Third Life

Third Life
Fakta Mengejutkan



Dengan mengambil langkah pelan Anne berjalan menghampiri Kaisar Abraxas sambil memasang ekspresi wajah datar. Suasana terasa hening Anne dan Kaisar Abraxas tidak berniat membuka suaranya.


" Sepertinya kita tidak bisa berbohong lagi, Anne." ucap Kaisar Abraxas yang pertama kali membuka suaranya sambil pandangannya terus ke depan.


Anne berniat ingin berbicara langsung memasang wajah bingung.


" Saya tidak mengerti ucapan anda, Yang Mulia." ucap Anne sama sekali tidak mengerti ucapan Kaisar Abraxas.


Tapi sayangnya Kaisar Abraxas hanya tertawa pelan sebelum kemudian membalikan badannya menatap Anne.


Seketika sekujur tubuh Anne kaku melihat tatapan Kaisar Abraxas yang berbeda. Seperti tatapan rasa bersalah yang sangat besar terhadapnya. Hal itu membuat Anne memalingkan wajahnya ke samping dirinya tidak bisa melihat ekspresi Kaisar Abraxas seperti itu seolah ada sesuatu yang membuatnya tak nyaman.


Kaisar Abraxas yang melihat sikap Anne hanya tersenyum lemah sebelum kemudian pandangannya kembali ke arah pepohonan dimana mereka tidak bisa melihat sinar matahari secara jelas.


" Saya tahu apa yang berusaha kau hindari, Anne. Kau takut saya bisa melakukan hal yang seperti dulu." ucap Kaisar Abraxas.


Anne yang mendengarnya semakin penasaran berjalan mendekat hingga berdiri di samping Kaisar Abraxas dan memandang nya dengan ekspresi sulit.


" Apa maksud ucapan mu Kaisar, saya benar-benar sama sekali tidak mengerti. Bukannya kita tidak memiliki hubungan apapun dan hubungan kita hanya sebatas orang tua bagi Sofia. Ingat juga Kaisar Abraxas yang terhormat saya tidak ingin anda memasukan Sofia dalam hak tahta. Saya tidak mau Sofia dan Puteri Maria berantem saling membunuh hanya demi tahta." ucap Anne mengutarakan semua yang terpendam dalam hati nya kepada Kaisar Abraxas.


Kaisar Abraxas yang mendengar semua ucapan Anne kembali menatapnya sebelum kemudian tersenyum lembut. Membuat Anne yang melihatnya terheran-heran bukannya seharusnya Kaisar Abraxas merasa marah karena dirinya menolak permintaan secata tidak langsung.


" Akhirnya saya bisa melihat Annelise yang dulunya merupakan Ratu ku di kehidupan sebelumnya." ucap Kaisar Abraxas dengan pandangan sendu bercampur perasaan sedih yang mendalam.


Deg...


" Tidak mungkin kau." ucap Anne sambil menggelengkan kepalanya tidak mau mempercayai ucapan Kaisar Abraxas.


Tapi sayangnya Kaisar Abraxas tidak terlihat berbohong malah pandangan rindu terus di tunjukkan untuk Anne.


" Sayang nya saya tidak berbohong benar, saya mendapatkan ingatan masa lalu dan apa yang akan terjadi setelah kematian saya dulu." ucap Kaisar Abraxas menjelaskan nya.


Anne mendengar suara santai Kaisar Abraxas mengepalkan tangannya mengingat bagaimana pria itu menghancurkan hidupnya membuat orang tua nya mati, dirinya harus hidup di menara selama sebulan tanpa tahu apa yang sebenarnya kesalahan nya, dan pria inilah pelaku dirinya tidak bisa melihat puterinya tumbuh dewasa.


" SIALAN KAU." ucap Anne dengan marah sebelum menghampiri Kaisar Abraxas dan mengangkat tangannya ke wajah nya.


Bugh...


Kaisar Abraxas sama sekali tidak melakukan perlawanan ketika Anne memukul wajahnya dengan kencang hingga terjatuh.


Menurutnya itulah pembalasan atas kekecewaan Anne kepadanya.


Sedangkan disisi lain Anne mengambil napas nya dengan terburu-buru dirinya merasa puas sudah memukul wajah Kaisar Abraxas.


" Jadi bagaimana kau bisa mengingat itu semuanya karena saya yakin kau tidak mengalami transmigrasi seperti ku?" tanya Anne dengan menuntut.


Countine...