buru-buru ingin menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat supaya bisa menjalani hidupnya seperti dulu tenang dan damai.
Sofia mengangkat kepalanya sebelum kemudian menggangguk kepalanya.
Ketika sampai di kamar tamu Anne melihat sekitarnya dan menggangguk kepalanya merasa puas. Untung nya saja Baron memperlakukan nya sebagai tamu dan bukan pelayan.
Anne mendengar penjelasan Peter merasa semakin lega karena dirinya tidak akan bertemu Kaisar Abraxas.
" Baiklah saya akan mengerjakannya sebaik mungkin." ucap Anne sambil tersenyum lebar.
Peter menggangguk kepalanya sebelum kemudian membalikan badannya pergi meninggalkan kamar.
" Apa kita akan di sini selama tiga hari mommy?" tanya Sofia yang sejak tadi mendengar pembicaraan Anne dan Peter.
" Iya, sayang kalau begitu sekarang lebih baik Sofia mandi dulu sebelum kemudian makan malam." ucap Anne menyuruh Sofia mandi.
Sofia mendengar ucapan Anne cemberut merasa kesal.
" Mengapa Sofia harus mandi lagi. Padahal Sofia ingin membantu Mommy untuk membuat karangan bunga yang cantik?" tanya Sofia lagi.
Anne mendengarnya berjongkok menyamakan tubuhnya dengan Sofia.
" Sofia bisa membantu mommy nanti, sekarang Sofia istirahat lah." jawab Anne dengan lembut.
Di malam hari nya setelah makan malam Anne memastikan Sofia sudah tertidur karena kekenyangan dan lelah.
Anne mengelus rambut Sofia sambil mencium nya dengan lembut.
" Mommy sangat menyayangi mu puteriku....
Countine....