Third Life

Third Life
Opera



Pria itu adalah James yang membuat Anne terkejut. Begitu juga dengan James yang terkejut dengan kehadiran Anne langsung saja dia berdiri dari kursinya dan membungkuk.


" Lady Anne, senang bertemu dengan anda." ucap James dengan formal.


Anne hanya melihatnya dengan meringis pelan sepertinya dirinya salah mengambil waktu. Tapi yang membuatnya bingung mengapa pria itu berada di sini bukannya seharusnya di menjadi ksatria kekaisaran.


" Maaf sir James saya ingin bertanya mengapa anda berada di sini. Bukannya anda merupakan prajurit kekaisaran?" tanya Anne penasaran.


James yang menegakkan tubuhnya langsung menatap manik mata Anne sangat cantik baginya. Tapi dirinya harus menepis pemikiran tersebut mengingat wanita bukan orang biasa.


" Baiklah memang saya pemilik gedung ini sebenarnya ini milik ayah ku. Tapi mengingat usia beliau sudah tua jadi dengan terpaksa saya menggantikannya. Lagipula ini lagi masa-masa damai jadi tidak perlu para ksatria pergi ke medan perang. Jadi saya mengundurkan diri menjadi ksatria." ucap James menjawabnya dengan jujur.


Anne mendengar jawabannya hanya merespon dengan anggukan kepalanya. Siapa yang bisa menduga bahwa pria yang merupakan seorang ksatria mau menggantikan bisnis keluarganya dan meninggalkan profesinya.


" Itu hebat." ucap Anne memuji James.


James mendengar Anne memujinya wajahnya sedikit merona tapi dirinya bisa menyembunyikan dengan baik.


" Jadi ada alasan apa Lady menemui saya di sini?" tanya James mengalihkan pembicaraan.


Anne yang mudah mengubah pembicaraan langsung mengambil beberapa lembar kertas yang di taruh nya lewat amplop besar dan menyerah nya kepada James.


" Aku sedang membuat cerita, aku harap kau tertarik untuk mencetaknya Sir James." ucap Anne sambil tersenyum.


James langsung menerimanya dan membawanya ke atas meja.


" Baiklah nanti akan saya baca terlebih dahulu nanti akan saya kabarkan dua hari lagi. Apa itu tidak memberatkan anda Lady." ucap James yang merasa tidak enak karena menyuruh Anne untuk menunggu.


Anne yang mendengar nya langsung menggangguk kepalanya setidaknya James mau membacanya terlebih dahulu.


Melihat bahwa Anne setuju membuat perasaan James sedikit tenang.


" Lady apa anda ingin melihat Opera bersama saya, ada pertunjukan bagus hari ini?" tanya James menawarkan Anne untuk pergi menonton Opera bersama-sama.


Anne berpikir sejenak sepertinya dirinya tidak ada urusan lagi di kota dan lagipula dirinya sedang bosan menghabiskan waktu di kediamannya.


" Baiklah saya mau lagipula saya tidak ada urusan lagi di kota." jawab Anne menyetujuinya.


Ekspresi James langsung sumringah mengetahui Anne mau pergi bersamanya. Setidaknya ini bisa dihitung-hitung sebagai kencan dan tidak ada pemberitaan bahwa Anne sedang memiliki hubungan dengan Kaisar Abraxas.


...****************...


Selama melihat berjalannya Opera Anne merasa bosan mengapa tidak sebab sepertinya cerita tidak terlalu menghayati. Tapi yang membuatnya heran adalah mengapa semua penonton pada menangis terutama para perempuan bangsawan.


Sebenarnya Anne lebih suka menghabiskan waktu duduk di sofa dan menonton film horor ataupun romantis yang bagus. Tapi sepertinya Anne melupakan bahwa dirinya dulu juga seperti perempuan bangsawan yang menangis ketika menonton Opera.


" Apa ceritanya bagus Anne?" tanya James yang duduk di sampingnya sambil diam-diam menggenggam tangan Anne.


Anne yang tidak menyadarinya hanya menjawabnya dengan singkat.


" Iya." ucap Anne berbohong.


James merasa senang karena Anne menyukainya.


Sepertinya mereka tidak menyadari bahwa seseorang sedang memperhatikannya dari atas sambil menatap mereka dengan tatapan tajamnya.


Countine...