
Hal itu sedikit membuat Kaisar Abraxas semakin kesal. Ketika Kaisar Abraxas ingin berbicara tiba-tiba saja dia mendengar suara anak kecil yang membuatnya mengalihkan perhatian nya.
" Mommy mengapa berisik sekali Sofia jadi terbangun." ucap Sofia sambil menggosok kedua matanya menggunakan tangannya dengan ekspresi wajah mengantuk ia mencari mommy nya.
Anne melihat Sofia yang berada di depannya sekaligus takut apalagi melihat ekspresi termenung Kaisar Abraxas. Membuat Anne tidak membuang kesempatan untuk melepaskan diri. Langsung saja Anne mendorong tubuh Kaisar Abraxas hingga menjauh darinya dan kemudian Anne menggendong tubuh Sofia. Sebelum kemudian masuk ke kamar dan mengunci kamar nya.
" Huh...huh...."
Deruh nafas Anne terdengar dirinya merasa lega untuk saat ini bisa melarikan diri dari Kaisar Abraxas. Sekarang Anne harus memikirkan cara untuk melarikan diri dari nya.
" Mommy mengapa kau pucat? Apa mommy sakit?" tanya Sofia yang sudah tersadar sambil menatap nya dengan mata biru nya menatapnya polos.
Anne yang mendengar suara Sofia langsung tersadar dari lamunannya sebelum kemudian memeluk nya.
" Mommy baik-baik saja. Kita aman sekarang." ucap Anne sambil memejamkan matanya memeluk erat puteri kecilnya.
Sedangkan di luar pintu kamar Kaisar Abraxas sama sekali tidak berniat untuk mengejar Anne lagi. Dirinya terlalu terkejut dengan keberadaan anak perempuan kecil yang mirip dengan Anne nya. Meski warna rambut dan mata nya berbeda tapi Kaisar Abraxas menyakini bahwa anak itu merupakan anak Anne. Apa Anne sudah mempunyai suami baru lagi.
Memikirkannya saja membuat Kaisar Abraxas merasa muak dirinya tidak pernah membayangkan bahwa Anne begitu cepat melupakan nya. Di saat dirinya terpuruk akibat kehilangan nya malah Anne membuka hatinya untuk pria lain. Tapi ada satu hal yang mengganjal di hati nya mengenai identitas anak perempuan itu dia harus mencari tahu nya.
" Kita akan lihat saja nanti Anne kau selalu milik ku meskipun aku harus melakukan cara kekerasan untuk mendapatkan nya." ucap Kaisar Abraxas sambil menyeringai licik.
...****************...
Emang itu kelihatan gila tapi itu lebih baik daripada Anne harus berurusan dengan Kaisar Abraxas. Setelah memakai jubah nya Anne menghampiri Sofia yang tampak masih tertidur nyenyak di kasur.
" Sofia, ayo bangun kita harus segera pergi dari sini." ucap Anne mengguncang tubuh kecil Sofia.
Hingga Sofia terbangun dan melihat penampilan Anne yang sudah rapi.
" Hoam....mommy kita akan pergi kemana?" tanya Sofia dengan nada mengantuk.
Anne hanya tersenyum sebelum kemudian mengangkat tubuh Sofia untuk menggantikan gaun tidur nya menjadi pakaian hangat. Untuk cuaca yang dingin ini.
" Kita akan pergi dari sini, mommy akan mengajak mu untuk mengunjungi kakek, nenek, bibi Annette sama sepupu mu Anne, Sofia." ucap Anne sambil merapikan topi yang menutupi rambut cokelat keemasan Sofia.
Sofia memiringkan kepalanya ke samping tampak heran dengan sikap aneh Anne.
" Tapi mengapa sekarang mommy, bukannya kita harus menyelesaikan pekerjaan dari tuan baron terlebih dahulu?" tanya Sofia lagi.
Anne mendengarnya hanya terdiam dirinya tidak tahu harus mengatakan apa untuk memberitahu Sofia. Bahwa sebenarnya ia ingin melarikan diri lagi dari Kaisar Abraxas ayah kandung Sofia.
" Bibi mu Annette ingin meminta bantuan pada mommy." jawab Anne berbohong menyembunyikan kebenaran sebenarnya.
Countine...